Tips & Trik

Waspada, Gunung Merapi Meletus! Ini Kiat Siaga Bencana di Rumah

24 Mei 2018
Gunung Merapi Meletus
3 menit

Gunung Merapi meletus sejak tanggal 11 Mei 2018 silam. Sampai detik ini, letusan bersifat freatik telah terjadi sekitar 5 sampai 6 kali. Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), status Gunung Merapi kini beralih menjadi “Waspada”.

Kenaikan status tersebut membuat pemerintah setempat melarang adanya aktivitas masyarakat di dalam radius 3 kilometer.

Urbanites, bagi Anda yang tinggal atau memiliki rumah di kawasan sekitar Gunung Merapi (Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali atau Sleman), dianjurkan untuk tetap waspada.

Antisipasi keamanan sekitar, perlu dilakukan sampai fenomena alam ini berangsur membaik.

Memahami Fenomena Gunung Merapi Meletus

Gunung Merapi Meletus

Gunung Merapi meletus hingga melontarkan abu vulkanik, pasir serta material piroklatik.

Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

Bisa dibilang jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Namun karena intensitas letusannya makin tinggi, maka status dinaikkan menjadi “Waspada”

Selain pelarangan aktivitas masyarakat pada radius 3 kilometer, kegiatan pendakian juga dilarang—kecuali untuk kegiatan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana.

Angin yang berhembus ke arah barat daya, membuat Kabupaten Magelang menjadi wilayah yang paling banyak terpapar sebaran abu vulkanik.

Perlu diketahui Urbanites, selain intensitas ledakan kian meninggi, abu vulkanik yang muncul dari letusan Gunung Merapi juga berbahaya untuk kesehatan.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini menganjurkan agar masyarakat sekitar mengungsi.

Pengungsi Gunung Merapi Mencapai Ratusan Jiwa

Pengungsi Gunung Merapi Meletus

Sejak beberapa malam kemarin, masyarakat diminta untuk mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Total pengsungsi dari setiap daerah diperkirakan mencapai lebih dari 500 jiwa.

Jumlah pengungsi mandiri terus bertambah. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendistribusikan bantuan dan masih melakukan pendataan.

Berdasarkan penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan kabar burung yang beredar.

“Jangan terpancing pada isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta mengikuti arahan dari Pemda setempat,” katanya.

Lebih lanjut, Sutopo menjanjikan bahwa pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat.

Imbauan Pemerintah agar Waspada Gunung Merapi

Sejauh ini, pihak BNPB, BPBD dan pemerintah setempat tengah mengkaji lebih lanjut terkait perkembangan Gunung Merapi.

Sebagai imbauan bagi Anda yang memiliki rumah di sekitar Gunung Merapi, maka pahami imbauan dari pemerintah agar waspada Gunung Merapi sebagai berikut:

  1. Tidak panik dan tetap tenang, selalu wasapada dalam beraktivitas.
  2. Gunakan masker dan kaca mata untuk antisipasi jika beraktivitas diluar ruangan
  3. Pantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui sumber informasi terpercaya.
  4. Untuk para pendaki Gunung Merapi, seluruh kegiatan pendakian ditutup
  5. Masyarakat diimbau untuk tidak percaya dan menyebarluaskan berita hoax yang dapat meresahkan warga sekitar.

***

Ikuti anjuran di atas untuk menghindari dampak negatif dari Gunung Merapi.

Lalu untuk berjaga-jaga saat sedang di rumah, bagaimana caranya mengatasi saat bencana seperti Gunung Merapi meletus datang tiba-tiba? Jangan takut, tetap tenang dan carilah perlindungan.

Ini Kiat Siaga di Rumah Saat Terjadi Gunung Meletus

Siaga Bencana Gunung Merapi Meletus

Urbanites, hindari rasa panik saat terjadi bencana alam seperti Gunung Merapi meletus. Berdasarkan penjelasan BNPB, lakukan kiat siaga bencana di rumah berikut ini:

  1. Segera tutup semua jendela, pintu dan sumber ventilasi, seperti ventilasi cerobong asap atau tungku.
  2. Matikan AC dan sistem pemanas, lalu pindah ke ruang interior tanpa jendela yang berada di atas permukaan tanah.
  3. Demi melindungi diri dari jatuhan abu vulkanik, cobalah untuk tetap di dalam rumah dan tempatkan handuk lembab di antara pintu dan tanah.
  4. Jika Anda pergi ke luar, kenakan lengan panjang dan celana panjang, kenakan masker sekali pakai dan kenakan kacamata (dan beralih ke kacamata, bukan lensa kontak).
  5. Abu vulkanik sangat berbahaya bagi mereka yang menderita penyakit pernafasan, juga anak-anak dan lansia. Jadi, keputusan terbaik adalah tetap berada di dalam rumah.
  6. Setelah letusan, cobalah untuk menghindari mengemudi pada daerah dengan hujan abu vulkanik lebat.
  7. Jika perlu dan dengan sangat hati-hati, bersihkan abu dari atap rumah. Perlu diketahui bahwa abu yang berat dapat menyebabkan bangunan runtuh.
  8. Ulurkan bantuan untuk menjangkau teman dan tetangga, terutama mereka yang mungkin memerlukan bantuan khusus.

***

Waspada dengan Gunung Merapi meletus, memang harus. Tapi ingat Urbanites, jangan sampai Anda mengalami panik secara berlebihan.

Ikuti kiat siaga bencana di rumah yang telah dijabarkan di atas. Niscaya, Anda dapat melalui bencana dengan aman dan selamat.

You Might Also Like