Finansial Investasi

Mengenal Investasi Dinar & Dirham, Solusi Penanaman Dana Syariah | Ini Plus Minusnya!

3 menit

Tahukah kamu, ada banyak sekali jenis investasi di Indonesia? Salah satunya adalah investasi dinar dan dirham, yang diyakini lebih aman dari segi agama. Yuk, pelajari lebih lanjut!

Banyak orang yang ragu untuk berinvestasi karena takut akan riba.

Padahal, ada banyak alternatif penanaman dana yang sesuai dengan syariat Islam lo.

Misalnya saja investasi dinar dan dirham yang kini mulai marak di Indonesia.

Jika kamu ingin mengenal lebih jauh jenis investasi ini, simak uraian berikut ya.

Apa Itu Dinar dan Dirham?

uang dirham

Sumber: islamidia.com

Menurut hukum syariat Islam, istilah ‘dinar’ merujuk pada koin emas murni dengan berat 1 mitsqal atau 1/7 troy ounce.

Sementara ‘dirham’ menurut ketentuan Open Mithqal Standard (OMS) adalah kepingan koin perak murni seberat 1/10 troy ounce.

Kedua koin ini sudah sejak lama digunakan sebagai alat perdagangan resmi, terutama di negara-negara Timur Tengah.

Sebab nilainya cenderung stabil dan perhitungan harganya sesuai dengan syariat agama Islam.

Tak hanya alat perdagangan, dinar dirham pun digunakan untuk membayar zakat, mahar, serta alat investasi, atau penanaman dana.

Kini di Indonesia sudah mulai banyak yang melirik kepingan dinar dan dirham sebagai alternatif investasi.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pun turut memproduksi dinar dengan bobot 4,25 gram dan kualitas 22 karat.

Jenis-Jenis Dinar dan Dirham

1. Koin Dinar Au

aurum dinar

Pertama, ada koin dinar Au atau koin dinar aurum (emas).

Koin ini memiliki kandungan emas 91,7% atau sebesar 22 karat.

Pada bagian depan ada gambar Masjidil Haram dan jika dibalik kamu akan melihat dua kalimat Syahadat.

Hal ini membuat koin dinar Au cukup popular digunakan sebagai mahar atau mas kawin.

Ada lima jenis koin dinar Au yang diproduksi yakni:

  • Koin ¼ dinar Au diameter 15 mm dan berat 1,06 gram
  • Koin ½ dinar Au diameter 20 mm dan berat 2,13 gram
  • Koin 1 dinar Au diameter 23 mm dan berat 4,25 gram
  • Koin 2 dinar Au diameter 26 mm dan berat 8,5 gram
  • Koin 4 dinar Au diameter 29 mm dan berat 17 gram

Baca Juga:

Bingung Beli Rumah atau Tanah untuk Investasi? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

2. Koin Dinar FG

dinar fine gold

Koin dinar yang kedua adalah koin dinar FG (fine gold).

Kepingan ini mengandung emas murni sebesar 99,99% atau 24 karat.

Berbeda dengan koin dinar Au, bentuk koin dinar FG tampak lebih sederhana.

Hanya ada logo khas logam mulia (LM) dan tulisan fine gold di permukaannya.

Ada empat jenis koin dinar FG yang diproduksi Antam, yakni:

  • Koin ¼ dinar FG diameter 15 mm dan berat 1,06 gram
  • Koin ½ dinar FG diameter 20 mm dan berat 2,13 gram
  • Koin 1 dinar FG diameter 23 mm dan berat 4,25 gram
  • Koin 2 dinar FG diameter 26 mm dan berat 8,5 gram

3. Koin Dirham Ag

koin dirham ag

Koin dirham Ag memiliki kadar perak sebesar 99,95% di dalamnya.

Ag sendiri merujuk pada bahasa latin dari logam perak, yakni argentum.

Dipermukaan kepingan dirham kamu akan melihat ukiran gambar Masjid al Aqsa dan dua kalimat Syahadat dibaliknya.

Berbeda dengan koin dinar, koin dirham hanya diproduksi dalam dua jenis saja, yakni:

  • Koin 1 dirham Ag diameter 25 mm dan berat 2,97 gram
  • Koin 5 dirham Ag diameter 27 mm dan berat 14,87 gram

Keuntungan dan Risiko Investasi Dinar Dirham

keuntungan investasi dinar dirham

1. Keuntungan Investasi Dinar dan Dirham

Jika kamu tertarik pada investasi syariah, maka dinar dan dirham adalah piliha tepat.

Hal ini karena nilai kepingan koin ini sesuai dengan syariat Islam dan bebas dari riba.

Kenaikan nilainya buka disebabkan oleh riba atau bunga, hal yang menjadi kekhawatiran utama umat Muslim.

Kepingan ini pun mampu melewati inflasi, sebab material utamanya adalah logam mulia.

Justru nilai logam mulia akan terus naik dari waktu ke waktu.

Selain itu, meski tak familiar digunakan di Indonesia, kepingan logam mulia ini merupakan alat tukar global.

Dinar dan dirham diakui sebagai alat tukar di pasar global dan memiliki sifat likuid.

Bahkan jika menjualnya di komunitas, harga dinar dan dirham bisa lebih tinggi dibandingkan harga jual di pasaran.

2. Risiko Investasi Dinar dan Dirham

Semua instrumen investasi, baik yang syariah dan tidak, tentu memiliki risiko Sahabat 99.

Sebelum memilih jenis investasi ini, kamu perlu mengenali dulu risikonya.

Risiko investasi dinar dan dirham adalah:

  • Koin dinar dan dirham memiliki ongkos produksi sehingga nilainya lebih mahal dari emas batangan dengan berat yang sama.
  • Jika dinar dan dirham dijual di toko perhiasan yang dihitung hanya bahan bakunya saja.
  • Koin dinar memiliki pajak sebesar 10% karena dikategorikan sebagai perhiasan di Indonesia.

Baca Juga:

Halal dan tanpa Riba, Ini Cara Investasi Saham Syariah yang Harus Kemu Ketahui | Dilengkapi Seluk-beluk

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin membeli hunian di kawasan perumahan citra raya?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan properti menarik!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts