Berita

7 Fakta Tentang Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II yang Baru Dibuka

14 Desember 2019
jalan tol layang
2 menit

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II telah siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, Kamis (12/12/2019). Seperti apa sih jalan tol baru ini?

Masyarakat yang sudah sangat penasaran dengan jalan tol layang ini pun sangat antusias dan tak sabar menyambutnya.

Apakah Anda juga penasaran dengan kehadiran jalan tol terbaru ini?

Berikut ini fakta-fakta mengenai jalan tol layang terbaru yang diolah dari berbagai sumber.

7 Fakta Tentang Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II

1. Berstatus Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia

Jalan layang Jakarta-Cikampek (Japek) II ini berukuran panjang total 36,4 km sekaligus sebagai jalan tol layang terpanjang di dunia.

Jalan tol Japek II menghubungkan wilayah Cikunir hingga Karawang Timur.

Sebelumnya, rekor jalan tol terpanjang sendiri dipegang oleh Jalan Tol Wiyoto Wiyono sepanjang 15 kilometer.

2. Tak Memiliki Gerbang Exit di Tengah Jalan

Jalan tol layang Japek II ini dibuat khusus untuk perjalanan jarak jauh ke luar kota Jabodetabek.

Oleh karena itu, sepanjang jalan tol tak dibuat gerbang exit untuk menghubungkan wilayah-wilayah dalam kota Jabodetabek.

Masyarakat yang ingin melintas ke daerah-daerah sekitar Jabodetabek dianjurkan tak menggunakan jalan layang ini.

Baca Juga:

Inilah Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia | Kapan Bisa Dipakai?

3. Tak Ada Rest Area dan Pom Bensin

Sesuai fungsinya untuk perjalanan panjang nonstop, maka jalan tol layang Japek II ini pun tak memiliki rest area dan pom bensin.

Namun, pengguna jalan tol tak perlu khawatir karena fasilitas pendukung utama lainnya telah tersedia.

Pihak Jasa Marga telah menyiapkan petugas kesehatan, ambulans, serta mobil derek bagi mereka yang membutuhkan.

4. Khusus untuk Golongan I dan II

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagaimana dimuat Kompas.com, jalan tol ini dibuat untuk kendaraan bertonase ringan.

Mobil bertonase ringan yang dimaksud yakni mobil pribadi dari golongan I dan II.

Alasan utamanya bukan karena faktor teknis, melainkan karena manajemen lalu lintas agar tak menimbulkan kemacetan.

5. Memiliki Batas Kecepatan dan Sistem Tilang Elektronik

Secara teknis, jalan tol layang Jakarta-Cikampek II ini mampu dipacu hingga kecepatan 100 kilometer per jam.

Namun, atas saran dari kepolisian, Menhub Budi Karya Sumadi membatasi kecepatan kendaraan yang melintas di angka 60 km per jam.

Selain itu, telah disiapkan sistem tilang elektronik sebagai antisipasi bila terjadi pelanggaran lalu lintas.

6. Mampu Menahan Megathrust

Berdasarkan berita Kompas.com (19/9), disebutkan bahwa jalan tol layang Japek II ini mampu menahan gempa berkekuatan tinggi (megathrust).

jalan tol layang

Sumber: kompas.com / Kementerian PUPR

Alasannya, setiap sambungan pierhead telah dipasangi expansion joint sehingga semakin meningkatkan daya tahannya.

Satu expansion joint disebut dapat menahan goncangan gempa hingga 1.000 tahun dengan kekuatan di atas magnitudo 8.

7. Masih Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Sebagai ajang promosi dan uji coba, pemerintah akan menggratiskan biaya jalan tol layang Japek II selama libur natal dan tahun baru.

Rencana penggratisan ini akan berlaku mulai tanggal 20 Desember 2019 hingga tahun baru.

Setelah itu, baru akan diputuskan besaran tarip yang akan dikenakan.

Baca Juga:

9 Jalan Tol Baru Siap Beroperasi Resmi Akhir 2019, Berikut Rinciannya

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Daripada disimpan dan dibaca sendiri, mending share artikel ini ke media sosial yuk.

Jangan lupa bookmark blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di 99.co/id.

You Might Also Like