Berita

Kebijakan Ridwan Kamil Tanam 100 Pohon untuk Warga cerai, Tuai Kritik!

2 menit

Warga Jawa Barat yang hendak bercerai wajib menanam 100 pohon jika ingin permintaannya dikabulkan. Kebijakan usulan Ridwan Kamil ini mengundang banyak kontroversi.

Sebagai politikus terkenal, Ridwan Kamil terkenal dengan terobosan dan kebijakan-kebijakannya yang maju dan unik.

Beberapa terobosannya seperti taman film, taman skateboard, kolam renang di taman kota Bandung, sampai redekorasi alun-alun mengantarkannya sebagai salah satu dari 50 pemimpin dunia terbaik tahun 2018.

Kebijakan Ridwan Kamil terbaru adalah kewajiban pasangan bercerai untuk menanam 100 pohon.

Kebijakan ini menuai cukup banyak perdebatan.

Di satu sisi, warga menilai kebijakan ini akan mempersulit proses yang seharusnya mudah, sementara warga lain menilai jumlah pohon terlalu banyak, otomatis membuat dana perceraian semakin membengkak.

Berikut berita selengkapnya.

Kebijakan Ridwan Kamil Terbaru Termasuk Memperhijau Jawa Barat

9 Desember lalu, berita kebijakan Ridwan Kamil tentang peraturan perceraian di Jawa Barat diumumkan.

Menurut liputan6.com, pria yang akrab disapa dengan nama Kang Emil tersebut menyatakan akan segera mengeluarkan surat edaran menanam pohon untuk rakyat Jawa Barat.

Kebijakan ini mendukung niat pemerintahan Jawa Barat untuk memulihkan keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Citarum.

Salah satu ide untuk mendukung peraturan di atas adalah mewajibkan pasangan yang hendak bercerai untuk menyumbang 100 pohon.

Baca Juga:

7 Arsitektur Karya Ridwan Kamil yang Jadi Mahakarya Dunia

Gerakan penyelamatan daerah sungai Citarum sebenarnya sudah dimulai sejak lama.

Tercatat ada 17,150 pohon yang tertanam di Blok Caringin Tilu, Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Menurut Kang Emil, target jumlah pohon yang ditanam sebanyak 25 juta pohon.

Opini Kang Emil Tentang Masyarakat Vs. Alam Bebas

Ia juga menambahkan peraturan terbarunya muncul karena sikap manusia yang menganggap alam sebagai supporting system bukan partner.

Selain pasangan bercerai, beberapa golongan masyarakat juga dihimbau untuk menanam pohon apabila berhasil mencapai sebuah target atau tujuan tertentu.

kebijakan ridwan kamil

Sumber: liputan6.com

“Akan kita siapkan, seperti yang mau menikah bisa menyumbang sepuluh pohon, yang cerai 100 pohon, yang lulus SD, SMP, SMA sepuluh pohon, dan lain-lain untuk partisipasi,” ungkap Ridwan Kamil.

Lalu, bagaimana cara pemerintah memantau jumlah pohon yang ditanam rakyat?

Dilansir dari tribunnews.com, data penanaman pohon akan dipantau melalui aplikasi e-Tanam.

Aplikasi tersebut dibuat untuk memberi panduan bagi masyarakat yang sudah menanam.

Setiap orang akan dibagi per lokasi, dari desa, kota, sampai kabupaten.

Pada aplikasi ini, warga Jawa Barat akan dapat melihat pertumbuhan pohon, jumlah pohon yang ditanam, dan perkiraan waktu panen.

Mengundang Kontroversi

Berniat menghijaukan Jawa Barat, warga di dalamnya tidak terlihat seantusias Kang Emil.

Pasalnya, warga Bandung menilai dengan menyumbangkan 100 pohon untuk bercerai merupakan peraturan gegabah.

Harga pohon tidaklah murah, begitu juga dengan proses perceraian.

Dengan kebijakan baru ini, setiap pasangan akan semakin sulit untuk bercerai, terutama untuk warga kelas bawah.

Selain masalah uang, warganet Bandung juga mempermasalahkan prosesnya yang akan semakin rumit.

Tidak semua pasangan bercerai karena kasus sepele, bagaimana dengan kasus kekerasan, seorang suami atau istri yang mencoba melepaskan dirinya dari pasangan kasar?

Sampai sekarang, Ridwan Kamil belum memberikan keterangan lebih lanjut atas kebijakan barunya.

Baca Juga:

Ibukota Jabar Pindah, Ridwan Kamil Sudah Siapkan 3 Lokasi

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts