Berita Properti

Keuntungan di Balik Hebohnya Kekosongan Gedung Perkantoran di Jakarta

6 Agustus 2017
Gedung Perkantoran
2 menit

Bukan hanya pusat pemerintahan, Jakarta merupakan salah satu kota yang didapuk sebagai center pergerakan bisnis Indonesia. Itu mengapa, banyak perusahaan besar hingga startup memilih untuk mendirikan head office di sana. Hal ini pun memengaruhi tingkat okupansi gedung perkantoran.

Ternyata, di tengah geliat bisnis properti yang kembali positif, sektor sewa gedung perkantoran di Jakarta malah menunjukkan kelesuan. Di tahun 2017 ini, disebut-sebut bahwa gedung kantor khususnya di kawasan CBD (Central Business District) makin sepi penghuni, padahal hingga akhir tahun suplai terus naik.

2017, Okupansi Terendah

Menurut CEO SewaKantorCBD.com Leonard Hartono, tingkat okupansi gedung perkantoran di tahun 2016 adalah yang terendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2001 hingga 2012 yaitu 84%. Ia memprediksi, angka ini akan semakin terpuruk pada akhir 2017 yaitu turun hingga 73% – 77%.

“Pada periode 2001 hingga 2012, permintaan akan gedung kantor selalu lebih besar dibandingkan jumlah ruang yang tersedia. Bahkan di tahun 2012 tercatat demand paling tinggi selama sejarah yaitu 95%, tapi dalam waktu lima tahun, angka itu merosot tajam,” jelasnya pada UrbanIndo.

Leonard menambahkan penurunan demand akan gedung perkantoran merosot akibat suplai ruang baru yang makin bertambah. Kira-kira, di 2017 ini sendiri ada sekitar 730 ribu meter persegi ruang perkantoran baru. Suplai yang kian naik namun tidak diimbangi dengan demand yang seimbang tentu akan menghasilkan makin rendahnya okupansi.

You Might Also Like