Berita

7 Kasus Salah Ketik Terparah di Dunia Berbuah Malapetaka Besar

18 November 2019
salah ketik
2 menit

Di era teknologi seperti ini, kasus salah ketik menjadi hal yang sering ditemui. Beberapa kasus yang terjadi ternyata sangat parah hingga menyebabkan malapetaka besar.

Hal ini menjadi bukti bahwa meskipun terkesan sepele, namun kasus salah ketik justru tak boleh disepelekan.

Dampaknya tak main-main, dari mulai kekacauan hingga kerugian finansial dalam jumlah besar sudah sering terjadi.

Beberapa kasus salah ketik berujung malapetaka di bawah ini mungkin bisa jadi pelajaran untuk Anda.

7 Kasus Salah Ketik Berakibat Malapetaka Besar

1. Meledaknya Pesawat NASA Pada 1962

Kasus salah ketik pertama yang mengakibatkan malapetaka besar terjadi pada badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Pesawat antariksa Mariner 1 yang hendak diluncurkan untuk misi penelitian ke planet Venus malah meledak beberapa saat setelah lepas landas.

Hal ini terjadi karena adanya kesalahan ketik dalam sistem kode penerbangan pesawat tersebut.

Alhasil, NASA merugi hingga 80 juta dolar atau setara dengan sekitar Rp1,2 triliun.

2. Perusahaan Keamanan Jepang Merugi Rp3,2 Triliun Akibat Salah Ketik

Pada tahun 2005, sebuah perusahaan Jepang bernama Mizuho Securities Co. kehilangan sekitar Rp3,2 triliun akibat salah ketik.

Harga saham yang seharusnya dijual 610 ribu yen per lembar justru malah ditulis 610 ribu lembar saham dijual hanya satu yen saja.

salah ketik

Perusahaan Mizuho mencoba membatalkan pesanan tersebut, namun sayang Tokyo Stock Exchange tak menerima pembatalan pesanan.

Alhasil, kerugian triliunan rupiah tersebut tak dapat dihindarkan.

Baca Juga:

Dua Korban Kecelakaan GrabWheels Tewas, Supir Mabuk Penyebabnya!

3. Liburan “Exotic” Menjadi Liburan “Erotic”

Di tahun 1988, Yellow Pages atau Buku Kuning adalah media untuk beriklan utama bagi seluruh masyarakat.

Banner Travel Services, sebuah perusahaan pariwisata dari Sonoma, California pun mengiklankan paket liburan exotic pada Yellow Pages.

Sayangnya, Yellow Pages membuat kesalahan dalam cetakannya dan justru menuliskan liburan erotic alih-alih liburan exotic.

Kesalahan kata tersebut membuat banyak klien tua membatalkan pesanannya dan justru kebanjiran pelanggan anak-anak muda.

4. Sebuah Perusahaan Hancur Karena Salah Ketik Huruf “S”

Taylor & Sons adalah perusahaan teknik yang sedang berkembang di Cardiff, Wales, yang sayangnya punya nama mirip dengan Taylor & Son, perusahaan berbeda.

Companies House, biro pemerintah Britania yang mengurusi seluruh lini bisnis hendak menutup perusahaan Taylor & Son demi kebaikan.

Namun, yang terkena imbasnya justru perusahaan Taylor & Sons di mana mereka kehilangan pelanggan dan terpaksa tutup pada tahun 2014.

Kesalahan penulisan itu membuat Taylor & Sons menuntut Companies House dan mereka pun mendapat kompensasi sebesar 11,5 juta dolar AS.

5. Deutsche Bank Tak Sengaja Menghibahkan 84,5 Triliun Karena Komputer Jadul

Sebuah perusahaan investasi global yang menjadi klien Deutsche Bank secara tak sengaja mendapatkan dana sebesar 84,5 triliun pada 2015.

Hal tersebut terjadi akibat kesalahan seorang pegawai bank…

salah ketik

Lantas merembet pada disalahkannya sistem internal yang sudah usang.

Untungnya, dana tersebut langsung dikembalikan kepada Deutsche Bank pada keesokan harinya.

6. Kerugian Terbesar Dialami Tokyo Stock Exchange yang Kehilangan 8,5 Kuadriliun

Kerugian terbesar akibat kasus salah ketik dialami oleh Tokyo Stock Exchange pada 2014 dengan kerugian sangat besar hingga mencapai 8,5 kuadriliun atau 8500 triliun.

Sebabnya, seorang trader secara tak sengaja menekan tombol yang salah dan membatalkan penjualan saham dengan nominal total 67,7 triliun yen.

Total 42 transaksi yang dibatalkan, itulah kenapa harganya melonjak sangat drastis.

7. Bagi Google, Typo adalah Sumber Dana Terbesar

Ternyata, tak selamanya kesalahan ketik berujung malapetaka.

Bagi Google, justru kesalahan ini menjadi sumber pendapatan yang sangat besar.

Pengguna yang salah mengetik ketika Googling biasanya akan masuk ke website yang mirip yang memang ditujukan untuk memanfaatkan kesalahan tersebut.

Laman-laman tersebut dikenal sebagai “typo-squatting” sites.

Menurut laporan penelitian University Harvard, Google mendapatkan pemasukan tahunan sebanyak hampir 7 triliun dari kesalahan ketik ini.

Baca Juga:

7 Kasus Salah Ketik Pemerintah Mirip Kasus Pendidikan Mulan Jameela

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa bookmark blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di 99.co/id.

You Might Also Like