Berita Properti

Semakin Asri! Indonesia akan Tambah Ruang Terbuka Hijau

3 Juli 2017
1 menit

Semakin berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) sempat menjadi perhatian. Disadari atau tidak, kurangnya RTH ini diiringi dengan gencarnya pembangunan properti. Di sisi lain, ternyata kini Indonesia sudah memiliki ratusan RTH dan masih akan ditambah. Berikut penjelasannya!

Sudah Ada 247 Titik RTH

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR ini sudah dilakukan sejak tahun 2011. Selama lima tahun, yaitu dari 2011 hingga 2016, Indonesia sudah memiliki 247 titik RTH yang ada di berbagai daerah dan luasnya mencapai 249,2 hektare.

Banyaknya RTH tersebut tentu didukung oleh peran pemerintah daerah. Buktinya saja ada 165 kabupaten/kota yang ikut serta dalam program P2KH. Jumlah ini tentu bertambah dari sebelumnya yang hanya ada 60 kabupaten/kota yang ikut serta.

Hal yang paling penting adalah komitmen dari masing-masing kepala daerah untuk mewujudkan kota hijau. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menyampaikan surat minat dan proposal Rencana Aksi Kota Hijau (RAKH) dari Pemda. Selanjutnya, dilakukan penandatangan piagam komitmen kota hijau oleh kepala daerah.

Masyarakat Semakin Terlibat

Bukan hanya melibatkan pemerintah daerah, program yang satu ini juga nyatanya mampu melibatkan semua lapisan masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya komunitas hingga aksi terkait ruang hijau.

Dilansir dari properti.kompas.com, hingga saat ini sudah tercatat ada 165 Forum Komunitas Hijau, 500 komunitas hijau dengan 4.000 penggiatnya, 200 festival, dan 250 aksi pentingnya kota hijau. Aksi tersebut pun telah melibatkan sekitar 75.000 orang.

Tambahan RTH Tahun 2017

Jumlah tersebut bisa dibilang sudah mencapai hasil yang positif. Meskipun demikian, pada tahun 2017 ini pemerintah masih akan terus menggenjot program yang satu ini. Berdasarkan data yang didapat, sudah ada sembilan kabupaten/kota yang akan mengikuti P2KH.

Sebenarnya, P2KH ini bukan hanya mendorong kepedulian terhadap isu RTH, namun pemerintah setempat bisa melakukan inventarisasi aset tanah. Aset tersebut bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai alun-alun, namun bisa juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik.

Program yang satu ini pun bersinergi dengan Indikator Kunci Performa Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian PU-Pera tahun 2019. Salah satu targetnya adalah adanya 67 bangunan gedung negara yang diarahkan menjadi bangunan ‘gedung hijau’. Penambahan RTH di seluruh Indonesia pun menjadi 14%.

Semoga RTH di Indonesia, khususnya di daerah Anda semakin banyak dan berkembang, ya!

You Might Also Like