Berita

Hindari Penggunaan 5 Kata Kunci Ini Saat Mengiklankan Rumah

26 Januari 2017
Kata Kunci Iklan Rumah
2 menit

Judul iklan sering diibaratkan sebagai gerbang masuknya pembeli untuk tahu lebih banyak soal rumah yang dijual seseorang. Supaya mereka mau masuk atau meng-klik iklan, tentu judul tersebut pun sebaiknya dibuat menggoda. Selain itu, menyertakan setidaknya satu kata kunci yang sering dicari calon pembeli pun harus dilakukan agar iklan mudah ditemukan.

Ngomong-ngomong soal kata kunci nih Urbanites. Ternyata ada lho beberapa pilihan kata yang sudah enggak ampuh lagi bikin iklan rumahmu diminati. Bisa-bisa iklan rumahmu cuma dianggap guyonan dan pada akhirnya, kesempatannya terjual pun jadi semakin kecil.

Enggak mau kejadian ‘kan? Makanya, cari tahu kata kunci apa saja yang sebaiknya tidak perlu kamu gunakan untuk mempermanis judul iklan rumahmu di bawah ini

Murah

Percaya atau enggak, ternyata kata “murah” dianggap tidak begitu menarik lagi bagi para calon pembeli properti. Hasil wawancara dengan beberapa agen properti yang bergabung di UrbanIndo pun menyatakan bahwa “murah” sudah tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan saat menawarkan properti ke klien.

Kita tahu, rumah merupakan barang dengan harga yang tergolong mahal. Ketika kamu menggunakan kata kunci tersebut, para calon pembeli malah bisa jadi tidak percaya. Hal itu karena murah bersifat relatif. Mereka pun akan menganggap itu hanya sebagai iming-iming atau pemanis saja.

Itu sebabnya hindari kata kunci ini dan lebih to the point dengan menyebutkan harganya saja. Apabila memang merasa harganya murah, kamu bisa menyampaikannya dengan kalimat “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.

You Might Also Like