Berita Ragam

Ferdy Sambo Dituding Mengelola Bisnis Judi dan Diketahui Birgadir J, Benarkah Ada Mafia di Institusi Polri?

2 menit

Dugaan adanya geng mafia Polri di tubuh kepolisian mendadak menuai sorotan menyusul kasus pembunuhan mendiang Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo. Lantas, benarkah hal tersebut?

Awal mula dugaan mafia Polri itu diungkapkan oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santosa.

Sugeng menduga ada geng mafia terkait kasus yang sedang ramai saat ini.

Adapun Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir J.

Namun, belum diketahui pasti apa motif sebenarnya yang melatarbelakangi pembunuhan berencana ini.

Hanya saja, pengacara Birgadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak menduga adanya bisnis haram Ferdy Sambo yang diketahui Brigadir J.

“Perkara ini memang ada kaitannya dengan perempuan, ada kaitannya dengan tata kelola sabu-sabu, miras, dan judi,” kata Kamaruddin melansir seputarcibubur.pikiran-rakyat.com.

Kamaruddin mengaku menerima informasi itu dari seorang informan yang tidak bisa disebutkan namanya.

Tidak cuma itu, kasus ini makin ramai soal adanya geng mafia yang bisa menghambat penyidikan kasus oleh Timsus Polri.

IPW menyatakan bahwa geng mafia Polri ini memiliki kekuasaan dan kewenangan yang luar biasa besar.

Simak selengkapnya di bawah ini, Property People.

IPW Sebut Ada Geng Mafia Polri, Benarkah?

geng mafia polri

Sumber: Viva.co.id/Ali Wafa

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso merasa yakin adanya geng mafia Polri.

Melansir voxtimur.pikiran-rakyat.com, geng mafia itu adalah Satuan Tugas Khusus (Satgassus).

Adapun Satgassus Polri yang sebelumnya diketuai oleh Ferdy Sambo telah dibubarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Satgassus dianggap sebagai polisi elite dalam Polri yang membuat tumpang tindih kewenangan penyelidikan dan penyidikan seuatu kasus.

Sejauh ini, sudah ada 31 anggota polisi yang diduga melanggar kode etik di kasus pembunuhan Brigadir J.

“Pak Kapolri, ini serius pak Kapolri. Ada geng mafia di institusi Anda. Dibuktikan dengan 31 orang yang sukarela memilih masuk jurang,” kata Sugeng, melansir beritakbb.pikiran-rakyat.com.

Sugeng menyatakan bahwa oknum-oknum polisi di institusi Polri itu dinilai biasa mengorbankan para bawahannya untuk dijadikan korban.




Geng Mafia Polri Mengorbankan Anak Buah?

polisi mafia

Sumber: komandobhayangkara.id

Sugeng mengatakan kalau kelompok Ferdy Sambo yang terlibat kasus pembunuhan berencana pada Brigadir J adalah mafia Polri.

“Sambo dan 31 orang yang sukarela terjun ke jurang ini adalah mafia. Karena apa? Mafia, kan, kerjanya bergerak dalam dunia kejahatan. Yang mereka lakukan kan jahat,” ujarnya melansir makassar.terkini.id.

Cara kerja mafia antara lain menutupi kasus pelanggaran ham dengan melakukan pembunuhan saksi, menyuap, dan mengarang cerita bohong.

Nah, menurut Sugeng, cara ini sama dengan apa yang dilakukan geng mafia Polri Sambo.

“Mafia itu juga sistematis bekerjanya. Kemudian terstruktur. Ada strukturnya bintang dua, bintang satu. Silakan bantah, deh, yang gak setuju,” tuturnya.

Ferdy Sambo yang mempunyai jabatan tinggi di kepolisian dinilai memiliki rahasia penting para anggota kepolisian lainnya.

“Dari situ dia tahu rahasia-rahasia orang. Dia collect rahasia orang, nah ini mau dimainkan. Dia pegang kartu. Saling menyandera,” katanya.

Mirisnya, sebagian geng mafia Polri juga dianggap kerap mengorbankan anak buah yang memiliki jabatan rendah.

“Jadi soal ngorbanin orang kecil sudah biasa, oknum-oknum polisi mengorbankan orang kecil sudah biasa, padahal dosanya sama lo, ya, saya ingatkan, ya,” katanya.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Simak informasi lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan rekomendasi hunian terbaik.

Cek salah satunya Pavilia at Premier Estate 2 di Bekasi, karena kami selalu #AdabuatKamu.




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts