Rumah, Tips & Trik

Tertarik Menggunakan Model Atap Pelana? Yuk, Kenali 7 Kelebihan & Kekurangannya Terlebih Dahulu!

21 Januari 2020
atap pelana
2 menit

Apakah Sahabat 99 pernah mendengar model atap pelana?

Jika belum, Blog 99.co Indonesia kali akan mengupas tuntas pembahasan mengenai model atap yang satu ini.

Pelana bukanlah salah satu jenis material yang digunakan untuk atap, melainkan salah satu jenis struktur yang digunakan atap.

Sesuai dengan namanya, model atap yang satu ini berbentuk seperti pelana dan tampilannya mengedepankan kesederhanaan.

atap pelana

Mudah dibuat, struktur atap ini hanya terdiri dari 2 sisi miring yang ditopang oleh dinding dengan bentuk segitiga.

Namun, selain dinding, material lain seperti besi dan kayu juga bisa digunakan untuk menopang strukturnya.

Penggunaan dinding biasanya diperlukan untuk menekan biaya pembuatan.

Penasaran dengan informasi lebih lanjut mengenai atap pelana?

Langsung disimak yuk kelebihan dari model atap yang satu ini!

Kelebihan Atap Pelana

1. Mudah Dipasang

Modelnya yang sederhana membuat proses pengerjaan atap pelana menjadi lebih cepat.

Meskipun sederhana, ternyata atap ini dikembangkan ke dalam berbagai bentuk.

Selain itu, tingkat kemiringannya pun bisa disesuaikan, baik menjulang tinggi atau landai.

Kemiringan yang ideal dari atap ini adalah antara 30 hingga 40 derajat.

Intinya, struktur yang terlalu landai akan membuat air tidak bisa mengalir dan struktur terlalu curam meningkatkan risiko genting lepas.

2. Penggunaan Material Lebih Hemat

Bila dibandingkan dengan atap lain, biaya yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan model yang satu ini lebih murah.

Pasalnya, konstruksinya termasuk sederhana dan bahan yang dibutuhkan jauh lebih sedikit.

Jika kamu menggunakan gewel, penyangga atap pengganti kuda-kuda kayu, biaya yang dibutuhkan tentunya akan lebih murah.

3. Tidak Gampang Bocor

atap pelana

Model atap ini memiliki risiko bocor yang kecil.

Pasalnya, tidak ada pertemuan arah air yang berbeda, sehingga tidak ada talang.

Namun, kemiringan atap tetap harus diperhatikan karena jika terlalu landai kebocoran masih dapat terjadi akibat air yang menggenang.

4. Tidak Panas

Kemiringan atap yang satu ini membantu penyerapan panas dengan maksimal, sehingga bagian dalam rumah akan terasa sejuk.

Terlebih, jika terdapat plafon di bawah atap, ruangan di bawahnya akan terasa lebih dingin karena panas yang masuk dari luar akan terisolasi di area plafon.

Baca Juga:

Jenis-jenis Atap Rumah Berdasarkan Material Pembuatnya

Kekurangan Atap Pelana

Tentunya, kamu juga harus mengetahui kekurangan dari model atap ini sebelum benar-benar memilih, bukan?

Berikut adalah beberapa kekurangan yang harus diperhatikan.

1. Beban Terjangan Angin

Segitiga pelana memiliki perang yang sangat penting di rumah karena bagian ini merupakan tumpuan dari terjangan angin.

Oleh karena itu, risiko atap roboh bisa terjadi jika setiap sisinya tidak memiliki kekuatan yang seimbang.

2. Mudah Retak

atap pelana

Dinding segitiga pada atap pelana sering terpapar oleh hujan dan sengatan panas sehingga bagian tersebut lebih rentan retak.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggunakan cat khusus eksterior dan menambah overstek pada atap, sekitar 1-1,5 m.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi debit terpaan air, air hujan, dan sinar matahari.

3. Beban Air Hujan

Mengingat model atap ini hanya terdiri dari 2 sisi, makan aliran air saat hujan akan lebih deras.

Pembangunan atap dengan sudut yang terlalu landai bisa menambah beban berat pada struktur, sehingga risiko roboh pun membesar.

Baca Juga:

6 Desain Atap Rumah dan Maknanya Berdasarkan Feng Shui

***

Itulah kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui mengenai atap pelana.

Semoga informasi ini membantumu menemukan model atap terbaik yang sesuai dengan kebutuhan, Sahabat 99.

Simak artikel dan tulisan seputar dunia properti lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Kunjungi 99.co/id untuk menemukan properti impianmu!

You Might Also Like