Hukum

Hukum Kompensasi Listrik PLN | Bisa Minta Ganti Kalau Padam Terus?

3 menit

Listrik yang padam tentu akan sangat menyebalkan, apalagi jika pemadaman yang terjadi ini berlangsung lama atau sering. Sebenarnya kalau hal ini terjadi, apakah kita bisa minta kompensasi listrik PLN?

Ternyata, hal ini bisa dilakukan, lho!

Namun, kita tidak bisa sembarangan meminta ganti rugi.

Ada hukum serta persyaratan yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu.

Nah, agar tidak pusing, pelajari dulu tata cara dan seluk-beluk kompensasi listrik PLN secara jelas pada ulasan di bawah ini!

Hukum Kompensasi Listrik PLN. Apa yang Bisa Kita Lakukan?

1. Kompensasi Listrik PLN Tanda Pengurangan Tagihan?

kompensasi listrik pln

Pertanyaan yang satu ini mungkin sering muncul di benak sebagian besar orang.

Belum banyak diketahui, sebenarnya pengurangan tagihan ini bisa kamu dapatkan karena hal ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Lebih jelasnya, hal ini diatur dalam Perpres No. 8 Tahun 2011 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.

Lebih spesifiknya, hal ini tercantum dalam ayat 2 yang isinya

“Apabila tingkat mutu pelayanan pada masing-masing unit pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berkaitan dengan lama gangguan, jumlah ganggugan, kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah, kesalahan pembacaan meter, dan/atau waktu koreksi kesalahan rekening tidak dapat dipenuhi, maka Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan yang diperhitungkan dalam tagihan listrik pada bulan berikutnya.”

Bukan hanya dalam Perpres saja, hal terkait kompensasi listrik PLN dengan bentuk ganti rugi dari pihak PT. PLN ini pun tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No. 27 Tahun 2017.

Dalam Pasal 6 Ayat 1 tercantum:

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% (sepuluh persen) di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan, untuk indikator

  1. lama gangguan;
  2. jumlah gangguan;
  3. kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah;
  4. kesalahan pembacaan kWh meter;
  5. waktu koreksi kesalahan rekening; dan/atau
  6. kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan rendah.

Baca Juga:

16 Hal Sepele yang Bikin Tagihan Listrik PLN Bengkak

2. Berapa Jumlah Ganti Rugi Kompensasi PLN?

kompensasi listrik pln

Nah, kalau memang akan mendapatkan ganti rugi dari pihak PT PLN, lalu berapa yang akan didapatkan?

Terkait hal ini pun dibahas dalam pasal dan ayat yang sama pada Permen ESDM No. 27 Tahun 2017 yang sudah kita bahas di poin sebelumnya.

Pada Pasal 6 Ayat 2 huruf a dan b tercantum bahwa:

(1a) Pengurangan tagihan listrik kepada konsumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sebesar:

  1. 35% (tiga puluh lima persen) dari Biaya Beban atau Rekening Minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment); atau
  2. 20% (dua puluh persen) dari Biaya Beban atau Rekening Minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

(1b) Untuk konsumen listrik pada tarif tenaga listrik prabayar, pengurangan tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disetarakan dengan pengurangan tagihan pada konsumen listrik pada tarif tenaga listrik reguler dengan Daya Tersambung yang sama.

Perlu kamu ketahui juga bahwa pengurangan tagihan ini baru akan diperhitungkan pada tagihan pembayaran listrik di bulan berikutnya.

Hal ini berlaku untuk tagihan listrik biasa maupun pembelian token listrik prabayar.

3. Ganti Rugi Tidak untuk Semua Hal

Setelah di poin-poin sebelumnya membahas mengenai pengurangan tagihan, ternyata tidak semua bisa kita mintai ganti rugi.

Kenapa?

Dalam hal ini, PT. PLN memang diberi kebebasan untuk memberikan pengurangan tagihan listrik berdasarkan lama dan jumlah gangguan.

Terkait hal ini, aturannya memang tercantum di dalam Pasal 8 Permen ESDM No.27 Tahun 2017.

Dalam pasal tersebut tercantum bahwa PT PLN tidak diwajibkan mengurangi tagihan listrik jika disebabkan oleh kahar.

Apa yang termasuk kahar?

Dalam Pasal 8 Ayat 2, dijelaskan seperti ini:

“Sebab kahar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan sebab di luar kemampuan kendali PT PLN (Persero) meliputi kekacauan umum, huru-hara, sabotase, kerusuhan, demonstrasi dengan kekerasan, pemogokan, kebakaran, banjir, tanah longsor, gempa bumi, akibat kecelakaan, bencana alam lainnya, atau perintah instansi yang berwenang.”

Pada intinya, kita sebagai pengguna listrik memang dapat mengajukan pengurangan tagihan listrik jika terdapat banyak gangguan yang berasal dari PT. PLN.

Pengurangannya pun baru bisa didapatkan pada pembayaran listrik di bulan berikutnya.

Baca Juga:

PLN Berikan Token Listrik Gratis, Begini Langkah Mudah untuk Mendapatkannya. Coba, Yuk!

Kini sudah tahu kan apa hak yang bisa kita dapatkan?

Semoga bermanfaat artikelnya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan pilihan properti idaman di 99.co/id

***SAM/IQB

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts