Berita Ragam

Mengenal Jenis, Fungsi, dan Contoh Pola Lantai dalam Tari Tradisional. Wajib Tahu!

3 menit

Tahukah kamu dalam pagelaran tari terdapat pola lantai yang digunakan penari untuk bergerak? Jika belum tahu, yuk berkenalan dengan contoh pola lantai dalam seni tari pada artikel ini!

Pola lantai merupakan formasi atau posisi penari saat menampilkan sebuah pertunjukan seni tari.

Dengan adanya pola lantai, sebuah pertunjukan akan semakin menarik untuk dinikmati.

Maka dari itu, pembuatan pola ini biasanya ditentukan dari ukurang panggung, jumlah penari, dan alur cerita sebuah tarian.

Pada artikel kali ini, 99.co tidak hanya akan membahas pola lantai, tetapi juga jenis dan fungsinya.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Jenis-jenis Pola Lantai

1. Pola Lantai Horizontal

pola lantai horizontal pada tarian

Pola lantai horizontal memposisikan para penari berada dalam satu garis lurus yang sejajar ke arah dan kiri.

Jumlah barisnya bisa lebih dari satu tergantung pada jumlah penari.

Dari pola tersebut, kita akan mendapatkan kesan kebersamaan dari para penari yang akan tampil.

Jenis pola lantai ini bisa dikembangkan lagi menjadi pola lantai zigzag.

Nantinya, penari bisa melakukan selang seling ke depan dan ke belakang dalam satu barisan.

2. Pola Lantai Vertikal

pola lantai vertikal pada tarian

Jenis pola lantai selanjutnyua adalah pola lantai vertikal.

Jenis pola ini mengharuskan para penarinya untuk membentuk garis lurus dari depan ke belakang.

Pola vertikal memiliki makna yang dalam dan menarik karena menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dari pola ini, kesan yang ditampilkan adalah menyatu dan kuat.

Pola lantai vertikal bisa dikembangkan menjadi pola zigzag dan diagonal, tergantung gerakan tariannya.

3. Pola Lantai Diagonal

pola lantai diagonal pada tarian

Pola lantai diagonal menempatkan penari pada barisan yang lurus dan agak menyudut ke kiri atau ke kanan.

Pola ini memungkinkan posisi setiap penari berselang-seling secara bergantian baik ke depan atau ke belakang.

Makna yang terkandung dalam pola lantai tari tradisional ini cukup dalam yakni kesan kekuatan bersama yang dinamis.

Untuk pengembangannya, pola lantainya bisa dibuat menjadi pola berbentuk tanda silang dan bentuk pola lantai V.

4. Pola Garis Melengkung

pola lantai melengkung pada tarian

Pola lantai melengkung menempatkan penari pada barisan dengan posisi yang melengkung.

Ada beberapa tipe dalam contoh pola lantai garis melengkung, yaitu lengkung luar, angka delapan, dan garis lingkaran.

Pola tersebut mengandung makna tentang kelenturan dan keserasian.

Fungsi Pola Lantai

Penggunaan pola lantai tidak hanya sekadar memiliki makna tertentu sesuai tema dari penampilan tariannya.

Pola lantai juga memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. memperjelas dan memperkuat gerakan penari,
  2. membantu menonjolkan tokoh penari dalam peranan tertentu,
  3. menghidupkan karakteristik gerak tari dari keseluruhan pementasan, dan
  4. membentuk komposisi untuk menyesuaikan dengan bentuk ruang pertunjukan.

Contoh Pola Lantai dalam Seni Tari Tradisional

1. Tari Pendet

contoh pola lantai pada tari pendet

sumber: indonesiakaya.com

Contoh pola lantai biasa ditemukan pada tari pendet.




Tari tradisional Bali ini awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura.

Namun, seiring berjalannya waktu, tarian tersebut diubah menjadi tarian selamat datang.

Walaupun begitu, tarinya tetap mengandung anasir yang sakral dan religius.

Pola lantai yang digunakan pada tari pendet adalah pola berbentuk huruf V dan pola lantai garis horizontal.

2. Tari Bedhaya Ketawang

wanita sedang melakukan Tari Bedhaya Ketawang

sumber: kompas.com

Tari Bedhaya Ketawa adalah tarian daerah berpasangan dan grup yang berasal dari Yogyakarta.

Berbeda dengan contoh pola lantai tari pendet, tarian ini memiliki penamaan yang berbeda untuk tiap pola lantainya.

Jenis pola lantai yang digunakan pada tari bedhaya ketawang adalah rakit lajut, ajeng-ajengan, iring-iringan, endhel-endhel, lumebet, dan rakit tiga-tiga.

3. Tari Jaipong

contoh pola lantai pada tari jaipong

sumber: freedomsiana.id

Contoh pola lantai lainnya bisa dilihat pada pagelaran tari jaipong.

Tarian khas tanah Sunda tersebut mempunyai pola lantai yang dinamis.

Pasalnya, gerakan penarinya terinspirasi dari gerakan pencak silat.

Biasanya, tari Jaipong memiliki tiga jenis pola lantai yakni pola horizontal, vertikal, diagonal.

4. Tari Kuda Lumping

sekelompok laki-laki melakukan tari kuda lumping

sumber: dunia.tempo.co

Tari kuda lumping merupakan tarian yang berasal dari daerah Ponorogo.

Pada praktiknya, tarian Jawa Timur ini memiliki pola lantai yang terus berganti-ganti.

Umumnya, tarian dengan alat peraga kuda dari bambu ini mempunyai pola lantai gabungan.

Pola lantai gabungan itu biasanya terdiri dari pola lantai melingkar, pola vertikal, dan pola horizontal.

5. Tari Bedhaya Semang

contoh pola lantai pada tari bedhaya semang

sumber: koropak.co.id

Kamu bisa melihat contoh pola lantai pada tari Bedhaya Semang dari Yogyakarta.

Pola lantai yang digunakan pada tarian klasik satu ini antara lain rakit julur, gawang jejer wayang, gayang perang, gawang tiga-tiga, dan gawang kalajengking.

***

Semoga bermanfaat ya.

Baca ulasan terbaru lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Akses sekarang juga 99.co/id dan rumah123.com untuk temukan hunian idamanmu, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satunya seperti Srimaya Residence yang berlokasi di Narogong, Bekasi.




Emier Abdul Fiqih P

Sering berselancar lewat akun @emierfqh di berbagai media sosial yang ada

Related Posts