Hukum

Cafe Terdekat dari Rumah Sering Berisik? Begini Cara Mengatasinya Secara Hukum!

2 menit

cafe terdekat dari rumahmu sering berisik dan mengganggu aktivitas sehari-hari? Yuk, cari tahu hukum dan cara penanganannya di sini!

Cafe terdekat dari rumah yang suka bikin berisik, kerap membuat kita bingung dan resah.

Terlebih, masih banyak masyarakat belum tahu akan regulasi dan tata cara terkait hukum yang berlaku.

Kondisi demikian, bahkan bisa berdampak negatif pada kesehatan…

Semisal jadi kurang tidur, sakit kepala, suasana hati memburuk, dan lain-lain.

Belum lagi jika sudah berkeluarga, anak bisa rewel akibat cafe terdekat dari rumah yang berisik

Sahabat 99, apa yang akan kamu lakukan demi menghadapi hal tersebut?

Tenang, ada sejumlah aturan hukum yang bisa mengatasi hal ini.

Biar lebih jelas, simak sebagai berikut!

Tata Cara Mengatasi Cafe Terdekat dari Rumah yang Berisik

cafe berisik

Dilansir dari Hukumonline.com, pada Pasal 140 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (“UU 28/2009”)…

Tertulis bahwa Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan khusus yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada pihak tertentu untuk pengaturan dan pengawasan.

Ya, dalam hal ini memantau kegiatan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Subjek retribusi izin gangguan adalah orang atau badan yang mendapatkan izin gangguan setelah diberikan izin oleh pemerintah daerah.

Berarti cafe dapat dikatakan sebagai subjek retribusi izin gangguan.

Menyoal cafe terdekat dari rumah yang berisik, kamu harus melihatnya berdasarkan poin-poin di atas.

cafe terdekat berisik

Jika daerah rumah kita masih mensyaratkan izin gangguan untuk cafe, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka memiliki izin gangguan atau tidak.

Buat beberapa cafe terdekat yang tidak memiliki izin terkait, semisal IMB, kamu bisa melaporkannya ke Satpol PP.

Pada kasus ini, Satpol PP bertugas untuk menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah guna menyelenggarakan perlindungan hukum kepada masyarakat.

Jika cafe telah memiliki izin gangguan atau terkait ketertiban umum, namun kamu keberatan…

Maka satu-satunya jalan adalah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Hukum Pidana dan Perdata yang Berlaku

aturan cafe berisik

Sementara itu, Sahabat 99 perlu memahami masing-masing dari hukum pidana dan perdata yang berlaku.

Misalkan ketika bicara hukum pidana, kita dapat melihat Pasal 503 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

“Dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp 225, barangsiapa membuat riuh atau ingar, sehingga pada malam hari waktunya orang tidur dapat terganggu.

Ancaman pidana berupa denda sebesar dua ratus dua puluh lima rupiah yang terdapat dalam pasal tersebut telah disesuaikan berdasarkan…

Pasal 3 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP:

“Karena ini termasuk dalam lingkup pidana, berarti Anda juga dapat melaporkannya ke pihak Kepolisian dalam hal cafe membuat keributan dengan suara keras.”

Terdapat juga upaya gugatan perdata ketika dirugikan oleh cafe tersebut.

Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”) menjadi dasar untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), yakni:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Makna gangguan amatlah luas, sehingga kamu memiliki hak untuk menuntaskan segala hal terkait ketenangan di rumah.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi www.99.co dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Bobby Agung Prasetyo

Penyunting konten dan jurnalis paruh waktu. Senang bermusik, berpikir, merenung dan belajar banyak soal penulisan bisnis & properti. Verba volant, scripta manent. Selamat membaca!
Follow Me:

Related Posts