Berita

Hotel Syariah dan Konvensional, Apa Bedanya?

2 menit

Urbanites, ternyata bukan hanya KPR saja lho yang dibedakan menjadi konvensional dan syariah, tapi juga pengelolaan properti khususnya hotel. Dewasa ini, hotel syariah makin dikembangkan oleh banyak pengusaha karena dianggap sebagai investasi yang menjanjikan. Lalu, apa sih sebenarnya perbedaan hotel syariah dengan penginapan yang sudah ada pada umumnya? Simak ulasannya berikut ini yuk.

Tidak ada yang perbedaan yang mencolok antara hotel syariah dengan hotel pada umumnya, baik itu secara fungsi, struktur bangunan, mau pun isinya. Seperti yang kita tahu dan lihat, hotel-hotel konvensional memberikan kebebasan kepada setiap tamu yang akan dan tengah menginap di sana. Sementara itu pada hotel syariah, seluruh pengelolaan serta layanan yang diberikan harus berlandaskan syariat atau hukum Islam.

Sebagai contoh, makanan, minuman, serta produk-produk lainnya yang disajikan kepada para tamu haruslah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain hal-hal yang harus berstandar MUI, hotel-hotel syariah pun menyeleksi para tamu yang akan menginap di sana. Bukan berdasarkan suku, ras, agama, atau adat (SARA) lho, melainkan lebih ke aspek hubungan antara orang-orang yang menginap dalam satu ruangan.

Jadi begini, dua orang atau lebih yang berlawanan jenis dan tidak memiliki hubungan pertalian keluarga (bukan muhrim), tidak diizinkan untuk menginap di satu kamar tidur yang sama. Untuk menentukan tamu yang layak, sudah ada prosedur yang sesuai dan tidak melecehkan para tamu di tiap hotel tersebut Urbanites.

Tubuh yang suci sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab itu pada toilet umum di tiap lantai haruslah disediakan air yang bersih untuk bersuci sehabis buang air, bukan hanya tisu seperti yang kerap diterapkan hotel serta mal modern. Di tiap kamar pun fasilitas air bersih untuk berwudu pun merupakan hal yang wajib.

Hotel-hotel syariah pun menawarkan kenyamanan dalam hal beribadah. Maka itu di tiap kamarnya pasti dilengkapi dengan arah kiblat yang jelas, perlengkapan salat seperti sajadah, serta kitab suci Alquran. Para tamu pun bisa meminta receptionist untuk mengingatkan masuknya salat lima waktu atau berbuka puasa di kamar.

Hotel dengan konsep syariah ini disebut sebagai investasi yang menarik sebab makin banyak masyarakat yang mengetahui tentang syariat Islam. Tidak hanya itu, hotel syariah juga dinilai memberikan kenyamanan yang lebih pada para tamu, apalagi jika letaknya berada di daerah wisata yang dikelilingi tempat hiburan.

Urbanites, selain properti jenis hotel ternyata beberapa developer pun sudah ada yang mengembangkan kompleks perumahan serupa di beberapa kota di Indonesia. Penasaran dengan bentuk serta regulasinya? Tunggu ulasannya di blog UrbanIndo serta Forum Komunitas UrbanIndo ya!

Bagaimana menurut Anda tentang sektor bisnis properti syariah ini? Tuangkan ide pemikiran Anda sambil share artikel ini ke media sosial Anda yuk. Kami tunggu!

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts