Berita

Wajib Tahu, Ini Seluk Beluk Mengenai Jual Beli Tanah Hak Pakai

28 November 2019
jual beli tanah hak pakai
2 menit

Sahabat 99, kali ini Blog 99.co Indonesia akan melakukan pembahasan mendalam mengenai Jual Beli Tanah Hak Pakai.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan jenis hak atas tanah salah satunya adalah hak pakai atas bangunan atau tanah.

Hak pakai, berdasarkan Pasal 41 dibagi menjadi dua : pada ayat (1) Undang-undang Peraturan Dasar Pokok Agraria (UUPA) didefinisikan sebagai hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain.

Hak pakai muncul berdasarkan keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya, yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah

Sementara berdasarkan Pasal 42 UUPA, hak pakai hanya bisa diberikan kepada

  • Warga Negara Indonesia (WNI),
  • orang asing yang berkedudukan di Indonesia,
  • badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia, serta
  • badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia untuk tujuan ekonomis.

Adapun, yang bisa menjadi objek hak pakai berdasarkan Pasal 41 PP No. 40/1996 adalah: tanah negara, tanah hak pengelolaan dan tanah milik.

Jual Beli Tanah Hak Pakai

jual beli tanah hak pakai

Jual beli tanah dengan status hak pakai bisa dilakukan tergantung status dari tanah tersebut.

Untuk tanah berstatus hak pakai di atas tanah negara dan tanah hak pengelolaan, jual beli hak pakai bisa dilakukan sesuai Pasal 54 ayat (1).

Sedangkan untuk tanah yang statusnya milik perseorangan, jual beli tanah hak pakai hanya mungkin dilakukan bila sudah diatur terlebih dulu dalam perjanjian pemberian hak pakai antara pemegang hak milik dan pemegang hak pakai (lihat Pasal 54 ayat (2) PP No.40/1996).

Baca Juga:

Jenis Sertifikat Tanah & Kepemilikan Lahan yang Berlaku di Indonesia

Jika tidak ada pengaturan tersebut, maka pemegang hak pakai tidak bisa menjual hak pakainya kepada pihak ketiga.

Perpanjangan Penggunaan

Karena ada tanah dengan status hak pakai yang tak dapat diperjual-belikan, pengguna rumah/tanah dapat memperpanjang jangka waktu penggunaan properti tersebut.

Ada dua jenis perpanjangan jangka waktu hak pakai, yaitu:

  • Hak pakai atas tanah negara dan tanah hak pengelolaan: jangka waktunya maksimal adalah 25 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 20 tahun (Pasal 45 PP No.40/1996).
  • Hak pakai atas tanah milik perorangan: jangka waktunya maksimal adalah 25 tahun dan tidak dapat diperpanjang (Pasal 49 PP No. 40/1996).

Walau tak dapat diperpanjang, hak pakai atas tanah milik perorangan dapat diperbaharui berdasarkan kesepakatan dengan pemegang hak milik atas tanah tersebut (Pasal 49 ayat (2) PP No. 40/1996).

Ganti Rugi Tanah Hak Pakai

jual beli tanah hak pakai

Karena merupakan milik negara, tanah dengan status hak pakai sewaktu-waktu bisa diambil negara dengan alasan dan tujuan yang jelas, misalnya untuk kepentingan umum seperti jalan raya.

Hal itu tentunya sudah perjanjian awal antara pemberi hak dan pengguna hak.

Pada dasarnya pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan dengan pemberian ganti kerugian yang layak dan adil sebagaimana dikatakan dalam Pasal 9 ayat (2) UU 2/2012.

Penilaian besarnya nilai ganti kerugian atas tanah yang terkena pengadaan tanah untuk kepentingan umum ditetapkan oleh Penilai (Pasal 33 jo. Pasal 32 UU 2/2012).

Penilaian ini ditetapkan oleh Lembaga Pertanahan (Pasal 31 ayat (1) UU 2/2012).

Baca Juga:

Prosedur Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling, Pelajari di Sini!

Semoga informasi yang kami berikan seputar jual beli tanah hak pakai berguna ya, Sahabat 99.

Yuk, kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk menemukan informasi menarik lainnya seputar dunia properti.

Tak lupa, temukan rumah idamanmu hanya di 99.co/id!

***IQB/TSS

You Might Also Like