Berita Berita Properti

Kementerian PUPR Bangun Rusun untuk Ponpes di Kulon Progo Senilai Rp2,4 Miliar

2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun rusun untuk Ponpes alias Pondok Pesantren di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seperti dikutip medcom.id, dana yang telah disiapkan sebesar Rp2,4 miliar.

Nantinya rusun tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti tempat tidur susun, lemari, dan fasilitas pendukung lainnya.

Harapannya para santri di pondok pesantren bisa lebih fokus dan makin semangat, terutama dalam proses belajar.

“Pembangunan rusun ini merupakan salah satu komitmen Kementerian PUPR dalam mewujudkan sarana hunian yang memadai bagi peserta didik di Yogyakarta,” ucap Khalawi Abdul Hamid selaku Direktur Jenderal perumahan Kementerian PUPR.

“Termasuk untuk para santri di pondok pesantren,” lanjutnya dalam keterangan tertulis.

Lahan Terbatas, Rusun Jadi Pilihan

pembangunan rusun

sumber: suara.com

Pembangunan rusun akan digalakkan oleh Kementerian PUPR secara merata di seluruh Indonesia.

Semakin terbatasnya lahan untuk perumahan maupun permukiman membuat hunian vertikal menjadi solusi.

“Generasi muda Indonesia, termasuk para santri harus dilatih sejak dini untuk belajar tinggal di hunian bertingkat seperti rusun ini,” terangnya.

Pembangunan rusun untuk pondok pesantren di Gunung Kidul, Yogyakarta telah memasuki proses awal.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Mochamad Mulya Permana menerangkan terkait lokasi ponpes.

Salah satunya yakni rusun pondok pesantren Tahfidzul Quran Dzikrul Qolbi (TQDQ) yang terletak di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

“Saat ini proses pembangunan rusun sudah dimulai dengan proses peletakan batu pertama rusun ponpes TQDQ yang kami laksanakan bersama Bupati Kulonprogo Drs. Sutedjo,” katanya.

“Kami harap proses pembangunan bisa berjalan dengan baik sesuai rencana yang telah ditetapkan,” lanjutnya.

Rusun Ponpes Mampu Tampung 56 Santri

proses rusun santri

sumber: propertynbank.com

Dengan luas bangunan 392,85 meter persegi, rusun Ponpes TQDQ ini bisa menampung 56 santri.

Intishar Berkah Globalindo merupakan kontraktor pelaksana pembangunan ponpes ini.

Guna menjaga kualitas konstruksi, kontraktor tersebut akan melakukan supervisi selama proses pembangunannya.

Mulya Permana meminta dukungan kepada para santri dan pengasuh ponpes agar bisa merawat sekaligus memelihara ketika konstruksinya telah rampung.

Harapan yang dikemukakannya tak lain agar fasilitas hunian berumur panjang.

Adapun proses konstruksi ditargetkan selesai pada Oktober 2021.

Sambutan positif pun datang dari Bupati Kulon Progo, Sutedjo.

Menurutnya, pembangunan ini membuktikan bahwa adanya bantuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya ponpes.

“Ponpes juga diharapkan dapat memberikan pendidikan alternatif bagi para santri yang tetap selaras dengan laju perubahan, termasuk teknologi informasi dan komunikasi,” tuturnya.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu mencari hunian di Yogyakarta, mungkin rumah di Kaliurang bisa menjadi pilihan yang tepat.

Cek selengkapnya di www.99.co/id.

Hendi Abdurahman

Selain menulis, juga menikmati jalan-jalan dari satu gang sempit ke gang sempit lainnya.

Related Posts