Berita Ragam

Kisah Haru Kesuksesan Hidilyn Diaz, Anak Tukang Becak yang Bikin Filipina Meraih Emas Pertama di Olimpiade

2 menit

Di balik kesuksesan Hidilyn Diaz yang membuat Filipina meraih emas pertama di Olimpiade, rupanya tersimpan kisah haru yang membuat kita termotivasi. Simak kisahnya yuk!

Hidilyn Diaz adalah seorang lifter putri yang berhasil membuat Filipina meraih emas pertama di Olimpiade.

Atlet berusia 30 tahun itu berhasil meraih medali emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Filipina di Olimpiade.

Perempuan yang akrab disapa Diaz ini sukses menyabet medali emas dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Ia bertanding di kelas 55 kg putri dan berhasil mencatatkan total angkatan 213 kg.

Diaz mengalahkan andalan China, Liao Qiuyun.

Namun di balik kesuksesannya, perjalanan Diaz meraih juara tidaklah mudah.

Berbagai rintangan menghadang lifter kelahiran Zamboanga tersebut.

Lantas seperti apa kisahnya? Simak di bawah ini!

Mengenal Hidilyn Diaz Peraih Emas Pertama di Olimpiade

Anak Tukang Becak yang Kesulitan Keuangan

Belum banyak yang mengetahui, Diaz adalah seorang putri pengemudi becak di sebuah desa miskin dekat Zamboanga.

Dia meninggalkan keluarganya sejak Desember 2019 untuk mempersiapkan diri tampil di Olimpiade.

Diaz sempat meminta donasi di Instagram pribadinya @hidilyndiaz pada Juni 2019.

Aksi itu terpaksa dilakukan karena situasi keuangannya tidak menentu.

Di sisi lain, sang atlet tampaknya tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah setempat.

“Saya mengalami kesulitan dan malu untuk meminta di sini, tapi saya tidak akan ragu melakukan ini untuk mimpi saya dan untuk negara kita membawa pulang medali emas di Olimpiade,” ujarnya dilansir dari Channelnewsasia, Selasa (27/7/2021).

Aksinya tersebut kemudian menjadi viral. Beberapa public figure pun menyumbangkan hartanya untuk sang atlet.

Tidak lama setelah posting-an Instagram tersebut diunggah, Komisi Olahraga Filipina pun bergerak dan memberi 2 juta peso (Rp579 juta) untuknya.

Perjalanan Karier Hidilyn Diaz

atlet

sumber: Reuters

Diaz sebetulnya telah meraih medali perak di Olimpiade Rio 2016.

Akan tetapi, prestasi tersebut tampaknya tidak membuatnya puas.

Pada 2018, atlet unggulan Filipina itu bekerja sama dengan pelatih top China, Gao Kaiwen.

Sang pelatih pun yang turut mengiringi perjuangan sang atlet hingga menjadi juara Olimpiade.

Kemudian pada Februari 2020, Diaz pergi berlatih di Malaysia.

Hal itu merupakan saran dari pelatih. Menurut Gao, akan lebih baik baginya saat dia fokus pada kualifikasi ke Tokyo.

Namun, beberapa minggu kemudian muncul pembatasan sosial karena pandemi Covid-19.

Pembatasan tersebut membuat Diaz harus menghadapi kenyataan tutupnya tempat gim, kurangnya akses ke peralatan angkat besi, dan ketidakpastian apakah Olimpiade akan diadakan atau tidak sama sekali.

Selama berbulan-bulan, Diaz dan timnya terjebak di sebuah blok apartemen di ibu kota Kuala Lumpur. Mereka terpaksa berlatih di dalam kamar.

Mereka pun harus berhati-hati agar tidak merusak lantai keramik saat berlatih dengan beban.

Pada Oktober tahun lalu, dia pindah ke negara bagian pantai selatan Melaka.

Mereka menempati sebuah rumah milik seorang pejabat angkat besi Malaysia.

Di sana, dia terpaksa berlatih di garasi rumah selama beberapa bulan.

Barbel bertebaran di gym dadakan tersebut, tetapi semangat Diaz tidak goyah.

Kini, segala kesulitan telah terbayar. Dia akan disambut sebagai pahlawan ketika kembali ke Filipina.

“Saya tidak tahu apakah saya seorang pahlawan nasional,” katanya setelah memenangkan emas bersejarah Olimpiade.

“Tapi saya bersyukur Tuhan menggunakan saya untuk menginspirasi semua generasi muda dan semua orang Filipina untuk terus berjuang selama pandemi ini,” sambungnya.

***

Itulah kisah atlet Hidilyn Diaz yang membanggakan negaranya.

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan impian di Bali?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Bogor Raya Residence.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts