Berita Ragam

Terkuak, Inilah Alasan Kenapa Anak Pertama Tidak Boleh Menikah dengan Anak Ketiga Menurut Adat Jawa. Bukan Mitos?

2 menit

Salah satu pertanyaan yang masih terlintas di sebagian masyarakat Indonesia adalah kenapa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga. Benarkah hal tersebut bisa membawa malapetaka atau hanya sekadar mitos belaka?

Pernikahan adalah sesuatu hal yang diidamkan bagi banyak orang.

Menikah dengan orang yang tepat merupakan impian dalam ikatan perkawinan.

Namun, di balik itu semua rupanya masih berkembang suatu kepercayaan tentang pernikahan.

Selain mitos orang Jawa tidak boleh menikah dengan orang Sunda, kepercayaan lainnya adalah mitos pernikahan anak pertama dengan anak ketiga.

Hal tersebut berasal dari lusan yang harus dipatuhi dan terus diwariskan dari para leluhur.

Lusan adalah kepanjangan dari telu (anak ketiga) dan kapisan (anak pertama) tentang larangan perkawinan antara anak pertama dengan anak ketiga.

Lusan berkembang di masyarakat Jawa karena jika dilanggar dipercaya bisa membawa kesialan dalam rumah tangga.

Kepercayaan tersebut seolah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Jawa yang masih kental adat istiadatnya, Sahabat 99.

Lantas, apa alasan kenapa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga?

Simak selengkapnya menurut Primbon Jawa, Sahabat 99.

Kenapa Anak Pertama Tidak Boleh Menikah dengan Anak Ketiga

1. Rumah Tangga Banyak Masalah

kenapa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga

Orang Jawa zaman dulu percaya kalau anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga karena bisa tertimpa banyak masalah.

Bagi siapa pun yang melanggar maka harus mau terima risikonya.

Melansir portalsulut.pikiran-rakyat.com, masalah bisa muncul bertubi-tubi meski masalah sebelumnya sudah selesai.

Hal ini ibarat peribahasa ‘hilang satu tumbuh seribu’.

Sementara pernikahan anak pertama dengan anak pertama diperbolehkan.

2. Kesulitan Ekonomi

Pernikahan jilu (siji dan telu) dilarang karena dapat mengakibatkan malapetaka dan sial.

Mitos anak pertama dan ketiga menikah adalah kesulitan ekonomi.




Masih menurut sumber yang sama, alasan kenapa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga yakni dipercaya akan jauh dari rezeki.

Keduanya juga akan kesulitan mendapat pekerjaan.

Kendati demikian, Islam menyatakan bahwa menikah akan membuka pintu rezeki yang datangnya dari Allah Swt.

3. Karakter yang Tidak Cocok

kenapa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga

Banyak yang bilang bahwa anak pertama cenderung dewasa dan mandiri, sedangkan anak ketiga bersikap manja dan sudah diatur.

Jadi, kenapa anak ketiga tidak boleh menikah dengan anak pertama karena karakter keduanya yang berbeda.

Apabila dipaksakan dan hidup dalam satu atap maka dipercaya menimbulkan berbagai masalah.

Tak heran kalau suku Jawa juga menggunakan weton kepribadian sebelum menggelar pernikahan.

Namun, terkait pernikahan anak pertama dan ketiga konon masih sekadar mitos belaka, ya.

4. Kehilangan Anggota Keluarga

Salah satu mitos kenapa anak pertama dan ketiga tidak boleh nikah adalah bakal kehilangan anggota keluarga, baik ayah, ibu, suami, atau istri.

Kehilangan tersebut bisa terjadi secara mendadak usai pernikahan atau dalam waktu tertentu.

Hal tersebut menurut mitos lusan.

Jadi, konon katanya anak pertama tidak boleh nikah dengan anak ketiga karena dikhawatirkan akan membawa dampak buruk.

Namun demikian, hal tersebut tetaplah menjadi mitos karena hidup dan mati ada di tangan Allah.

***

Semoga bermanfaat, ya.

Simak artikel menarik lain lewat portal Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi juga www.99.co/id dan rumah123.com bagi kamu yang sedang cari rumah.

Temukan promo terbatas dari sejumlah hunian terjangkau, salah satunya Alexandria Premiere Cimanggis!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts