Berita Berita Properti

Kayu Gelam, Pondasi Rumah di Tanah Rawa yang Semakin Langka

2 menit

Sebagian besar dari Anda mungkin tidak familiar dengan kayu gelam, atau galam. Kayu ini lebih sering ditemukan di daerah dengan tanah rawa seperti Kalimantan. Lantas, apasih kelebihan utama jenis kayu ini?

Kayu gelam, atau lebih sering disebut galam, dulu dianggap sebagai limbah oleh masyarakat.

Hal ini karena tumbuhan galam dapat tumbuh sendiri di tanah warga tanpa di tanam.

Namun kini, ia sudah memiliki nilai ekonomi, terlebih karena ternyata galam memiliki kekuatan yang stabil sebagai pondasi rumah di tanah rawa.

Fakta Kayu Gelam yang Kini Bernilai Rupiah

1. Spesifikasi Pohon Kayu Gelam

Pohon kayu ini memiliki tinggi 10-20 meter.

Kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan.

Batang pohon gelam tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung kebawah.

Sementara daunnya merupakan daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, dan letaknya berseling.

Bila Anda coba meremas atau menumbuk daun, akan keluar aroma seperti minyak kayu putih.

Baca Juga:

5 Inspirasi Desain Pintu Geser Kayu Untuk Ruang Makan Tahun 2020

Pohon gelam juga menghasilkan buah lho..

Buahnya berwarna coklat, dan sering digunakan sebagai obat tradisional.

Masyarakat Kalimantan menyebutnya sebagai merica bolong.

2. Keunggulan Pohon Dolken Gelam

Galam memiliki segudang manfaat di bidang pembangunan.

Kulit kayunya berguna untuk industri perkapalan, sementara kayunya sering digunakan pada bagian perumahan, perahu, pagar, atau tiang sementara.

Kekuatan kayu ini berasal dari kandungan serat dan selulosanya yang kompleks, sehingga sangat baik untuk pembangunan bangunan baru.

Selain itu bentuk kayunya relatif lurus, dengan sedikit cabang atau ranting.

Kegunaan Kayu Gelam

1. Penyangga Bangunan

Bagi Anda yang baru mengenal jenis kayu dolken, maka Anda wajib untuk mengetahui kegunaannya.

Kayu ini dapat digunakan untuk penyangga bangunan di tanah gambut atau rawa.

Terutama untuk bangunan yang sedang direnovasi maupun dalam proses pembangunan.

Ini dapat menggantikan posisi besi sebagai pondasi, karena besi akan mudah berkarat terutama jika terendam air untuk waktu yang lama.

Strukturnya kokoh, sehingga sering juga digunakan dalam pembuatan pagar serta tiang sementara pada bangunan.

2. Bahan Cerukcuk atau Steger

Kayu dolken yang memiliki diameter yang kecil digunakan sebagai konstruksi beton maupun steger.

Sedangkan untuk kayu yang memiliki diameter lebih besar, biasanya digunakan untuk cerucuk.

Cerucuk ini dimanfaatkan dalam proses pembuatan jembatan serta pekerjaan pada sungai.

Ketika menggunakan kayu dolken sebagai cerucuk, Anda tidak boleh asal-asalan.

Perhatikan dengan cermat ketepatan kayu dolken yang sesuai dengan standar.

3. Kayu Penahan Longsor

Kayu dolken ternyata dapat digunakan juga untuk menahan longsor.

Hal ini karena struktur galam yang kokoh dan tahan terhadap berbagai cuaca dan tekanan.

Selain dimanfaatkan dalam pembangunan, galam juga dimanfaatkan sebagai bahan perahu, serta arang aktif.

Baca Juga:

Kayu Ulin, Material yang Semakin Langka Namun Tak Lagi Dilindungi!

Semakin Langka Karena Bernilai Rupiah

kayu gelam

Semakin meningkatnya permintaan akan kayu gelam, membuat kayu yang dulu dianggap limbah ini terancam punah.

Warga berbondong-bondong menebang galam yang tumbuh di tanah mereka untuk menjualnya.

Ironisnya, meski kini galam semakin berharga, tak lantas membuat masyarakat mencari tahu cara membudidayakannya.

Mereka hanya menebang dan menjual, tanpa berusaha menanam kembali kayu galam.

Hal ini tentu mengkhawatirkan, sebab galam berkualitas baik kian lama kian musnah.

Padahal, menanam kembali kayu ini tidaklah sulit.

Sebab gelam dapat tumbuh dengan mudah meski di tanah tandus ataupun basah.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi situs berita properti Blog 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impian Anda di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts