Berita

Daftar 7 Hewan Mematikan dan Paling Berbahaya di Dunia

8 November 2019
hewan mematikan di dunia
3 menit

Banyak spesies hewan memiliki tampilan cantik atau lucu yang justru malah membahayakan hingga bisa membunuh manusia. Berikut beberapa daftar hewan mematikan yang ada di dunia.

Di dunia ini nyatanya banyak hewan yang hidup berdampingan dengan manusia dana lam.

Hewan-hewan tersebut diantaranya ada yang sangat berbahaya hingga mematikan.

Jangan sekali-kali meremehkan binatang-binatang yang akan dibahas berikut ini.

Dilansir dari laman Science Alert, berikut beberapa daftar hewan yang paling mematikan di dunia.

7 Hewan Mematikan yang Paling Berbahaya di Dunia

1. Lebah Madu Afrika

hewan mematikan di dunia

Lebah Afrikanisasi atau lebah pembunuh ini adalah keturunan dari lebah Afrika bagian selatan yang diimpor tahun 1956 oleh para ilmuwan Brasil.

Para ilmuwan tersebut mencoba mengembangbiakkan lebah madu yang dapat beradaptasi lebih baik dengan daerah tropis Amerika Selatan.

Akibat sifat lebah madu Afrika yang terlalu defensif ini mereka sangat mudah bereaksi terhadap gangguan.

Hewan mematikan yang sangat brutal ini menyakiti pengganggunya termasuk suara atau bahkan getaran dari kendaraan.

2. Ikan Synanceia

hewan mematikan di dunia

Selanjutnya, hewan mematikan yang satu ini berjenis ikan paling berbisa diantara semua ikan yang ada di laut.

Synanceia ini mempunyai racun saraf mematikan yang dapat berakibat fatal bagi manusia.

Racun mematikannya ini berada di sepanjang duri yang ada pada punggungnya.

Sulit untuk mengetahui ikan ini karena sangat mirip dengan bentuk batu dan campuran pasir di dasar laut.

Bisa Synanceia akan berakibat kematian jika tidak segera ditangani dalam waktu dua jam.

3. Katak Panah Emas Beracun

hewan mematikan di dunia

Hewan mematikan ini berasal dari pantai Pasifik Kolombia.

Kotak emas beracun ini punya tampilan yang indah tetapi ternyata mematikan dan hewan paling beracun.

Katak panah emas beracun ini cukup kecil sehingga bisa dengan mudah berada di telapak tangan kamu.

Racunnya terdapat dalam sekresi kulit miliknya yang dapat membunuh 10 sampai 20 orang atau dua gajah Afrika sekaligus.

Baca Juga:

13 Makanan Ekstrim di Indonesia Paling Populer | Berani Coba?

4. Ikan Buntal

hewan mematikan di dunia

Selanjutnya, hewan mematikan ini bernama ikan buntal.

Ikan buntal ini secara alami tetrodotoxin di dalam tubuhnya.

Tetrodotoxin adalah salah satu racun alam yang paling fatal dimana racun ini 10 ribu kali lebih berbahaya dibandingkan dengan sianida.

Racun yang sangat mematikan ini akan bereaksi pada korban hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.

5. Dubuk

hewan mematikan di dunia

Hyena atau dubuk merupakan salah satu hewan yang paling mematikan karena gigitannya.

Tekanan gigitannya bisa mencapai 1100 psi bahkan ada sumber lain yang menyebutkan bisa lebih dari itu.

Hewan hyena merupakan salah satu hewan yang memiliki gigitan paling kuat didalam kerajaan binatang.

 

Hiena bisa mencabik-cabik hingga kedalam tulang hewan buruannya.

Hewan mematikan dan paling berbahaya ini ditemukan di wilayah Afrika khususnya di negara-negara yang masuk dalam regional Afrika bagian Tengah.

Ia mencari mangsa dengan cara berburu, dan biasanya memakan hewan seperti zebra, rusa, jerapah, dan lainnya.

Baca Juga:

7 Serangga Terbesar di Dunia | Ngeri, Sampai Sebesar Kucing Dewasa!

6. Siput Air Tawar

hewan mematikan di dunia

Hewan paling berbahaya yang ada di dunia selanjutnya adalah siput air tawar.

Ternyata siput ini membawa cacing parasit sehingga dapat menginfeksi orang dengan lewat penyakit schistosomiasis.

Penyakit schistosomiasis ini menyebabkan rasa sakit perut yang berkelanjutan dan keluarnya darah di kotoran atau urin.

Gejala terjadi tergantung pada area tubuh yang terpengaruh saja.

Menurut WHO, diperkirakan bahwa antara 20 ribu hingga 200 ribu kematian dengan schistosomiasis.

7. Cacing Gelang

hewan mematikan di dunia

Dilansir dari jurnal PLOS, cacing gelang bisa menyebabkan infeksi aschariasis yang membunuh sekitar 4.500 orang per tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa infeksi yang terjadi di usus kecil lebih banyak menyerang anak-anak daripada orang dewasa.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

Kunjungi pula Blog 99.co Indonesia untuk informasi lainnya seputar properti.

Sedang mencari properti untuk berinvestasi? Temukan lewat situs 99.co/id.

You Might Also Like