Berita

Investasi Tanah Kosong? Waspada Bisa Kena Pajak Lebih Besar!

27 Januari 2017
Tanah Kosong
2 menit

Umumnya, setiap tahun harga properti mengalami kenaikan. Itu sebabnya, banyak masyarakat Indonesia memilih untuk mencari peruntungan dengan cara berinvestasi di ranah ini. Bukan hanya rumah dan bangunan, tanah kosong pun kerap diincar orang supaya bisa dikembangkan di kemudian hari.

Bagi orang yang memilih berinvestasi dalam bentuk rumah, biasanya menjadikannya tempat berdagang atau indekos karena dipandang baik sebagai ‘pegangan’ di masa depan. Sementara itu investasi tanah, walau masih kosong, ke depannya kamu bisa membangun apa saja sesuai dengan keinginan dan rencanamu.

Nah, buat kamu yang tengah berencana membeli atau sudah punya sebidang tanah yang tidak diisi bangunan, ada update terbaru nih yang harus kamu ketahui. Soal apa? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pajak Progresif

Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang, tengah menggodok kembali peraturan pengenaan pajak progresif untuk tanah kosong alias nganggur. Rencana ini memang sudah ‘lagu lama’ namun ternyata dianggap cukup potensial untuk mendongkrak ekonomi sehingga kembali dibahas.

Tanah nganggur yang dimaksud tersebut adalah sebidang lahan yang dibiarkan dalam waktu lama dan tidak dimanfaatkan secara produktif, baik dibangun rumah, digunakan sebagai lahan berkebun, atau hal lainnya.

Hal ini memang masih dalam tahap perencanaan, oleh karena itu besaran pajak belum ditetapkan oleh pemerintah. Namun begitu, pajak progresif tersebut bisa saja dibebankan pada Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Besaran di setiap daerah pun akan berbeda karena disesuaikan dengan kondisinya.

You Might Also Like