Tips & Trik

Hindari Kesalahan Ini Saat Viewing Properti

18 September 2015
viewing property

Membeli properti adalah komitmen jangka panjang yang membutuhkan biaya besar. Karena itu, Anda tidak bisa hanya mengandalkan informasi dari brosur atau penjelasan lisan pihak pengembang atau penjual individu mengenai properti idaman. Kalau memang  menyukai apa yang Anda dengar dari pihak marketing, Anda harus datang dan melihat langsung properti tersebut sebelum memutuskan apakah Anda akan melanjutkan ke proses pembelian. Langkah ini disebut viewing properti.

Walaupun terdengar sangat mudah dan sederhana, proses viewing properti bisa menjadi tugas yang menantang. Ada kemungkinan Anda tidak mendapat informasi yang cukup mengenai properti tersebut sehingga sulit mengambil keputusan. Jika itu terjadi, artinya Anda tidak melakukan proses ini dengan benar.

Sebelum menjadwalkan viewing, pahami dulu apa saja yang harus Anda cermati pada properti tersebut.

Sebaiknya hindari sejumlah kesalahan di bawah ini. Simak ulasan lengkapnya, yuk!

Bersikap subyektif dan emosional

Seringkali calon pembeli mengambil keputusan berdasarkan intuisi dan kesan pertama mereka terhadap properti yang dilihat. Memang, kedua hal tersebut sangat berguna dalam beberapa situasi. Namun, ketika membeli properti, Anda harus bersikap obyektif dan logis karena ini merupakan keputusan besar. Cermati properti dengan seksama dan pastikan semua bagian rumah dalam kondisi baik.

Tidak mengecek properti secara seksama

Calon pembeli kadang lebih mementingkan faktor luas bangunan dan tata letak ruang ketika tengah meninjau properti. Namun, sebaiknya Anda melakukan berbagai pengecekan untuk memastikan properti tersebut masih dalam kondisi layak, apalagi untuk rumah second.

Periksa kondisi struktur bangunan, kondisi atap dan dinding serta fungsi utilitas seperti keran air dan listrik. Gunakan juga indera penciuman Anda untuk memeriksa apakah properti tersebut mengalami masalah jamur. Jika properti memiliki sejumlah kekurangan, bukan berarti Anda harus membatalkan rencana membeli. Anda justru bisa menggunakan hal ini untuk melakukan negosiasi harga kepada developer atau penjual.

Hanya fokus pada properti

Memang, rumah atau apartemen yang Anda incar adalah faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan pembelian. Akan tetapi, Anda pun harus mempertimbangkan beberapa faktor pendukung seperti lingkungan, lokasi dan tetangga sekitar.

Perhatikan apakah lokasi properti memiliki akses transportasi umum yang mudah. Cek juga bagaimana lingkungan maupun tetangga-tetangga sekitar tempat properti Anda berada, jangan sampai Anda terjebak membeli properti di lingkungan yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi atau berada di dekat kawasan hiburan malam yang mengganggu ketenangan.

Pertimbangkan juga biaya perawatan atau maintenance yang harus Anda bayar nantinya, perhitungkan dengan jumlah penghasilan Anda dan putuskan apakah Anda sanggup membayar kewajiban tersebut di kemudian hari.

Terburu-buru dalam melakukan viewing

Pastikan Anda menghabiskan waktu cukup lama ketika meninjau sebuah properti, setidaknya 15 hingga 30 menit. Selain dapat memeriksa kondisi properti, Anda juga bisa mendapatkan bayangan seperti apa jika Anda tinggal di properti tersebut.

Hanya melakukan viewing properti satu kali

Memang, viewing properti bisa menjadi tugas yang melelahkan dan menghabiskan banyak waktu. Namun, sebaiknya Anda meninjau properti incaran sebanyak dua hingga tiga kali, dan pada saat yang berbeda.

Misalnya, pada viewing pertama Anda tiba di pagi hari, maka viewing berikutnya Anda bisa datang pada sore dan malam hari. Ini penting agar Anda dapat melihat perbedaan suasana sekitar properti. Bisa saja, di pagi hari lingkungannya sangat tenang, namun di sore hari Anda dihadapkan pada suasana ramai dan bising karena lokasi tersebut menjadi salah satu rute utama commuter.

Untuk memudahkan Anda mengingat faktor-faktor yang harus dicek saat melakukan viewing properti, Anda bisa mencatat pertanyaan-pertanyaan berikut dan membawanya saat datang ke properti:

  1.       Apakah struktur bangunan properti masih baik?
  2.       Apakah ada masalah seperti jamur/rayap/kebocoran pada properti?
  3.       Apakah properti memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk kebutuhan Anda?
  4.       Apakah ruangan-ruangannya sesuai dengan kebutuhan Anda?
  5.       Bagaimana kondisi cat interior maupun eksterior properti?
  6.       Apakah atap properti masih dalam kondisi bagus, mengingat penggantian atap relatif mahal?
  7.       Bagaimana instalasi listrik pada properti?
  8.       Apakah pipa dan saluran air masih memiliki kondisi layak?
  9.       Apakah properti memiliki kekedapan suara yang cukup?
  10.   Seperti apa lingkungan sekitar properti?
  11.   Apakah saluran pembuangan air di area properti berfungsi dengan baik?

Selamat ‘berburu’ properti!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga :  7 Manfaat dari Silical Gel yang Jarang Orang Ketahui. Ternyata…

You Might Also Like