Berita

Kisah Pilu Wanita yang Dapat Bantuan Rusun Setelah Ditinggalkan Suami Karena Bayinya yang Cacat. Tega Kebangetan!

6 Desember 2019
kisah pilu wanita
2 menit

Kisah pilu wanita bernama Dina Oktavia (21) baru-baru ini viral di aplikasi WhatsApp. Ia ditinggalkan suaminya hanya karena melahirkan bayi yang cacat. Tega nian sang suami!

Dalam pesan yang beredar, diketahui bahwa sang suami bernama Muhammad Abdul Aziz (23) meninggalkannya karena ia dan keluarga tak mau menerima kelahiran anaknya.

Anak pertama mereka mengalami kelainan yang bernama Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele atau Hidrosefalus.

Penyakit ini membuat bayi mereka mengalami kerusakan terutama pada wajah khususnya, bagian bibir, hidung, dan kedua matanya.

Kisah Pilu Wanita, Dina Baru Mengetahui Kelainan Bayinya di Usia Kandungan 6 Bulan

kisah pilu wanita

sumber: kawula.id

Melansir dari Detik.com, Dina mengungkapkan bahwa penyakit yang diderita bayinya telah diketahui sejak masih dalam kandungan.

“Waktu itu baru 6 bulan kandungan saya rencanakan USG supaya kelihatan jenis kelaminnya apa. Baru di sana dokternya tahu ada kelainan fisik kena hydrocephalus kepalanya. Kalau untuk yang wajahnya yang belum sempurna itu belum kelihatan,” kata Dina, seperti dilansir dari Detikcom, Selasa, 3 Desember 2019.

Wajah bayinya yang rusak, kata Dina, baru benar-benar diketahui saat usia kandungannya memasuki 7 bulan.

Kisah pilu wanita ini berlanjut dengan dugaan anaknya terlahir cacat.

kisah pilu wanita

sumber: suryamalang.com/kolase

Diketahui dari Solopos.com, Dina menceritakan penyebab anaknya Pandhu terlahir cacat.

Menurutnya, saat hamil 3 sampai 4 bulan ia dua kali digigit tikus.

“Bisa jadi gigitan tikus. Karena waktu 3 sampai 4 bulan itu digigit tikus waktu tidur. Kaki saya digigit dua kali selama seminggu. Sampai berdarah kaki saya,” terang Dina dikutip dari Solopos.com.

Baca Juga:

Keuntungan dan Kerugian Tinggal di Rumah Susun

Diberikan Rusun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Kisah pilu wanita sekaligus ibu muda ini ditambah dengan kondisi tempat tinggal yang kurang layak.

Selama ini, Dina tinggal di rumah kontrakan yang berlokasi di Jojoran STAL Nomor 5B.

Rumah mereka hanya berukuran 2×6 meter dengan biaya sewa Rp500 ribu per bulan.

Tidak hanya sempit, rumah tersebut juga tidak layak ditempati lagi.

Namun, kini mereka bisa tinggal di tempat bersih dan sehat yang diberikan oleh Pemeritah Provinsi Jawa Timur.

sumber: suarasurabaya.net

sumber: tribunjatim.com

Tangis ibu dari Dina Oktavia pecah saat petugas Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim menjemputnya untuk pindah ke Rusun Gunungsari, Selasa (3/12/2019).

Dina mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim, sebab, permohonannya langsung dipenuhi tanpa menunggu banyak waktu.

“Pindah kemarin. Itu cepat sekali respons dari Pemprov Pak Anang Bintoro langsung datang ke rumah Jojoran nemui saya dan ibu. Terus bilang ‘udah nggak usah lama-lama wis kalau bisa sekarang langsung pindah saja’. Ibu saya jadi terharu dan nangis karena nggak nyangka bisa secepat ini bisa dapat rusun yang diimpi-impikan,” terang Dina.

kisah pilu wanita

sumber: suarasurabaya.net

Dina dan keluarga tinggal di Rusun Gunungsari lantai 1 nomor 112.

Selama tinggal di rusun itu, semua biaya listrik dan air serta administrasi lainnya sudah ditanggung Pemprov Jatim.

Ia dan ibunya hanya tinggal menempati saja.

Baca Juga:

9 Gambar Interior Rumah Minimalis dengan Ruangan Multifungsi

Bagaimana dengan kisah pilu wanita di atas?

Semoga kamu bisa mengambil hikmah dari kejadian ini ya, Sahabat 99.

Selalu kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk mendapatkan informasi menarik seputar dunia properti.

Temukan pula hunian dengan harga terjangkau lewat situs 99.co/id.

You Might Also Like