Berita Ragam

Miris! Kisah Hidup Orang Rantai, Pekerja Paksa Asal Zaman Belanda yang Terbelenggu hingga Sekarang

2 menit

Salah satu masyarakat Indonesia yang paling terpuruk ketika masa zaman penjajahan Belanda adalah orang rantai. Konon meskipun sudah merdeka, kehidupan mereka tetap terbelenggu hingga kini.

Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda selama 350 tahun lamanya.

Selama 3 abad tersebut, kehidupan masyarakat Indonesia sangat terpuruk, bahkan beberapa orang dipaksa menjadi budak atau orang rantai oleh penjajah.

Orang rantai adalah para budak tambang yang kakinya dirantai, sehingga tidak dapat kabur dari kendali Belanda.

Bahkan setelah merdeka pun, kehidupan mereka masih tetap miris.

Orang Rantai Sawahlunto

pekerja paksa ombilin sawahlunto

Sumber: indonesia.go.id

Pada tahun 1830 hingga 1930, banyak orang dari pulau Jawa diangkut dan dibawa secara paksa oleh penjajah Belanda ke sebuah daerah bernama Sawahlunto di Sumatera Barat.

Kebanyakan dari orang-orang yang dibawa ini merupakan narapidana atau tahanan yang dianggap pemberontak oleh pihak kolonial.

Beberapa orang lainnya merupakan narapidana yang melakukan kejahatan kriminal, seperti mencuri, memperkosa, dan lain sebagainya.

Para narapidana tersebut dibawa ke Sawahlunto untuk dipaksa menggali batu bara dan membuat terowongan agar Belanda dapat mengambil sumber mineral di dalam gua tersebut.

Orang rantai ini dipanggil dengan nomor dan angka, sehingga nama asli mereka terlupakan.

Alhasil kerabat dan keluarga korban hingga sekarang tidak tahu keberadaan mereka.

Terdiri dari Narapidana dan Anak-Anak Jawa yang Diculik

pekerja tambang paksa

Sumber: semangatnews.com

Selain narapidana, penjajah juga menculik anak-anak dari Jawa dan memaksa mereka bekerja di tambang Sawahlunto.

Untuk mengatasi orang tua yang cemas akan keberadaan anaknya, penjajah mengatakan bahwa anak mereka diambil oleh makhluk halus dan hilang secara gaib.

Hal ini pun dipercayai oleh banyak orang karena pada masa itu kepercayaan masyarakat akan hal mistis masih sangat kuat.

Orang Rantai Masih Hidup Terbelenggu hingga Saat Ini

Meski Indonesia telah terbebas dari kekangan Belanda dan Jepang, nasib para orang rantai masih tidak berubah baik di zaman dahulu hingga zaman sekarang.

Beberapa keturunan dari mereka pun hingga saat ini masih belum memiliki kehidupan yang layak.

Masih banyak orang yang tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi dan pada akhirnya terpaksa bekerja serabutan.

Setelah masa kolonial berakhir, orang-orang ini dipekerjakan oleh PT Bukit Asam untuk menggali batu bara, tetapi setelah perusahaan ini runtuh, para buruh pun kembali kehilangan pekerjaan.

Kepemilikan mereka pun dikembalikan pada adat dan masyarakat asli Sawahlunto, sedangkan orang keturunan orang rantai dianggap sebagai pendatang.

***

Itulah kisah mengenai narapidana dan anak-anak yang diculik yang hidupnya masih terpuruk hingga sekarang.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu.

Kamu sedang mencari rumah di Bandung?

Bisa jadi Mustika Townhouse adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Shafira Chairunnisa

Jr. Content Writer for 99.co
Follow Me:

Related Posts