Berita

Kenali Strategi Flip dalam Berbisnis Properti!

19 Februari 2016
2 menit

Apakah Urbanites tahu apa itu flip properti? Istilah flip memang belum dikenal oleh banyak orang, namun sesungguhnya hal ini sudah sering dilakukan oleh para agen properti. Ya, flip properti adalah strategi dalam membeli rumah bekas tanpa membutuhkan modal. Ingin tahu lebih jelasnya? Yuk, simak penjelasan singkat berikut!

Sebagian besar orang menganggap membeli rumah haruslah dengan modal yang besar. Namun, anggapan tersebut bisa saja terbantahkan apabila Anda membeli rumah dengan trik yang tepat. Teknik yang dimaksud di sini tentu saja adalah teknik flip. Apabila menerapkannya dengan tepat, maka Anda akan mendapatkan rumah dengan modal yang sedikit atau bahkan tanpa modal.

Ada beberapa istilah dalam teknik flip, yaitu flipper dan flipping. Flipper adalah orang yang melakukan transaksi, sedangkan flipping adalah prosesnya. Dalam dunia properti, Anda yang merupakan pembeli properti beralih menjadi penjual properti dalam waktu yang cukup singkat.

Menjadi seorang flipper tentunya harus bisa jeli dalam melihat properti yang dijual. Dengan kejelian dan keberuntungan, Anda akan bisa mendapatkan properti dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran dan kemudian menjualnya kembali dengan harga rata-rata atau di atas harga pasar. Lalu apa yang perlu disiapkan untuk menjadi flipper? Berikut jawabannya:

1. Biaya Materai

Siapkan biaya materai untuk membuat perjanjian tertulis dengann pemilik properti di hadapan notaris.

2. Uang Muka (DP)

Jumlah DP yang perlu disiapkan berbeda-beda, tergantung kesepakatan Anda dengan pemilik properti.

3. Surat Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB)

Pada PPJB yang dibuat, perlu disertakan subjek, objek, dan pasal-pasal yang disepakati bersama. Di dalam pasal yang dibuat, perlu ada besaran DP, harga properti, dan batas waktu flipper melunasi pembayaran properti. Biasanya, jangka waktu flipper untuk melunasi properti yang dibeli yaitu 3 bulan. Dalam PPJB yang disetujui oleh kedua belah pihak, perlu memuat saksi-saksi.

Tidak ada syarat khusus bagi properti yang bisa di-flip. Hal yang terpenting hanyalah properti tersebut harus lebih murah dari properti yang ada di sekitarnya. Untuk memastikannya, Anda dapat bertanya kepada agen atau notaris yang ada di daerah tersebut. Cara lain yang lebih efektif, yaitu dengan menggunakan fitur analisis properti UrbanIndo.

Nah, untuk mengetahui bagaimana teknik flipping yang baik, simaklah poin-poin berikut:

1. Listing

Langkah awal yang perlu diperhatikan yaitu menemukan properti yang tepat. Dalam hal flipping, tentunya Anda harus menemukan properti yang sesuai. Agar lebih mudah, Anda dapat mencari rumah tersebut di UrbanIndo.

2. Posting

Dalam hal ini, Anda harus cerdik menawarkan properti tersebut melalui media offline maupun online. Pada media online, gunakanlah semua media sosial dan situs jual-beli properti, seperti UrbanIndo. Jangan lupa untuk memberikan penawaran menarik, misalnya uang muka ringan, hadiah langsung, atau diskon.

3. Selling

Apabila properti yang Anda beli lebih murah dari harga pasar, maka tidak perlu melakukan apapun. Anda akan langsung mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga pasaran. Namun, apabila properti yang Anda beli perlu direnovasi, maka ada beberapa hal yang umum dilakukan, yaitu mengecat ulang, mengganti genteng, atau bahkan menambah ruang.

Semoga penjelasan mengenai flip properti tersebut dapat membantu Anda dalam berbisnis properti. Nantikan informasi penting lainnya mengenai dunia properti hanya di blog UrbanIndo!

You Might Also Like