Berita Ragam

13 Jenis Font yang Sering Digunakan dalam Desain Grafis, Dilengkapi Contohnya!

5 menit

Sahabat 99 sedang bingung memilih jenis font untuk keperluan desain grafis? Jangan khawatir, untuk membantumu menentukan pilihan, kenali jenis dan contohnya di artikel ini!

Bagi sejumlah orang, mengetahui jenis font merupakan hal yang penting.

Biasanya, hal ini diperlukan oleh orang-orang yang bekerja di bidang desain dan semacamnya.

Pemilihan font alias huruf menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Pasalnya, setiap huruf dapat memberikan kesan yang berbeda satu sama lain.

Berikut ini beberapa contoh jenis font yang sering digunakan dalam desain grafis.

13 Jenis Font yang Sering Digunakan

1. Blackletter

Blackletter

sumber: kibrispdr.org

Blackletter atau sering disebut juga Old English adalah jenis huruf yang kerap dipakai di karya tulis lawas di Inggris.

Jenis huruf ini memiliki gaya gothic yang unik, setiap huruf seolah mempunyai aksesori masing-masing yang bentuknya menyerupai topi.

Kesan yang ditimbulkan memang seperti rumit dan ramai karena terlalu banyak dekorasi. Meski begitu font Blackletter ini masih bisa terbaca dengan baik.

2. Calligraphic

jenis font

sumber: dreamstime.com

Jenis huruf ini terinspirasi dari gaya atau teknik penulisan kuno memakai pena dengan ujung datar sehingga mampu menghasilkan huruf yang artistik dan bentuknya unik.

Arah dan gerakan pena sangat menentukan ketebalan garis yang membentuk suatu karakter.

Penulisan dengan gaya seperti ini adalah salah satu bentuk seni rupa yang biasa dipakai untuk menulis surat formal dan undangan.

3. Comic

comic

sumber: unblast.com

Comic memiliki kesan yang lebih kasual tapi masih tetap mudah dibaca oleh para penikmat desain.

Jenis huruf ini memiliki beberapa jenis, dua yang paling terkenal dari kelompok font ini adalah Arial dan Calibri.

Selain kedua font tersebut, masih ada beberapa huruf yang tak kalah terkenalnya. Berikut ini beberapa contohnya:

  • Comic Sans MS
  • Helvetica
  • Franklin Gothic Book
  • Verdana
  • Segoe UI
  • Gill Sans MT
  • Lucida Sans.

4. Display

jenis font

sumber: youworkforthem.com

Jenis font berikutnya adalah Display. Usia font ini sebenarnya sudah sangat tua karena pertama kali muncul pada tahun 1800-an.

Saat itu, huruf ini dikenal sebagai font dekoratif untuk membuat iklan supaya lebih menarik.

Dengan pengaplikasiannya, kemungkinan pembaca membaca iklan tersebut akan meningkat.

Display umumnya dibuat dalam ukuran yang besar serta diberi banyak ornamen hiasan agar lebih indah.

Prioritas utama dalam pembuatan font jenis ini adalah keindahan, bukan kemudahan membaca.

Oleh sebab itu, huruf-huruf dari kelompok ini lebih sulit dibaca.

Sampai saat ini, Display tetap digunakan untuk membuat dokumen atau desain yang formal seperti sertifikat, piagam, ijazah, dan sebagainya.

Berikut ini macam-macam font style dekoratif:

  • Rosewood
  • Bermuda
  • Umbra
  • Grunge
  • Doodle
  • Dot 28

6. Grunge

grunge font

sumber: unblast.com

Grunge merupakan font yang mewakili satu gaya yang tidak teratur, keras, dan kotor yang pertama kali diperkenalkan oleh David Carson.

Jenis font ini sering dipakai untuk merepresentasikan generasi 80 sampai 90-an yang gemar melakukan pemberontakan.

7. Hand Drawn

jenis font

sumber: unblast.com

Hand Drawn merupakan jenis huruf yang terinspirasi dari tulisan tangan manual.

Bahkan beberapa font yang ada di dalam kelompok Hand Drawn, dibuat secara langsung menggunakan goresan tangan.

Namun tak sedikit juga Hand Drawn yang dibuat menggunakan sketsa kemudian di-scan dan dimasukkan ke dalam aplikasi desain.

8. Monospaced

Monospaced

sumber: wikipedia.org

Sebenarnya, huruf Monospaced dibuat untuk memenuhi kebutuhan mesin tik.

Monospaced juga kerap disebut sebagai font yang tidak proporsional karena semua karakter menempati ukuran ruang yang sama.




Adapun contoh font jenis ini antara lain Monaco dan Courier.

8. Retro

jenis font

sumber: fontjedi.com

Banyak orang yang mengira kalau Pixel dan Retro adalah jenis yang sama, padahal keduanya sangat berbeda.

Retro lebih sering dijumpai dalam beberapa jenis font seperti Sans Serif, Serif, dan Script.

Font ini juga lebih banyak dipakai untuk membuat poster dan logo bertema klasik atau vintage.

9. San-Serif

san serif

sumber: deliciousthemes.com

San Serif merupakan jenis font yang tidak memiliki kaki di bagian sudut hurufnya sehingga memiliki kesan yang lebih kasual tetapi masih tetap mudah dibaca oleh para penikmat desain.

Huruf ini juga terdiri dari banyak jenis yang bisa kamu temui. Dua yang paling terkenal dari kelompok font ini adalah Arial dan Calibri.

Selain kedua font tersebut, masih ada beberapa San Serif yang tak kalah terkenalnya, seperti di bawah ini:

  • Comic Sans MS
  • Helvetica
  • Franklin Gothic Book
  • Verdana
  • Segoe UI
  • Gill Sans MT
  • Lucida Sans

10. Script

Script

sumber: befonts.com

Script juga merupakan jenis font yang cukup banyak digunakan di dunia desain.

Istilah Script sendiri kerap dipakai untuk menyebut huruf yang bentuknya mirip tulisan tangan.

Biasanya, huruf ini banyak dipakai untuk menulis nama di sertifikat, membuat undangan pernikahan, dan lain sebagainya.

Script sering dipakai untuk membuat undangan karena dianggap mampu menimbulkan perasaan dekat secara personal.

Beberapa contoh dari kelompok Script antara lain sebagai berikut:

  • Vivaldi
  • Segoe Script
  • Lucida Handwriting

11. Serif

serif

sumber: bbntimes.com

Serif sendiri istilah yang digunakan untuk menyebut font berkaki.

Biasanya, kaki ini ada di bagian sudut bawah huruf.

Sudut huruf yang berkaki ini kemudian disebut sebagai Serif Bracketed.

Serif cukup sering digunakan dalam desain grafis serta dokumen karena relatif lebih mudah dibaca dengan jelas.

Serif juga terdiri dari beberapa jenis dan pasti kamu sudah familier dengan nama nama font berikut ini:

  • Rockwell
  • Times New Roman
  • Georgia
  • Roboto Slab
  • Cambria
  • Noto Serif
  • PT Serif
  • Source Serif Pro
  • Perpetua
  • Trajan pro

12. Slabserif

Slabserif

sumber: hipfonts.com

Slabserif merupakan jenis huruf yang berasal dari Inggris.

Ciri khas font ini adalah bentuknya yang berupa blok tebal. Karakter yang dimiliki font jenis ini juga terlihat lebih berani dibandingkan jenis huruf lainnya.

Karena karakternya berani, tebal, dan besar, font ini lebih sering dipakai untuk pembuatan iklan, poster, brosur, serta pamflet.

Fungsinya tentu untuk mendapatkan perhatian dari para pembaca.

13. Stensil

jenis font

sumber: dafontfree.io

Jenis font selanjutnya adalah Stensil. Istilah stensil sendiri digunakan untuk menyebut cara seorang seniman membuat sebuah street art.

Setiap seniman dan pelukis tentu memiliki ciri khas tersendiri di setiap coretan yang dibuatnya.

Font Stensil juga dikenal dalam dunia desain grafis. Penggunaannya pun lebih luas.

Bahkan saat ini font Stensil lebih banyak dipakai untuk membuat headline berita.

Oleh sebab itu, Stensil kerap digunakan surat kabar atau koran untuk membuat desain halaman utama mereka.

***

Demikian sejumlah jenis font yang sering digunakan saat ini.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Baca artikel menarik dan terbaru lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Pavilia at Premier Estate 2?

Temukan hanya di situs properti 99.co/id dan Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts