Berita, Berita Properti

Investasi Tanah Mentah atau Matang? Perhatikan Ini Dulu

20 Maret 2019
investasi tanah mentah
2 menit

Investasi tanah sudah menjadi salah satu pilihan bisnis properti yang meyakinkan. Sebelum memilih, Anda harus tahu dulu mana yang lebih baik, investasi tanah mentah atau tanah matang.

Tanah mentah dan matang, hmmh.. istilah yang cukup asing di telinga memang.

Di dalam bidang properti, istilah ini sudah sangat lazim dilontarkan para pengembang dan juga investor.

Anda yang belum terlalu memahami mengenai kedua jenis tanah ini, mari simak penjelasan lengkapnya berikut.

Definisi Tanah Mentah dan Tanah Matang?

Tanah Mentah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanah mentah berarti tanah milik negara yang bebas.

Bentuk dan jenis dari tanah mentah biasanya berupa hamparan lahan yang luas dan belum dibangun apa-apa

Apabila Anda ingin memiliki lahan ini atas nama pribadi, maka diharuskan untuk membayar pada pemerintah.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dari tanah mentah:

  1. Tanah mentah masih belum bersertifikat (girik)
  2. Tanah masih berupa hamparan bahkan memerlukan pengukuran (cut and fill) untuk siap menjadi tanah matang
  3. Lingkungan sekitar dari tanah tersebut belum terbangung, mulai dari segi fasilitas umum, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi
  4. Tanah mentah masih memerlukan banyak waktu untuk mengurusinya.

Nilai Bagus dari tanah mentah

  • Harga tanah masih murah
  • Bisa jadi lahan yang sangat baik untuk diolah developer menjadi lahan matang.

Baca Juga:

Mengurus Sertifikat Tanah Bakal Bisa Lewat Sistem Digital

Tanah Matang

investasi tanah mentah

Arti dari tanah matang sendiri adalah tanah yang telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dan sebagainya.

Tanah matang biasanya sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan.

Banyak developer-developer yang menggunakan harga tanah matang untuk menawarkan tanahnya.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dari Tanah Matang

  1. Tanah matang dijual dengan keadaan sudah berupa unit rumah (kavling-kavling)
  2. Transaksi dilakukan sudah dalam bentuk unit rumah
  3. Harga tanah matang jauh lebih mahal
  4. Ada 14 perizinan yang harus diperhatikan dalam mendirikan bangunan.

Baca Juga:

Inilah perizinan yang Diperlukan Developer Dalam Mendirikan Bangunan

UU 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pasal 146 menyebutkan:

“Badan hukum yang membangun Lisiba (Lingkungan Siap Bangun) dilarang menjual kavling tanah matang tanpa rumah”.

Itu berarti apabila kamu ingin membeli tanah matang sudah harus berupa kavling-kavling atau unit rumah, ya Sahabat 99!

Nilai plus dari Tanah Matang

Anda yang ingin investasi tanah matang, tidak perlu lagi mengeluarkan bagian tanahnya untuk dijadikan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum) seperti…

…kompleks, saluran, pintu utama masuk komplek, dan lain-lain.

***

Bagaimana informasi mengenai artikel ini Sahabat 99!

Semoga dapat membantu kamu dalam menentukan pilihan terbaik untuk investasi tanah kamu ya.

Jangan lupa baca informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia

Cari properti impian kamu lewat www.99.co/id.

You Might Also Like