Berita Ragam

Kisah Sedih Tati si Manusia Silver yang Harus Kehilangan Satu Matanya

Advertisement
2 menit

Niat tulus mencari nafkah dengan menjadi manusia silver, malah berbuah nasib nahas bagi Tati. Kini, Tati harus kehilangan satu bola mata karena cat semprot yang digunakannya.

Tati mengalami kecelakaan ini beberapa waktu lalu saat hendak bekerja.

Dua bulan lamanya, dia mengeluhkan sakit pada mata kirinya.

Dia baru mendapat perawatan setelah dibujuk oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini, belum lama ini.

Kecelakaan saat Berdandan Jadi Manusia Silver

Tati manusia silver kehilangan satu bola matanya

sumber: Dokumentasi Kementerian Sosial

Kisah hidup Tati, anak bungsu dari tujuh bersaudara ini memang cukup tragis.

Dulu, Tati dan keluarganya tinggal di sebuah bidang tanah milik PT Kereta Api Indonesia di bilangan Jakarta Barat.

Kemudian, rumah tersebut kebakaran dan sang ibu pun meninggal dunia karena peristiwa itu.

Sejak itulah Tati tinggal terpisah dengan saudara-saudaranya dan telantar hidup seorang diri di jalanan.

Akhirnya, Tati pun mencari nafkah dengan menjadi manusia silver.

Suatu hari, saat Tati hendak berdandan sebagai manusia silver, cat semprot yang digunakannya mengenai mata kiri.

Kecelakaan ini pun membuat mata Tati infeksi.

Selama dua bulan Tati mengeluhkan sakit pada mata kirinya.

Belum lama ini, Mensos Tri Risma menemui Tati di tempat tinggalnya yang berada di pinggir jalan kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Risma membujuk Tati agar bersedia dibawa ke Balai Karya Mulya Jaya Jakarta.

Tati pun kemudian mengikuti proses registrasi dan asesmen di balai tersebut.

Setelah itu, dia menjalani perawatan di Poli Mata Rumah Sakit Harapan Bunda.

“Berdasarkan analisis dokter terdapat infeksi pada bola mata Tati yang diakibatkan cairan kimia yang tidak sengaja masuk ke mata dari cat silver yang setiap hari menutupi seluruh tubuhnya,” ujar perawat Balai Karya Mulya Jaya, Ihda Ulfia, dikutip dari intisari.grid.id, Rabu (31/3/2021).

Dokter juga menyarankan agar Tati segera menjalani prosedur operasi untuk mengangkat satu bola matanya tersebut agar infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Biaya operasi tersebut pun akan ditanggung oleh Kementerian Sosial.

Kemensos Pertemukan Tati dan Keluarga

Tati cedera karena matanya terkena cat semprot

sumber: Dokumentasi Kementerian Sosial

Tim Kemensos tidak hanya menanggung biaya pengobatan Tati, tetapi juga berusaha mempertemukan Tati dengan keluarganya.

Akhirnya, usaha Kemensos pun berhasil.

Kakak Tati, Yuni, ternyata tinggal di pinggiran kali dekat Gedung Kementerian Agama.

Yuni pun berjanji akan mendampingi Tati dalam menjalani perawatannya.

Selain itu, dia juga mengaku tidak memiliki banyak uang untuk membiayai perawatan Tati.

Uang yang terbatas ditambah umur anak-anaknya yang masih kecil membuatnya tidak bisa berbuat banyak untuk Tati.

“Saya berterima kasih kepada Kementerian sosial melalui Balai Mulya Jaya karena telah membantu adik saya untuk bisa dioperasi,” kata Yuni.

Setelah itu, tim dari Kemensos bergerak ke rumah seorang Ketua RT di Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Kemensos hendak mencari data penting karena Tati pernah tinggal di daerah itu.

Di sana, tim dari Kemensos juga bertemu dengan kakak perempuan Tati, Erni, dan kakak laki-lakinya, Sapi’i.

“Kami selalu berdoa agar adik saya ada yang membantu untuk operasi mata dan bisa berubah pola hidupnya mungkin ini jawaban Allah”, kata Erni.

Tati pun senang karena akhirnya dapat bertemu dengan keluarganya kembali.

Dia berharap, kehidupannya akan menjadi lebih baik di masa mendatang.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Jakarta Utara?

Bisa jadi Manhattan Residence adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts