Berita Berita Properti

8 Jenis Kayu Anti Rayap yang Cocok untuk Bahan Bangunan dan Furnitur di Rumah

3 menit

Jenis kayu anti rayap banyak dicari untuk material bangunan dan furnitur. Pasalnya jenis kayu ini memiliki ketahanan yang kuat. Ingin tahu apa saja jenis kayu tersebut?

Kayu merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam pembuatan bangunan, furnitur dan elemen lainnya dalam interior.

Sebagai material, kayu juga mampu meningkatkan keindahan dan kehangatan dalam ruangan.

Sayangnya, tidak semua kayu terbebas dari serangan rayap, sehingga membuat furnitur mudah lapuk dan keropos.

Tetapi kamu tidak perlu khawatir, ada kok beberapa jenis kayu yang tidak mudah rapuh meski diserang rayap dalam kurun waktu yang lama.

Jenis kayu yang tahan lama terhadap rayap tentunya akan membuat perabotan menjadi lebih awet dan tahan lama.

Berikut ini adalah jenis-jenis kayu tersebut.

Jenis-jenis Kayu Anti Rayap di Indonesia

  1. Kayu Ulin, Kayu Anti Rayap

kayu anti rayap

sumber: vintagelawas.com

Kayu ulin atau biasa disebut kayu besi ini memiliki karakteristik yang sangat kuat.

Selain itu, kayu ulin juga sangat awet, tahan air dan tidak gampang termakan serangga atau rayap.

Kayu ini cocok menjadi material lantai dan bahan bangunan seperti konstruksi rumah, jembatan dan perkapalan.

  1. Kayu Merbau

kayu anti rayap

sumber: woodstock.co.id

Merbau adalah kayu yang memiliki karakteristik yang cukup keras dan tahan terhadap jamur dan serangga termasuk rayap.

Kayu jenis ini memiliki warna cokelat kemerahan dengan tekstur garis terputus-putus.

Kayu merbau cocok digunakan untuk bahan furnitur di luar ruangan, seperti kursi, meja, dan lantai teras.

  1. Kayu Anti Rayap Sengon Laut

kayu anti rayap

sumber: swarmlit.com

Kayu ini memiliki berbagai sebutan nama, di Maluku kayu sengon disebut sika atau selawaku.

Sedangkan di Papua, kayu ini disebut bae, bai, wa, ,dan wahogon.

Kayu sengon memiliki pertumbuhan tercepat di dunia dan mampu mencapai ketinggian hingga 7 meter.

Kayu jenis ini biasanya diproduksi menjadi peti-peti pengemas, papan partikel dan papan lapis.

Baca Juga:

6 Cara Merawat Talenan Kayu Agar Awet Dan Bebas Bau. Mudah Dilakukan di Rumah!

  1. Meranti si Kayu Anti Rayap

kayu anti rayap

sumber: woodstock.co.id

Jika dibandingkan dengan kayu anti rayap lainnya, beberapa jenis kayu meranti memiliki bobot yang ringan.

Teksturnya cenderung kasar dengan permukaan berupa garis-garis halus berwarna abu-abu.

Warna kayu meranti sendiri beragam, ada yang berwarna merah, putih, dan kuning.

Kayu anti rayap ini banyak digunakan untuk bahan dasar pembangunan rumah, seperti perancangan atap, dinding pembatas dan lantai rumah.

  1. Kayu Jati, Kayu Anti Rayap dan Tahan Air

sumber: custommebel.com

Pohon jati terkenal dengan kelebihannya yang anti rayap dan ketahanannya yang begitu kuat.

Kayu jati memiliki ciri yang kuat dan keras serta idak akan terpengaruh oleh perubahan cuaca, baik panas maupun hujan.

Jenis kayu ini cocok digunakan untuk bahan lantai, furnitur, pagar, kerajinan dan bahan lainnya yang memungkinkan terpapar langsung dengan sinar matahari maupun hujan.

  1. Kayu Bengkirai

sumber: galleryparquet.com

Bengkirai merupakan jenis kayu yang keras dan tahan lama.

Meskipun tingkat ketahanannya masih di bawah kayu ulin, meranti dan jati.

Namun jika digunakan sebagai bahan lantai, kayu ini dapat bertahan lebih dari 30 tahun untuk penempatan di dalam rumah.

Sementara itu ia dapat bertahan kurang dari 30 tahun jika penempatannya berada di area luar rumah.

Baca Juga:

Inspirasi Warna Cat Kayu Dan Tips Yang Harus Diperhatikan Saat Memilihnya

  1. Kayu Sonokeling

sumber: asiaflooring.com

Kayu sonokeling merupakan salah satu jenis kayu yang cukup populer di Indonesia.

Sebab jenis kayu ini memiliki corak warna dan motif yang unik saat dilihat mata.

Memiliki warna hitam agak kecokelatan diselingi warna kuning sedikit putih membuat jenis kayu ini punya nilai jual yang lumayan tinggi.

Sonokeling termasuk kayu yang keras sehingga mampu menahan air dan tidak mudah termakan rayap.

Sehingga akan awet jika digunakan sebagai bahan lantai kayu.

  1. Kayu Anti Rayap Damar Laut

sumber: bukalapak

Kayu damar laut merupakan kayu yang bersifat keras.

Tampilannya hampir sama dengan bengkirai dan memiliki serat yang lurus atau terpilin.

Kayu damar laut yang baru umumnya memiliki warna kuning kecoklatan.

Semakin lama terekspos di ruang luar, warna kayu damar laut akan semakin gelap.

Proses pengolahan kayu ini termasuk sulit karena sifat kayunya yang keras.

Diperlukan usaha lebih untuk mengolah kayu ini.

Dari segi harga, damar laut memiliki harga sedikit lebih murah dibandingkan kayu bengkirai.

Sama seperti kayu bengkirai, damar laut cocok digunakan untuk material lantai atau pagar.

***

Demikian delapan jenis kayu anti rayap yang bisa menjadi pilihan untuk bahan bangunan dan furnitur di rumah.

Sedang mencari hunian impian di Jakarta, Bandung, Bali dan lokasi lainnya?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts