Berita

4 Alasan WNI Tertarik Investasi Properti di Singapura. Syaratnya Tak Sulit Ternyata!

10 Oktober 2018
Investasi Proeperti Singapura

Properti merupakan sasaran investasi yang empuk di Singapura. Banyak orang dari berbagai negara yang memiliki dan melakukan investasi properti di negara kepala singa ini. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya ekspatriat yang tinggal di sana. Tak terkecuali orang Indonesia.

Bagi orang Indonesia, alasan utama mereka membeli properti di Singapura adalah potensi untuk meraih keuntungan dan nilai investasi properti yang lebih baik.

Kebanyakan jenis properti yang diminati adalah apartemen.

Apartemen tersebut nantinya dapat disewakan atau ditempati sendiri.

Banyak orang Indonesia yang menyekolahkan putra-putrinya di Singapura, sehingga properti tersebut pun dapat berfungsi menjadi rumah kedua mereka.

Alasan Mengapa Orang Indonesia Mau Investasi Properti di Singapura

Ada beberapa hal yang ternyata membuat Singapura dilirik menjadi tempat investasi properti oleh WNI.

Mulai dari keamanan hingga syarat yang tak sulit adalah beberapa di halnya.

Ini dia penjelasan lengkapnya:

#1 Punya Sistem Transportasi Terbaik

Biro konsultan global, McKinsey, baru-baru ini merilis sebuah laporan yang mengevaluasi sistem transportasi di dunia.

Baca Juga :  Hampir 200 Pengembang Properti Jabar Gulung Tikar. Penyebabnya‚Ķ

Hasilnya, menyebutkan bahwa Singapura merupakan negara dengan sistem transportasi terbaik dan paling terjangkau di dunia.

Peringkat ini mengungguli 24 negara maju lain seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Inggris.

Sistem transportasi yang dimaksud adalah sistem transportasi yang menjangkau seluruh moda, seperti sistem transportasi pribadi, umum, berbagi, sepeda, dan jalan kaki.

Hal tersebut pun kemudian menjadi salah satu faktor penarik Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membeli dan investasi properti di Singapura.

#2 Nyaman karena Kebersihan yang Sangat Terjaga

Adapun faktor lingkungan juga mempengaruhi keputusan orang Indonesia untuk membeli dan investasi properti di Singapura.

Pemerintah Singapura telah sejak lama mengambil banyak kebijakan pengawasan lingkungan.

Salah satunya ialah penerapan undang-undang tentang lingkungan untuk menjamin kebersihan dan keindahan di Singapura.

Di Singapura, untuk sekadar meludah dan merokok sembarangan, bisa dikenai denda sebesar 200 dolar Singapura.

Apalagi jika Anda sampai berani membuang sampah sembarangan yang menyebabkan lingkungan sekitar menjadi kotor dan tidak sehat.

Hal itulah yang mebuat lingkungan di Singapura cenderung bersih dan sehat apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di sekitarnya.

Baca Juga :  12 Pilihan Dekorasi Rumah yang Sesuai dengan Shio Anda

#3 Kondisi Keamanan Negara yang Baik dan Stabil

Faktor lain yang membuat WNI sangat berminat investasi properti di Singapura adalah kondisi stabilitas keamanan negara yang baik.

Singapura adalah negara paling aman di Asia Tenggara.

Setidaknya inilah klaim dari Vision of Humanity, sebuah riset dan organisasi kedamaian pada tahun 2017.

Penilaian ini dilihat dari tingkat kriminalitas, kasus teroris, impor senjata, sampai tingkat hunian penjara.

Dari 9 negara di Asia Tenggara, Singapura menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Malaysia dan Laos yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Sementara Indonesia berada di peringkat keempat.

Dari berbagai faktor di atas, mungkin ada baiknya Anda mulai memikirkan untuk investasi properti di Singapura.

Terlebih lagi mengingat lokasinya yang tidak jauh dari tanah air dan kemiripan kultur serta budaya melayu yang tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

#4 Syarat untuk Beli & Investasi Properti di Singapura Mudah Ternyata!

Apakah Anda tertarik untuk membeli properti di Singapura dan menjadikannya sebagai investasi?

Baca Juga :  Rumah Murah di Beberapa Wilayah Indonesia, Ada di Mana Saja?

Syarat-syarat yang dibutuhkan warga ekspatriat untuk membeli properti di Singapura ternyata terbilang mudah.

Pertama, Anda yang ingin beli properti di Singapura harus memiliki paspor.

Kedua, Anda perlu membuka rekening bank senilai 3.500 dolar Singapura atau setara kurang lebih Rp38 juta.

Setelah itu, Anda pun sudah bisa memulai investasi properti di Singapura.

Di luar syarat administrasi tersebut, Anda harus mempersiapkan dana untuk day payment sebesar 20 % dari harga properti.

Selain itu, ada pula pajak pembelian di awal sebesar 18 % dari harga properti yang harus dibayarkan.

Biarpun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena biasanya pihak developer akan membantu dalam prosedur pengurusan administrasi tersebut.

Semoga informas tadi bermanfaat untuk Anda! (Wahyu Surya Adi Raharja/editor: Tiara Syahra)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like