Berita Properti

Hotel Majapahit, Saksi Bisu Sejarah Perang Terbesar di Indonesia

9 November 2017
2 menit

Selamat hari Pahlawan!

Kali ini UrbanIndo mengajak Anda untuk mengingat peristiwa bersejarah yang berhubungan dengan peringatan hari Pahlawan tanggal 10 November. Nah, salah satu tempat bersejarahnya ini ada di Surabaya, tepatnya Hotel Yamato yang kini berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

Apa Kaitannya dengan Hari Pahlawan?

Jika Anda mencari sejarah peringatan hari Pahlawan, tentu akan menemukan pembahasan mengenai “insiden Hotel Yamato”. Apakah itu? Ternyata, hotel yang terletak di Jalan Tunjungan No. 65, Surabaya ini merupakan tempat perobekan bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru menjadi bendera Indonesia yang berwarna merah-putih.

Terjadinya insiden tersebut memicu pertempuran pertama antara Indonesia dengan tentara AFNEI. Bermula dari serangan kecil, ternyata berlanjut hingga memakan banyak korban dari kedua belah pihak.

Melihat hal tersebut, Jenderal D.C. Haetorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi, namun sayangnya hal tersebut gagal dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby. Kejadian tersebut memicu pihak Inggris untuk mengeluarkan ultimatum 10 November yang merupakan pertempuran besar dalam sejarah dan kini diperingati sebagai hari Pahlawan.

Kenapa Berganti Nama?

Sebelum bernama Hotel Majapahit, hotel yang satu ini dikenal sebagai Hotel Oranje yang sudah didirikan sejak tahun 1910. Selanjutnya, saat Perang Dunia II, tepatnya tahun 1942 hingga 1945, namanya diubah menjadi Hotel Yamato dan ketika itu digunakan sebagai markas pasukan Jepang.

Terjadinya insiden perobekan bendera Belanda membuat nama Hotel Yamato terkenal bahkan hingga saat ini. Sejak terjadi Pertempuran Surabaya, hotel ini kembali berganti nama menjadi Hotel Merdeka (Independence Hotel)

Tak cukup sampai di situ, ketika kerabat dari sang pendiri hotel mengelola kembali pada tahun 1946, hotel ini diubah namanya menjadi Lucas Martin Sarkies Hotel. Pada akhirnya, tahun 1969 terjadi pergantian kepemilikan dan diberi nama sebagai Hotel Majapahit yang kita kenal hingga saat ini.

Perlu Anda ketahui bahwa pada tahun 2014, Hotel Majapahit diakui secara resmi menjadi landmark budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Surabaya.

Hotel Majapahit Saat Ini

Setelah mengetahui sejarahnya, ternyata Hotel Yamato ini berganti nama menjadi Hotel Majapahit dan masih berdiri kokoh hingga sekarang. Letaknya sendiri berada di jantung Kota Surabaya, sehingga dapat dikatakan sangat strategis.

Anda pun bisa mengujungi Hotel Majapahit hanya dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Juanda. Tak hanya itu, di sekitar penginapan pun terdapat Monumen Kapal Selam yang dapat ditempuh hanya dalam 12 menit.

Hotel bintang 5 yang satu ini juga menawarkan kamar tidur yang berlapis emas dan marmer. Di luar fasilitas umum seperti WiFi, tv kabel, dan AC, kamar Hotel Majapahit juga dilengkapi dengan brankas dan ruang kerja yang luas.

Uniknya lagi, pengunjung akan dimanjakan dengan fasilitas tambahan berupa spa. Layanan ini pun menawarkan berbagai perwatan untuk kesehatan dan kecantikan yang mampu menyegarkan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Tertarik berkunjung ke Surabaya? Jangan lupa kunjungi tempat bersejarah yang merupakan saksi bisu awal mula diperingatinya hari Pahlawan ini!

Kunjungi terus Blog UrbanIndo untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!

You Might Also Like