Hukum

Camat Bisa Menjadi PPAT Sementara, Berapa Honornya?

11 April 2018
honor-Camat-jadi-PPAT-Sementara

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bertugas membuat akta otentik atas tanah.

Nah, pernahkah Anda mendengar PPAT Sementara?

Siapakah itu dan bagaimana degan honornya?

Ternyata seorang Camat juga bisa lho jadi PPAT Sementara.

Yuk, kita bahas!

Pengertian PPAT dan PPAT Sementara

Sebelum membahas lebih lanjut, kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian PPAT dan PPAT Sementara.

Terkait hal ini, kita akan mengacu pada:

PP No. 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP No. Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Di dalam Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan bahwa:

“Pejabat Pembuat Akta Tanah, selanjutnya disebut PPAT, adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.”

Lalu, apa yang dimaksud dengan PPAT Sementara?

Nah, sesungguhnya PPAT Sementara memiliki tugas yang sama dengan PPAT.

Biasanya, PPAT Sementara ini ada karena di suatu daerah belum ada PPAT.

Lebih jelasnya, hal ini ada dalam Pasal 1 Ayat 2 berikut ini:

Baca Juga :  Ini Dia Hukuman Pidana Bagi Perusak Dinding Rumah

“PPAT Sementara adalah Pejabat Pemerintah yang ditunjuk karena jabatannya untuk melaksanakan tugas PPAT dengan membuat akta PPAT di daerah yang belum cukup terdapat PPAT.”

Kini sudah jelas ‘kan apa yang dimaksud dengan PPAT Sementara?

Tugas PPAT Sementara

Di poin sebelumnya sudah dijelaskan bahwa PPAT Sementara berperan sebagai pelaksana tugas PPAT.

Apakah itu berarti semua tugasnya sama?

Kalau begitu, perlu diketahui dulu tugas pokok PPAT yang tercantum dalam PP No. 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Pada Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan bahwa:

“PPAT bertugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun, yang akan dijadikan dasar bagi pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum itu.”

Di dalam Pasal 1 Ayat 2 dijelaskan bahwa tugas PPAT terdiri dari:

  1. Jual beli;
  2. Tukar menukar;
  3. Hibah;
  4. Pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng);
  5. Pembagian hak bersama;
  6. Pemberian Hak Guna Bangunan/Hak Pakai atas tanah Hak Milik;
  7. Pemberian Hak Tanggungan;
  8. Pemberian kuasa membebankan Hak Tanggungan.
Baca Juga :  Mau Mengajukan KPR? Ini Lho Kriteria Rumahnya

Tugas-tugas tersebut pun menjadi tugas PPAT Sementara.

Kenapa?

Tentu seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, seorang PPAT Sementara ditunjuk untuk melaksanakan tugas PPAT.

Honorarium PPAT Sementara

Jika ditelaah lagi, PPAT Sementara bisa dibilang berperan menggantikan PPAT di suatu daerah.

Apakah honor atau uang jasanya sama dengan PPAT?

Terkait hal ini juga ada di dalam PP yang sama, tepatnya Pasal 32 Ayat 1 PP No. 24 Tahun 2016:

“Uang jasa (honorarium) PPAT dan PPAT Sementara, termasuk uang jasa (honorarium) saksi tidak boleh melebihi 1% (satu persen) dari harga transaksi yang tercantum di dalam akta.”

Jadi, meskipun transaksi Anda dilakukan oleh PPAT Sementara, pembayaran yang dilakukan tetap sama saja.

Di dalam Pasal yang sama juga dijelaskan bahwa PPAT dan PPAT Sementara dilarang melakukan pungutan di luar ketentuan yang ada.

Selain itu, keduanya wajib memberikan jasa tanpa memungut biaya kepada seseorang yang tidak mampu.

Sudah jelas bukan?

Anda juga bisa temukan beragam bahasan hukum properti lain hanya di Blog UrbanIndo!

Baca Juga :  Jual-Beli Tanah? Penjual dan Pembeli Wajib Bayar Pajak Ini!
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like