Berita Ragam

Kisah Suku Dayak Punan Primitif di Masa Lalu. Konon Orang Sakti Mandraguna & Terbiasa Santap Daging Manusia

Advertisement
2 menit

Siapa yang berani menantang suku Dayak Punan primitif, pasti berakhir mati dan menjadi santapan satu kampung. Begitu konon ceritanya.

Suku Dayak Punan terkenal sebagai salah satu suku di Indonesia yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar.

Banyak kisah suku Dayak Punan yang menarik, salah satunya adalah kebolehan mereka dalam praktek spiritual dan ilmu sihir.

Suku asli Kalimantan ini juga sempat menjadi bahan diskusi ketika dokumentasi karya seorang naturalis dan penjelajah asal Eropa, Carl Bock, diunggah ke YouTube.

Kabarnya, suku ini tidak akan segan memakan daging manusia yang berani mengusik ketentraman mereka.

Berikut cerita selengkapnya.

Suku Dayak Punan Dikenal Sebagai Kanibal dan Sakti Mandraguna

gambar seorang penduduk suku dayak punan dengan tombak

Gambar: Koleksi Museum Tropen

Suku Dayak Punan menguasai hutan rimba Kalimantan, tepatnya di pedalaman Puruk Cahu.

Menurut keterangan warga setempat, suku ini ditakuti banyak orang karena dikenal beringas.

Mereka tidak suka diganggu oleh orang luar dan sangat hati-hati ketika dikunjungi warga kampung atau suku sebelah.

Banyak mitos yang berterbaran tentang suku Dayak pedalaman ini.

Orang-orang punan kabarnya belajar ilmu sihir.

Mereka bisa menghilang dibalik dedaunan dan berlari jauh lebih cepat dari manusia biasa.

Suku ini juga pandai berperang.

Baca Juga:

Kisah 9 Suku Misterius di Indonesia. Ternyata Mereka Bersemayam di…

Siapapun yang berani menantang orang-orang Punan biasanya berakhir meregang nyawa.

Lawan yang mati di tangan orang Punan tidak akan dikuburkan, melainkan dimasak untuk dimakan.

Menurut para sejarawan, menyantap daging lawan seakan sudah menjadi hukum adat.

Bagian tubuh manusia yang disantap adalah punggung, hati, dan isi perut.

Keterangan ini pernah disaksikan langsung oleh Carl Bock yang mengunjungi pedalaman Kalimantan.

Berkulit Cokelat dan Bermata Biru

suku dayak punan di masa lalu

Sumber: Koleksi Museum Tropen

Dilansir dari netralnews.com, suku Dayak Punan hidup berpindah-pindah mengikuti siklus migrasi hewan.

Mereka juga mengamati pertumbuhan tanaman dan hidup pindah-pindah di sekitarnya.

Ada beberapa fakta unik dari suku asli Indonesia ini.

Beberapa orang asli suku Dayak Punan memiliki warna biru dengan kulit cokelat keemasan.

Beberapa tim geologis dan budayawan yang pernah berkunjung ke Kalimantan sering melihat orang Punan sepanjang hulu sungai Barito.

Keistimewaan mereka ini membuat banyak peneliti terpukau.

Pasalnya, hal ini merupakan fenomena biologis murni, bukan keturunan dari ras lain yang mempunyai mata biru.

Sayangnya, orang-orang Punan semakin sulit dijumpai.

masyarakat dayak punan

sumber: twitter.com/pakatdayak

Semakin ke sini, semakin sedikit orang luar yang bisa bertemu langsung dengan orang Punan primitif.

Orang-orang Punan juga lebih memilih diam di dalam hutan dan jarang melangkahkan kaki mereka ke tempat ramai.

Baca Juga:

Semoga ulasan ini cukup menginformasi ya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang tertarik tinggal di perumahan minimalis yang aman seperti Kartika Residence Karawang, langsung saja kunjungi 99.co/id, ya! 

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts