Berita Berita Properti

Mengenal Jenis dan Ukuran Hebel yang Ada di Pasaran Serta Kelebihan dan Kekurangannya

3 menit

Sudah tahu berapa ukuran hebel standar, jenis, kelebihan serta kekurangannya? Artikel ini akan membahas hebel lebih dalam dan hal-hal apa saja yang harus kamu ketahui.

Istilah hebel mungkin tidak sepopuler batu bata merah yang sering kita jumpai.

Hebel sendiri merupakan salah satu jenis material konstruksi bangunan.

Mengenal Bata Hebel

Hebel kerap menjadi pengganti bata merah, meski demikian hebel memiliki berat yang lebih ringan.

Bata hebel terbuat dari campuran bahan-bahan bangunan dan kimia.

Seperti pasir, semen, kimia busa, gypsum, kapur, pasta aluminium dan air.

Proses pembuatannya pun sudah sangat modern karena menggunakan mesin pabrik.

Baca Juga:

20 Material Bangunan Yang Penting Digunakan Dalam Konstruksi, Apa Saja Ya?

Jenis-jenis Bata Hebel

1.   Bata Hebel AAC

sumber: jualbataringanmurah.com

Bata hebel AAC merupakan beton seluler yang gelembung udaranya terbentuk dari reaksi kimia.

Bahan-bahan bata ini umumnya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang atau pengisi udara secara kimiawi.

Proses pembuatannya menggunakan peralatan sederhana di industri rumahan.

Bata hebel AAC memiliki warna putih dengan bobot yang cenderung lebih ringan.

Bata Hebel CLC

sumber: konsultabekisting.wordpress.com

Bata hebel CLC merupakan beton konvesional yang mengganti material kerikil dengan gelembung udara.

Proses produksinya menggunakan busa organik yang kurang stabil sehingga tidak ada reaksi kimia saat pencampuran.

Busa hanya berfungsi sebagai media pembungkus udara.

Bata jenis ini berwarna abu-abu, hal ini dikarenakan material yang digunakan adalah pasir sungai atau pasir tambang.

Bobotnya lebih berat jika dibandingkan AAC.

Proses produksinya dilakukan menggunakan peralatan yang canggih dan modern sehingga menghasilkan kualitas yang baik.

Baca Juga:

Ngga Cuma Atap, Konstruksi Baja Ringan Juga Bisa Untuk Rangka Rumah!

Kelebihan & Kekurangan Bata Hebel

bata hebel

Bata hebel banyak digunakan pada perumahan karena telah teruji standar SNI.

Biasanya digunakan sebagai pondasi utama dalam membuat dinding rumah.

Hal ini dikarenakan bata hebel bersifat ekonomis dan ringan.

Sehingga cukup efisien dan cepat untuk digunakan dalam pembangunan proyek rumah, apartemen, hotel maupun proyek properti lainnya.

Selain ringan dan ekonomis, apa saja kelebihan dan Kekurangan bata hebel?

Kelebihan Bata Hebel

  • Memiliki bobot yang ringan dibandingkan bata biasa.
  • Memiliki ukuran yang lebih rapi dan seragam sehingga membuat dinding rapi.
  • Memiliki ketahanan yang cukup baik.
  • Kedap air sehingga dapat menjaga dinding dari rembesan air.
  • Tahan terhadap api.
  • Lebih kedap suara.
  • Lebih hemat penggunaan perekat.
  • Mudah dipasang, dibor dan dipotong.
  • Proses pemasangan lebih cepat dan mudah.

Kekurangan Bata Hebel

  •           Tidak dapat menggunakan perekat biasa, harus menggunakan perekat khusus.
  •           Memerlukan tenaga pemasang yang berpengalaman dalam memasang bata hebel.
  •           Pembelian bata harus dalam jumlah yang banyak.
  •           Lebih sulit dikeringkan jika terkena air.
  •           Memiliki ukuran yang besar sehingga dapat menyisakan bata yang terbuang

Spesifikasi dan Dimensi Hebel

bata hebel

Spesifikasi bata ringan hebel yaitu:

  •           Memiliki berat jenis kering 520 kilogram/ m3.
  •           Memiliki berat jenis normal yaitu 650 kilogram/m3.
  •           Kekuatan tekanan lebih dari 4,0 N / mm2.
  •           Konduktifitas termis yaitu 0,14 W / mK.
  •           Tebal spesi yaitu 3 mm.
  •           Ketahanan terhadap api yaitu 4 jam.
  •           Jumlah kebutuhan bata ringan per 1 m2 yaitu 8 – 9 buah tanpa construction waste.

Ukuran Hebel

bata hebel

Ukuran Hebel Standar

Adapun ukuran bata ringan standar adalah:

  •          ACC Block Hebel 60 x 20 xt (ukuran 7,5 / 10 / 12,5 / 20 cm).
  •          ACC Jumbo Block 60 x 40 x t (ukuran 7,5 / 10/ 12,5 / 20 cm).
  •          Panel lantai R4.4 dan dinding s/d 3 m (sebagai pengganti cor beton).
  •          PM 200 – Thin Bed Mortar (Untuk Pasangan bata ringan / hebel).
  •          Super panel dinding max 3 m tebal 7,5 cm tanpa plester
  •          Super panel dinding max 3 m tebal 10 cm tanpa plester

Ukuran Hebel Tradisional

Sementara ukuran standar bata tradisional atau bata merah juga ada, yaitu:

  • Berat jenis kering adalah 1500 kg/m3.
  •          Berat jenis normal adalah 2000 kg /m3.
  •          Kuat tekan sekitar 2,5 – 25 N / mm2.
  •          Konduktifitas termis adalah 0,380 W / mK.
  •          Tebal spesi adalah 20 – 30 mm.
  •          Ketahanan terhadap api adalah 2 jam.
  •          Jumlah atau kebutuhan bata merah per 1 m2 yaitu 30 – 35 buah tanpa construction waste.

 ***

Itu dia penjelasan mengenai bata hebel.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99!

Kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk membaca berita properti lainnya.

Sedang mencari rumah impian? Cari saja di 99.co/id.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts