Berita, Berita Properti

Infrastuktur Masif, Kenaikan Gain Technopolis Capai 30%

3 Juli 2017
technopolis
1 menit

Bukan rahasia umum, harga tanah di Kota Jakarta kini sudah teramat tinggi. Karena itu, kini wilayah residensial pun akhirnya harus menjalar ke luar Jakarta―yang berarti area pinggiran Jakara. Menurut Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW), kini potensi investasi properti berada di koridor timur dan barat Jakarta.

“Cikarang dan Karawang masih potensi dengan basis ekonomi industri yang kuat. Selain itu, lokasi-lokasi yang terkoneksi dengan MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) sangatlah berpotensi,” ujarnya.

Pemerintah kini memang sedang memfokuskan pembangunan di koridor timur Jakarta mulai dari elavated toll road, LRT, MRT hingga pengerjaan kereta api Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer. Dengan kata lain, daerah-daerah yang berpotensi kini terbentang dari Bekasi, Cikarang hingga Karawang. Tak pelak, banyak pengembang besar yang sedang berekspansi di sisi timur ini.

Pollux Properties adalah salah satu pengembang yang jeli melihat peluang tersebut. Memiliki akses tepat di Tol Cikampek KM 42, mereka pun berencana Centra Business Distric (CBD) seluas 40 hektar yang akan terdiri dari 28 tower apartemen. Tak hanya itu, CBD bernama Pollux Technopolis ini juga akan dilengkapi pusat perbelanjaan, rumah sakit internasional, gedung pendidikan hingga area perkantoran.

Yang sangat menarik, tak hanya berpotensi untuk tempat tinggal, nantinya area CBD Technopolis ini akan menyimpan gain yang cukup tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Maikel Tanuwidjaja, Direktur Sales & Marketing Pollux Properties kepada 99.co. “Kenaikan gain di sini diprediski mencapai angka 15-30%, ungkap Maikel beberapa waktu lalu.

Angka ini tentu terbilang wajar mengingkat infrastuktur yang kini memang sedang digenjit di wilayah ini. Menurut Maikel, nantinya Kereta Api cepat Jakarta-Bandung akan melewati daerah Karawang. “Nantinya di Karawang Barat ada stasiun kereta api cepat,” ungkap Maikel.

Tak Cuma itu, kenaikan gain di Technopolis juga dipicu adanya elevated tol yang nantinya akan membentang dari Tol Cikunir dan turun di Tol Cikarang. Dengan begitu, tak hanya akan memiliki transportasi umum yang cepat dan nyaman, kemacetan pun dapat berkurang dengan beroperasinya tol bertingkat tersebut.

Dengan gain 15-30%, maka jika apatemen studio dijual dengan harga Rp290 juta, maka asumsi kenaikan harganya adalah Rp87 juta per tahun (dengan asumsi kenaikan gain mencapai 30%). Angka ini tentu sangat menarik bagi para investor properti yang ingin membenamkan uangannya untuk investasu. Tak usah muluk-muluk 30% . Dengan kenaikan gain minim yakni hanya sebesar 15%, maka kenaikan harga apartemennya disinyalir mencapai Rp43,500,000 per tahun.

You Might Also Like