Berita, Berita Properti

Hindari Penggunaan 5 Kata Kunci Ini Saat Mengiklankan Rumah

29 Desember 2019
kata kunci mengiklankan rumah
2 menit

Judul iklan sering diibaratkan sebagai gerbang masuknya pembeli untuk tahu lebih banyak soal rumah yang dijual seseorang. Supaya mereka mau masuk atau mengeklik iklan, tentu judul tersebut pun sebaiknya dibuat menggoda. Selain itu, menyertakan setidaknya satu kata kunci yang sering dicari calon pembeli pun harus dilakukan agar mengiklankan rumah bisa sukses.

Ngomong-ngomong soal kata kunci mengiklankan rumah nih, Sahabat 99.

Ternyata ada lho beberapa pilihan kata yang sudah enggak ampuh lagi bikin iklan rumahmu diminati.

Bisa-bisa iklan rumahmu cuma dianggap guyonan dan pada akhirnya, kesempatannya terjual pun jadi semakin kecil.

Enggak mau kejadian ‘kan?

Makanya, cari tahu kata kunci apa saja yang sebaiknya tidak perlu kamu gunakan untuk mempermanis judul iklan rumahmu di bawah ini.

Kata Kunci Mengiklankan Rumah yang Perlu Dihindari

1. “Murah”

Percaya atau enggak, ternyata kata “murah” dianggap tidak begitu menarik lagi bagi para calon pembeli properti.

Hasil wawancara dengan beberapa agen properti yang mengiklankan di 99.co Indonesia pun menyatakan bahwa…

…kata kunci “murah” sudah tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan saat menawarkan properti kepada klien.

Kita tahu, rumah merupakan barang dengan harga yang tergolong mahal.

Ketika kamu menggunakan kata kunci tersebut, para calon pembeli malah bisa jadi tidak percaya.

Hal itu karena murah bersifat relatif. Mereka pun akan menganggap itu hanya sebagai iming-iming atau pemanis saja.

Itu sebabnya hindari kata kunci ini dan lebih to the point dengan menyebutkan harganya saja.

Apabila memang merasa harganya murah, kamu bisa menyampaikannya dengan kalimat “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.

2. “Sangat Indah”

Gambar-gambar yang ditampilkan pada iklan properti menjadi salah satu daya tarik yang bisa menarik minat calon pembeli.

Jika kata kunci yang digunakan tidak match dengan foto atau gambar yang disajikan, bisa jadi hal ini…

….mendatangkan kekecewaan calon pembeli yang berujung pada hilangnya minat mereka untuk mencari tahu lebih banyak soal rumah tersebut.

Disarankan untuk menghindari kata-kata seperti indah dan cantik saat mengiklankan rumah.

Apalagi jika kata-kata tersebut diselipi partikel “sangat”.

Sebab keindahan dan kecantikan dari suatu rumah sangat relatif dan tergantung pada subjektivitas masing-masing orang.

3. “Mewah”

Hindari Penggunaan 5 Kata Kunci Ini Saat Mengiklankan Rumah

Kata kunci lain yang sebaiknya dihindari adalah “mewah”.

Tidak semua rumah atau properti patut menyandang predikat ini lho!

Jangan hanya karena menggunakan banyak peralatan stainless steel lalu kamu menyebut dapur tersebut menjadi mewah.

Contoh lain, jika kamu hanya menggunakan lantai granit atau batu alam tapi hanya untuk beberapa area ruangan saja.

Padahal, tampilan rumah yang ingin dijual biasa-biasa saja.

Lebih baik kamu menggunakan kalimat seperti “tampilan yang unik” atau “sentuhan bahan-bahan premium”.

Ini akan lebih aman digunakan dan dapat menghindari kesenjangan ekspektasi para calon pembeli dengan apa yang ditulis dan realitanya.

4. “Menawan”

Menawan atau charming membuat banyak orang membayangkan rumah yang benar-benar manis, cantik, serta ala rumah minimalis masa kini yang sering muncul di Instagram.

Jika rumah yang kamu iklan sama sekali tidak berpenampilan seperti itu, lebih baik lupakan saja deh penggunaan kata menawan, Sahabat 99.

5. “Strategis”

Kita juga tahu, sekarang ini banyak orang yang menggunakan kata “strategis” untuk menarik pembeli melihat rumahnya.

Namun kata ini dianggap terlalu klise dan tidak spesifik sehingga rentan diabaikan orang.

Jika ingin memberi keterangan soal lokasi, akan lebih baik jika misalnya kamu menuliskan “100 meter dari jalan raya”, “300 meter dari pintu tol”, atau lainnya yang lebih rinci.

Intinya, Jangan Melebih-lebihkan Saat Akan Mengiklankan Rumah

Para pembeli semakin kritis dan selektif dalam memilih rumah yang ingin dibelinya.

Oleh karena itu, jika ingin rumahmu dilirik oleh mereka, gunakanlah kata kunci yang lugas dan tidak melebih-lebihkan kondisi aslinya.

Hal ini juga dibenarkan beberapa agen yang bergabung dengan 99.co Indonesia.

Mereka lebih memilih untuk langsung menekankan kelebihannya dengan memasukkan unsur lokasi, nominal harga yang bisa fleksibel serta kelebihan lainnya.

Hal ini terbukti dari pengakuan beberapa agen tersebut bisa mengundang lebih banyak respons calon pembeli.

Kamu juga bisa mendapatkan masukkan kata kunci yang banyak digunakan oleh calon pembeli saat pencarian di kolom keyword permintaan.

***

Semoga ulasan kami di atas berguna bagi kamu semua ya, Sahabat 99.

Terus kunjungi blog 99.co Indonesia untuk mendapatkan ulasan menarik lainnya seputar tips penjualan properti yang ampuh.

You Might Also Like