Finansial Investasi

Panduan Lengkap Peer to Peer Lending. Wajib Tahu sebelum Daftar!

3 menit

Investasi peer to peer lending merupakan pilihan tepat untuk membangun masa depan yang aman dalam segi finansial.

Bagaimana pun kondisi keuangannya, baik atau buruk, semua orang membutuhkan sebuah investasi untuk menjamin masa depan.

Investasi berfungsi sebagai pelindung aset pribadi dari penurunan nilai akibat inflasi.

Upaya penanaman modal ini penting dipertimbangkan, terutama untuk para pekerja yang bergantung pada gaji bulanan.

Jenis investasi dibagi menjadi dua, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.

Dari dua jenis investasi di atas, terlahir beragam instrumen yang bisa dipilih, salah satunya adalah peer to peer lending (P2P).

Yuk, kita pelajari investasi ini secara mendalam!

Apa Itu Investasi Peer to Peer Lending?

Peer to peer lending adalah instrumen investasi yang bergerak dengan metode pemberian atau pengajuan pinjaman pada individu atau bisnis tertentu.

Instrumen ini menghubungkan pendana dan peminjam secara online.

Zaman sekarang, kamu bahkan bisa mengakses instrumen ini melalui aplikasi ponsel pintar.

Berbeda dengan instrumen investasi lainnya, P2P memperbolehkan pihak-pihak yang terlibat saling membantu tanpa harus melewati lembaga keuangan yang sah.

Masyarakat tidak usah berhadapan dengan koperasi, bank, atau jasa kredit untuk meminjam atau meminjamkan uang.

Maka dari itu namanya disebut dengan peer to peer, atau dalam bahasa Indonesia berarti satu ke yang lain secara langsung.

Cara Kerja Peer to Peer (P2P)

Untuk Peminjam

Nah, setelah tau penjelasannya, sekarang kita bahas cara kerjanya.

Walaupun dikenal sebagai salah satu instrumen investasi termudah, P2p juga punya persyaratan yang perlu dipenuhi bagi semua pihak.

Sebagai peminjam dana, syarat harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  • Dokumen laporan keuangan dalam jangka waktu yang diminta pendana
  • Tujuan untuk meminjam dana secara detail dan jelas

Pengajuan peminjaman dana bisa diterima atau ditolak, tergantung keputusan pendana.

Apabila ditolak, biasanya bersangkutan dengan dokumen yang tidak lengkap, dan peminjan harus memperbaiki kelengkapan dokumen secepatnya.

Ketika sudah diterima, suku bunga pinjaman akan diterapkan dan pengajuan dana pun akan dimasukkan langsung ke marketplace yang tersedia.

Untuk Pendana

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, P2P diakses langsung secara daring.

Sebagai pendana, kamu akan diberikan laman khusus untuk memeriksa data-data pengajuan pinjaman.

Baca Juga:

Mengenal Investasi Dinar & Dirham, Solusi Penanaman Dana Syariah | Ini Plus Minusnya!

Pilihan pinjaman tersebut akan disertai dengan informasi peminjam seperti riwayat keuangan, pendapatan, hingga tujuan peminjaman.

Kamu bebas memilih peminjam mana yang cocok dengan dana atau tujuan yang kamu setujui.

Setelah dikonfirmasi, peminjam akan mencicil dana pinjamannya setiap bulan.

Pendana akan mendapatkan untuk berupa pokok dan bunga, yang mana jumlahnya tergantung pada suku bunga pinjaman yang didanai.

Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending

Kelebihan Peer to Peer Lending

kelebihan

1. Aksesnya Lebih Mudah

Investasi P2P bisa diakses oleh siapa dan kapan saja.

Semua transaksi dilakukan secara online tanpa harus bepergian ke sana-sini atau pun mengambil antrean panjang di sebuah lembaga.

2. Pendanaan Sangat Cepat

P2P beroperasi non-stop.

Setiap menit pasti ada para pendana yang memeriksa aplikasi P2P pada handphone mereka sehingga pendanaan pun semakin cepat.

Tidak hanya itu, proses pencairan dana pun lebih cepat karena dilakukan secara online.

3. Pemasaran Produk Terbantu

Menggunakan P2P untuk pendanaan modal usaha secara tidak langsung akan memperkenalkan usaha yang dirintis ke marketplace yang tersedia.

Hal tersebut bisa saja dianggap sebagai promosi gratis.

Usahamu akan muncul di sosial media yang terhubung dengan sistem.

Kekurangan Peer to Peer Lending

kekurangan

1. Risiko Lebih Besar untuk Pendana

Kekurangan peer to peer lending lebih terasa oleh pendana karena bisa terjadi problema penunggakan.

Pendana harus bijak meminjamkan dana mereka dengan cara memeriksa latar belakang peminjam secara menyeluruh sebelum memberikan modal usaha.

2. Rekam Jejak Pengelola Terbatas

Aplikasi peer to peer masih baru di Indonesia, sehingga masih banyak kekurangan pada sistem aplikasinya.

Salah satu contohnya adalah rekam jejak pengelola yang terbatas.

Sekali lagi, pendana harus pintar memilih peminjam karena kelancaran cicilan dana tidak akan ditanggung aplikasi.

3. Bisa Bangkrut

Namanya juga investasi, pasti ada pasang surutnya.

Layaknya jenis investasi lainnya, P2P juga bisa menyebabkan kebangkrutan bagi peminjam dan pendana.

Peminjam bisa saja kehabisan uang karena usahanya tidak laris dan mengakibatkan tunggakan untuk si pendana.

Ketika kedua belah pihak bangkrut, uang tidak akan bisa kembali seperti peminjaman uang ke sebuah lembaga.

Maka dari itu, investasi ini lebih baik digunakan untuk jangka pendek saja.

Baca Juga:

Investasi Properti di Masa New Normal Alami Penyesuaian, Ini Penjelasannya!

Semoga ulasannya cukup menginformasi ya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang sedang mencari hunian minimalis seperti Podomoro Park Bandung, langsung saja kunjungi 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts