Berita

Diusulkan Fadli Zon Jadi Ibukota, Memang Ada Apa di Jonggol?

20 Agustus 2019
jonggol jadi ibu kota
2 menit

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menganggap bahwa memindahkan ibu kota ke Jonggol lebih efisien daripada rencana Jokowi yang hendak memindahkannya ke Kalimantan.

Rencana pemindahan ibu kota sebelumnya sudah dipastikan oleh Jokowi akan dipindahkan ke Kalimantan dengan 2 skema yang sudah disiapkan.

Skema pertama adalah mengenai biaya pemindahan yang mencapai Rp466 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan lahan sebesar 40 ribu hektare serta 1,5 juta jiwa yang terdiri dari ASN, pelaku ekonomi, serta anggota TNI dan Polri.

Kemudian, skema kedua membutuhkan anggaran sebesar Rp322 triliun yang melibatkan lahan sebesar 30 ribu hektare.

Tak hanya itu, terdapat pula 870 jiwa yang terdiri dari ASN, pelaku ekonomi, serta TNI dan Polri yang akan diboyong.

Lalu, sebenarnya hal apa yang membuat sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor dirasa menjadi opsi yang lebih cocok sebagai ibu kota negara?

Kelebihan Jonggol menurut Pengamat Perancang Kota

jonggol

Seperti dilansir di finance.detik.com, Sibarani Sofyan yang merupakan Pengamat Perancang Kota menyebut bahwa setiap kota pasti memiliki kelebihan untuk dijadikan ibu kota.

Menurutnya, Jonggol memiliki keunggulan dalam soal lokasi karena daerahnya yang cukup berdekatan dengan ibu kota saat ini.

“Dekat dan bisa dilakukan dengan metode lebih mudah tanpa isu lintas pulau,” ungkapnya kepada detikFinance.

Dengan lokasi yang relatif lebih dekat dengan ibu kota saat ini, pencarian sumber daya manusia dan ahli yang diperlukan untuk membangun ibu kota baru bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Baca Juga:

Inikah Rancangan Ibu Kota Baru Indonesia di Masa Depan?

Terlebih, Jonggol juga sudah dilengkapi dengan infrastruktur pendukung.

Hal ini dinilai akan membuat pembangunan di sana lebih efisien karena tidak perlu membangun infrastruktur pendukung terlebih dahulu.

“Ketersediaan infrastruktur pendukung juga lebih mudah dan sudah ada jaringan-jaringan level Jabodetabek,” ujar Sibarani sembari menutup.

Kekurangan dari Pemindahan Ibu Kota ke Daerah Bogor

Tentunya, kota yang satu ini juga tidak luput dari kekurangan yang mengancam.

Salah satu permasalahan yang harus dihadapi jika ibu kota pindah ke sana adalah lahannya yang sudah banyak dikuasai oleh banyak individu.

Hal tersebut akan mempersulit pemerintah untuk mengontrol harga tanah di sana.

Lalu, daerah di kawasan Jabodetabek pun bisa dibilang sudah terlalu padat dan lokasinya juga sangat dekat dengan Jakarta.

“Memindahkan ibukota di sela-sela Jabodetabek mungkin tidak memberi manfaat pengurangan masalah atau isu-isu kota Jakarta antara lain kemacetan, kekurangan air bersih, energi, dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, pola pergerakan staf pemerintahan kemungkinan akan tetap berkomuter di tempatnya masing-masing.

Dengan kata lain, tujuan untuk memberikan efek berlipat pada ibu kota baru, termasuk dalam bidang ekonomi, tidak akan tercapai.

Terakhir, pemindahan ibu kota ke daerah Bogor juga akan membuat target mengurangi Jawa sentris dan pemerataan ke daerah menjadi tidak tercapai.

***

Baca Juga:

20 Kota Paling Toleran & Intoleran di Indonesia. Jakarta Masuk Mana?

Semoga artikel ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan tulisan terbaru lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, cari rumah impianmu hanya di 99.co/id!

You Might Also Like