Berita

Melihat Kehidupan di China Pasca Terbebas dari Jeratan Virus Corona

2 menit

Pasca berjibaku dengan wabah koronavirus selama kurang lebih dua bulan, kehidupan di China perlahan-lahan mulai kembali normal. Aktivitas publik pun kembali bergeliat.

Hingga Senin kemarin, sejumlah kota besar seperti Beijing dan Shanghai memang masih berjibaku mengobati para korban virus corona yang tersisa.

Namun, sejumlah wilayah di China daratan melaporkan terjadinya penurunan infeksi koronavirus yang sangat signifikan.

Alhasil, para penduduk pun perlahan-lahan memulai kembali aktivitasnya yang telah ditinggalkan selama berminggu-minggu.

Selain itu, ruang-ruang publik seperti sekolah, pabrik, hingga lokasi wisata pun telah dibuka kembali secara perlahan-lahan.

Pekerja Kembali Beraktivitas, Kehidupan di China Perlahan Pulih

kehidupan di china

Sumber: hongkongfp.com

Seperti dikutip Kompas.com dari South China Morning Post, Minggu (15/3), terlihat para pekerja kembali beraktivitas di ruang publik.

Penyebaran virus corona yang sangat masif telah mempengaruhi berbagai lini kehidupan warganya, termasuk soal ekonomi.

Para pekerja yang tak bisa beraktivitas karena karantina pun merasakan dampak buruk tak memperoleh pendapatan.

Apalagi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei yang menjadi basis utama virus corona.

Baca Juga:

Cegah Corona, Begini Cara Mencuci Tangan yang Benar. Coba Terapkan dari Sekarang, Yuk!

Sekolah Akan Segera Dibuka Agar Kehidupan di China Segera Kembali Normal

Sebagai imbas membaiknya kondisi negara tirai bambu ini, sejumlah sekolah yang sempat ditutup pun akan segera dibuka.

Pemerintah China berencana membuka kembali sebanyak 144 SMA dan SMK di China per hari ini, Senin (16/3).

Sekolah-sekolah tersebut terletak di provinsi barat laut Qinghai.

Para siswa pun direncanakan akan segera kembali beraktivitas di sekolah setidaknya awal pekan depan.

Lokasi Wisata Dibuka, Pembatasan Perjalanan Dikurangi

kehidupan pekerja di china

Sumber: iheart.com

Tak hanya itu, pemerintah China pun berusaha memperbaiki kondisi ekonomi dari jalur pariwisata.

Sejumlah lokasi wisata yang terletak di Provinsi Yunnan, Sichuan, serta Guizhou pun direncanakan kembali dibuka pekan ini.

Pembukaan ini pun berimbas pada melonggarnya pembatasan perjalanan yang pernah diterapkan.

Para penduduk yang sempat terisolasi pun berangsur-angsur kembali ke rumahnya masing-masing untuk kembali pada rutinitas.

16 Rumah Sakit Sementara Khusus Koronavirus di Wuhan Telah Ditutup

penutupan rumah sakit corona di wuhan

Sumber: nypost.com

Seiring dengan membaiknya kehidupan di China, saat ini 16 rumah sakit khusus corona di Wuhan telah ditutup.

Kelompok pasien terakhir yang berjumlah 49 orang pun telah keluar dari rumah sakit khusus corona di Wuchang, di pusat provinsi Hubei.

Rumah sakit sementara khusus corona di Wuchang Hongshan Stadium dibuka pada pada 5 Februari lalu dan terdiri dari 784 tempat tidur.

Sebanyak 1.124 pasien dirawat di rumah sakit ini, di mana 833 di antaranya telah sembuh dan 291 orang sisanya dipindahkan ke rumah sakit lain.

Zhang Boli, akademisi dari Chinese Academy of Engineering, mengatakan kepada New York Post bahwa keenam belas rumah sakit sementara tersebut menerima sebanyak 13.000 pasien.

Lebih dari 50.000 kasus koronavirus dilaporkan terjadi di Wuhan dengan total korban meninggal sebanyak 2.423 orang.

Baca Juga:

Peta Sebaran Corona di Jawa Barat Sudah Bisa Diakses. Cek Di Sini!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Daripada disimpan dan dibaca sendiri, mending share artikel ini ke media sosial yuk.

Jangan lupa bookmark blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di 99.co/id.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts