Hukum

Hukuman yang Bisa Timbul Akibat Pohon di Halaman Rumah

13 Juli 2016
1 menit

Pernah mendengar kasus tetangga yang menanam pohon lalu terjerat hukuman pidana dan perdata? Kejadian ini memang benar adanya, Urbanites. Wah, seperti apa ya? Sebaiknya baca artikel ini sampai selesai agar terhindar dari hukuman pidana dan perdata.

Apabila Anda atau tetangga di sebelah rumah menanam sebuah pohon dan merugikan, sebaiknya berhati-hatilah. Memang merugikan seperti apa sih? Misalnya begini, tetangga Anda menanam sebuah pohon dan ketika tumbuh besar, pohon tersebut merusak bagian rumah Anda. Hal ini tentunya cukup merugikan bukan?

Pertama kita bahas terlebih dahulu hukuman pidana yang dapat menjeratnya. Pelaku tindakan di atas dapat dihukum dengan Pasal 201 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang isinya sebagai berikut:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

  1. dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;
  2. dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;
  3. dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

Sebenarnya, pasal di atas tidak berbeda jauh dengan pasal 200 KUHP. Letak perbedaannya hanya jika perbuatan yang dilakukan adalah sengaja, maka akan terkena pasal 200 KUHP. Namun, apabila perbuatannya dilakukan dengan tidak disengaja, maka akan terkena pasal 201 KUHP. Dengan kata lain, pasal diatas hanya berlaku apabila pohon tersebut ditanam dengan tidak sengaja.

Nah, kemudian perbuatan ini juga ternyata melanggar hukum perdata. Oleh sebab itu, jika tetangga Anda melakukan hal ini, maka ia melanggar Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Berikut isi dari pasal tersebut:

“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian.”

Dalam kasus seperti ini, sebaiknya ditinjau kembali apakah perbuatan tetangga Anda memang benar-benar merugikan. Sebelum membawanya ke ranah hukum, bicarakan terlebih dahulu secara baik-baik. Jika tetangga Anda tidak mau mendengaran dan tidak menemukan titik terang, barulah bawa masalah ini ke ranah hukum.

Hmm… ternyata hal yang mungkin menurut beberapa orang tergolong sepele terdapat aturan hukumnya, ya. Nah, sebaiknya lebih berhati-hati dan saling menghargai.

Yuk, beritahu keluarga, kerabat, dan tetangga Anda dengan cara share artikel ini di media sosial!

You Might Also Like