Hukum

Terbiasa Menaruh Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan? Ini Sanksinya!

11 Desember 2019
tumpukan sampah
2 menit

Apakah Sahabat 99 pernah melihat tetangga yang menaruh tumpukan sampah di pinggir jalan rumah? Atau jangan-jangan, kalian sendiri yang pernah melakukannya? Hati-hati, ada hukuman yang siap menjerat kebiasaan ini. Tak main-main, sanksi berat siap menunggu! Yuk, simak penjelasannya…

Perlu diketahui Sahabat 99…

Kebiasaan menaruh tumpukan sampah di pinggir jalan ternyata bisa memicu gugatan bagi sang pelaku.

Faktanya, hal tersebut dilakukan atas dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Perlu kalian ketahui bahwa Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Bukan hanya itu, ternyata ada juga UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Baca Juga:

Ingatkan Soal Polusi, Artis Ini Daur Ulang Sampah Jadi Karya Seni Indah

Pada Pasal 29 Ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan.

Terkait hal tersebut, UU juga menyebutkan bahwa akan diatur lebih lanjut dalam peraturan daerah kabupaten/kota.

Para pelakunya pun akan dijerat hukuman sesuai dengan pasal pelanggaran yang ada di daerah setempat.

Contoh Aturan Menaruh Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan

Perda di DKI Jakarta

Salah satu wilayah yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai sampah adalah DKI Jakarta. Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, persoalan ini diatur dalam Perda DKI Jakarta No.8 Tahun 2007. Isinya:

Setiap orang atau badan dilarang:

  1. mencoret-coret, menulis, melukis, menempel iklan di dinding atau di tembok, jembatan lintas, jembatan penyebrangan orang, halte, tiang listrik, pohon, kendaraan umum dan sarana umum lainnya;
  2. membuang dan menumpuk sampah di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan tempat-tempat lain yang dapat merusak keindahan dan kebersihan lingkungan;
  3. membuang air besar dan kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air.

Bukan hanya Perda tersebut, ada juga perda lain yang dimiliki oleh DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah. Perda yang sudah ada di atas dipertegas lagi oleh Pasal 126 Perda DKI Jakarta No.3 Tahun 2013. Isinya:

“Setiap orang dilarang membuang, menumpuk, menyimpan sampah atau bangkai binatang di jalan, jalur hijau, taman, sungai, kali, kanal, saluran air, fasilitas umum, fasilitas sosial dan tempat lainnya yang sejenis.”

Denda Hingga Puluhan Juta

tumpukan sampah

Setelah kita tahu mengenai peraturannya, lalu apa sanksi bagi yang melakukan?

Seperti yang sudah kita bahas di poin pertama, hukuman akan bergantung pada peraturan yang ada di setiap daerah.

Oleh sebab itu, kita bahas mengenai hukuman dari Perda yang ada di DKI Jakarta.

Bagi Sahabat 99 yang tinggal di Jakarta dan melanggar aturan dalam Perda DKI Jakarta No.8 Tahun 2007, maka bisa dikenakan ancaman pidana.

Hukumannya sendiri berupa penjara paling singkat 10 hari dan paling lama 60 hari atau denda paling sedikit Rp100.000 dan paling banyak Rp20.000.000.

Selanjutnya, ada juga hukuman bagi para pelanggar Pasal 126 Perda DKI Jakarta No.3 Tahun 2013.

Gubernur dapat memberikan sanksi administratif kepada setiap orang dengan sengaja atau terbukti membuang, menumpuk sampah dan/atau bangkai binatang ke sungai/kali/kanal, waduk, situ, saluran air limbah, di jalan, taman, atau tempat umum.

Dendanya ini berupa uang maksimal Rp500.000.

Baca Juga:

Mau Jadi Kaya dari Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik? Ini Panduannya!

Nah, itu dia sanksi terkait siapa saja yang menaruh tumpukan sampah di pinggir jalan.

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Apakah di daerahmu ada Perda serupa? Yuk, share lewat kolom komentar.

Simak informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

You Might Also Like