Keuangan Tips & Trik

5 Tips Menentukan Jangka Waktu KPR Rumah Sesuai Kondisi Pribadi

2 menit

Jangka waktu KPR meliputi 5, 10, 15, hingga 25 tahun. Setiap pilihan tersebut, dapat kita pilih berdasarkan kemampuan serta kondisi finansial pribadi. Bagaimana tips yang tepat untuk menempuh cara tersebut? Yuk, simak bersama-sama dalam artikel ini!

Bagi Sahabat 99 yang ingin mengajukan cicilan rumah, lamanya jangka waktu KPR menjadi salah satu pertimbangan khusus…

Hal tersebut lantaran dapat menentukan berapa lama kamu akan terbeban utang.

Ya, biasanya lama jangka waktu KPR, apakah panjang atau pendek, dapat ditentukan oleh bank atau kita selaku pihak yang mengajukan KPR.

Ada plus minus, baik jangka pendek atau jangka panjang yang patut kita pertimbangkan.

Oleh karena itu, sebelum memilih jangka waktu KPR, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut…

5 Tips Menentukan Jangka Waktu KPR Rumah

1. Besaran Angsuran

Masyarakat kita cenderung lebih berminta dengan KPR jangka panjang, bahkan kalau perlu KPR seumur hidup.

Padahal, kalau kita cermati, kalau kita kuat mengasur, maka cicilan jangka pendek akan lebih menguntungkan.

Misalnya, kita sebenarnya bisa mencicil selama 15 tahun. Tapi, kita mengambil yang cicilannya 20 tahun.

Walaupun cuma beda ratusan ribu, cuma tetap saja beda 5 tahun.

Kalau kita bisa lebih cepat, dan lebih murah, kenapa tidak?

2. Kemampuan Membayar

Berdasarkan ketentuan bank, angsuran bulanan ternyata dibatasi 35 atau 40 persen dari gaji bersih selama sebulan.

Sebaiknya kita tidak mematoknya di batas maksimal, karena untuk jaga-jaga kalau misalnya suku bunga KPR naik.

jangka waktu kpr

Selain memenuhi kebutuhan bulanan, ada baiknya mengukur kemampuan diri kita masing-masing.

Jadi, kalau memang cicilannya lebih lama tapi aman lebih baik daripada kamu berani bertaruh dalam jangka waktu pendek…

Tapi malah bermasalah atau macet.

3. Jumlah Uang Muka

Pihak bank bisa saja memberi pinjaman maksimal karena finansial kita meyakinkan.

Itu juga menjadi target sebuah bank, yakni memberi pinjaman kredit semaksimal mungkin.

Namun, hal itu juga tergantung berapa uang muka yang bisa kita siapkan.

Bisa saja seorang debitur memiliki uang DP hingga 50 persen.

Baca Juga:

5 Cara Kreatif untuk Mengumpulkan DP Rumah. Mudah Ternyata!

Maka, sisanya tinggal ditalangi bank.

Kamu juga bisa memilih pinjaman jangka pendek selama 5 tahun.

Selain tergolong cepat, kamu dapat meminjam KPR lagi dengan mudah…

Kalau kamu bisa melunasinya dengan tepat waktu.

4. Menyelasarkan Usia dan Jangka Waktu

Penting untuk menyelaraskan usia dan jangka waktu KPR

Pada dasarnya, bank memiliki ketetapan terkait usia maksimal debitur saat cicilan KPR berakhir.

Usia yang ditetapkan maksimal 55 sampai 65 tahun.

jangka waktu kpr

Bank memiliki ketetapan terkait usia maksimal debitur ketika cicilan KPR berakhir.

Jadi, perkara usia memang berkaitan erat dengan tenor KPR.

Bank biasanya menetapkan usia maksimal 55 – 65 tahun.

Artinya, jika mengambil KPR di usia 20-an, tentu saja tak masalah mengambil tenor panjang 20 – 25 tahun.

Namun, jika usia sudah 40-an tahun saat mengajukan KPR, tenor 20 – 25 tahun tentu sulit untuk mendapatkan persetujuan dari bank.

Solusi alternatif adalah mengambil KPR dengan tenor 5 – 15 tahun saja.

Kondisi serupa, berlaku untuk pilihan lainnya.

5. Pertimbangkan Cicilan Lain

Perencana keuangan seringkali memberikan saran agar cicilan utang tak melebihi angka 30 persen dari penghasilan.

Maka dari itu, hitunglah baik-baik berapa besaran cicilan KPR sesuai kemampuan.

Bila kamu memiliki cicilan lain seperti mobil, hitung apakah jumlah kedua cicilan tak melebihi 30 persen dari penghasilan.

Setelah mengetahui seberapa besar cicilan KPR sesuai kemampuan, memilih tenor KPR pun akan lebih mudah.

Baca Juga:

Tips Memilih Cicilan KPR yang Cocok untuk Anda, Patut Dicoba!

Tentukan secara bijak ya, sahabat 99…

Simak tips dan trik menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan untuk memilih hunian idaman Anda lewat situs properti 99.co/id.

Bobby Agung Prasetyo

Penyunting konten dan jurnalis paruh waktu. Senang bermusik, berpikir, merenung dan belajar banyak soal penulisan bisnis & properti. Verba volant, scripta manent. Selamat membaca!
Follow Me:

Related Posts