Berita Berita Properti

Panduan Mengenal Investasi Properti | Plus Rekomendasi Bagi Pemula

3 menit

Investasi properti tergolong ke dalam investasi dengan modal besar. Apalagi bagi pemula. Daripada terlanjur rugi karena terburu-buru, sebaiknya kuasai dulu seluk-beluk investasi properti berikut ini.

Investasi ini merupakan bentuk investasi yang aset fisiknya berupa bangunan.

Dengan tujuan bukan untuk ditempati, melainkan untuk disewakan atau dijual kembali.

Bila ingin menjadi investor properti, pertama pahami dulu jenis investasi properti mana yang menguntungkan.

Serta faktor-faktor yang akan memengaruhi kinerjanya.

Jenis Investasi Properti yang Menguntungkan

investasi properti

1. Properti Kantor

Properti kantor mampu menghasilkan profit yang paling besar dibandingkan jenis properti lain.

Biasanya properti kantor berlokasi di pusat bisnis, lokasinya yang strategis membuat jenis properti ini menjadi sangat meguntungkan.

Terlebih di zaman sekarang, saat perusahaan startup semakin banyak bermunculan.

Pertumbuhan startup membuat kebutuhan akan kantor semakin tinggi.

Biasanya mereka mencari gedung yang dapat digunakan bersama, karena dana yang terbatas.

Lalu saat perusahaan semakin berkembang, akan muncul permintaan ruang kantor yang lebih besar.

Hal ini tentu saja menguntungkan bagi para investor properti kantor.

Namun yang perlu diperhatikan, gedung perkantoran memiliki biaya operasional yang tinggi.

Ini akan sangat membebani keuangan bila Anda kehilangan pasar.

2. Properti Untuk Ritel dan Perdagangan

Jenis properti ini biasanya berbentuk mall dan ruko.

Permintaan terhadap properti ritel dipengaruhi oleh lokasi, kepadatan penduduk, tingkat pendapatan penduduk di sekitar, dan pertumbuhan penduduk.

Properti ritel memiliki kinerja yang baik di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

investasi properti

Hal ini dipengaruhi tingkat perkembangan ritel di Indonesia yang memang meningkat dari tahun ke tahun.

Yang menguntungkan dari properti ritel adalah tingkat pengembaliannya yang lebih stabil dibanding gedung perkantoran.

Sebab jangka waktu sewanya lebih panjang, dan para penyewa jarang berpindah-pindah.

3. Properti Untuk Industri atau Manufaktur

Biaya operasional dari properti industri biasanya lebih rendah dibanding dua properti sebelumnya.

Ada banyak pilihan investasi yang bisa dilakukan, mulai dari pergudangan, manufaktur, tempat penelitian dan pengembangan perusahaan, juga lokasi distribusi.

Yang penting, pastikan lokasi properti Anda dekat dengan transpotasi utama seperti rel atau dermaga laut.

Lalu ukur kemampuannya memuat barang, serta ketinggian langit-langit properti.

Properti industri memerlukan langit-langit yang tinggi, sebab mereka menggunakan alat-alat berat dalam operasinya.

4. Properti Untuk Hunian Keluarga

Properti ini memberikan hasil yang paling stabil.

Sebab dalam kondisi perekonomian seperti apapun, semua orang selalu membutuhkan tempat tinggal.

Dengan demikian, tingkat permintaan hunian akan selalu tinggi.

Hal yang menarik dari properti hunian, biaya operasional bisa dibagi antara pemilik dan penyewa.

Ini tergantung perjanjian yang dibuat saat kesepakatan awal.

Bila Anda cermat, setiap resiko kenaikan biaya operasional bangunan akan ditanggung oleh penyewa selama masa kontrak.

Baca Juga:

5+ Tips Cerdas Untuk Investor Pemula di Bidang Properti

Kelemahan Investasi Properti

investasi properti

Nah, setelah menentukan jenis properti yang diinginkan, pahami kelemahan investasi properti.

Lebih penting memahami kelemahannya agar Anda siap dengan segala resiko yang mungkin terjadi.

Berikut beberapa kekurangan investasi properti yang harus Anda perhatikan.

1. Beban Perawatan

Setelah membeli properti, Anda tidak bisa membiarkannya begitu saja.

Ada biaya perawatan yang harus dikeluarkan.

Properti yang terawat baik akan membuat nilainya terjaga.

Sebaliknya, harga properti akan jatuh bila Anda menelantarkannya.

2. Investasi Padat Modal

Bisnis properti adalah investasi padat modal.

Maksudnya, hasil yang didapat berbanding lurus dengan modal yang dikeluarkan

Semakin besar modal yang keluar maka akan semakin besar pula hasil yang Anda terima.

3. Penyusutan Bangunan

Ada resiko penyusutan saat Anda membeli properti bangunan.

Ini bisa terjadi karena bangunan tidak terawat dengan baik.

Atau bisa disebabkan bencana alam, dimana properti rusak dalam waktu singkat.

4. Regulasi Pemerintah

Regulasi pemerintah cenderung berbelit-belit bila berkaitan dengan properti.

Mulai dari perijinan mendirikan bangunan, ijin transaksi jual beli, aturan perpajakan termasuk aturan tata kota dan ruang, serta perijinan lainnya.

Untuk menyelesaikan perijinan yang diperlukan Anda butuh waktu dan tenaga ekstra.

Baca Juga:

Ini Pilihan Investasi Terbaik Tahun 2020 dengan Potensi Untung Tertinggi

Semoga artikelnya bermanfaat  ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts