Berita Berita Properti

Memahami Koefisien Dasar Bangunan | Pengertian, Tujuan, & Contoh Perhitungan

2 menit

Ada banyak istilah dalam dunia properti yang mungkin belum pernah kamu dengar salah satunya adalah Koefisien Dasar Bangunan. Daripada penasaran, yuk simak penjelasan lengkap, tujuan dan contoh perhitungannya di artikel ini!

Sahabat 99, penting untuk memahami Koefisen Dasar Bangunan (KDB) bagi kamu yang berkecimpung di dunia properti.

Tak hanya itu, pemahaman KDB juga penting karena berkaitan dengan kontruksi bangunan.

Ini karena dalam KDB terdapat perhitungan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, jika dalam perencanaan pembangunan tersebut terdapat pelanggaran terhadap KDB maka akan berisiko menerima sanksi.

Sanksi tersebut mulai dari pemberian surat peringatan, penarikan izin, pemberian denda hingga penggusuran.

Yuk simak lebih lengkap penjelasan Koefisien Dasar Bangunan di bawah ini.

Apa Itu Koefisen Dasar Bangunan?

Dikutip berbagai sumber, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau Building Covered Ratio (BCR) adalah angka persentase perbandingan antara luas lantai dasar bangunan tehadap luas lahan/sebidang tanah yang dikuasai.

Seperti halnya Koefisien Lantai Bangunan (KLB), KDB juga hal yang penting untuk diperhatikan.

Ini guna menetapkan standar dalam membangun properti di sebuah kawasan.

Misalnya saja kawasan di sekitar bandara tidak boleh terlalu tinggi karena akan berisiko terhadap lalu lintas penerbangan pesawat.

Sementara ketentuan untuk daerah resapan air, pengembangan properti yang dibangun haruslah banyak menyediakan lahan hijau.

Secara sederhana, KDB adalah batas maksimal lahan yang diperbolehkan untuk dibangun dalam suatu tapak/site.

KDB ini merupakan peraturan yang menentukan seberapa besar luas lantai dasar bangunan yang boleh dibangun.

Tujuan Koefisen Dasar Bangunan

penjelasan koefisien dasar bangunan

sumber: arsitag.com

Setelah memahami penjelasan Koefisen Dasar Bangunan, maka tujuan dari diberlakukannya KDB sangat mudah ditebak.

Berikut tujuan Koefisien Dasar Bangunan:

  • Menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH);
  • Menjaga kelestarian daerah resapan air; dan
  • Membatasi ketinggian bangunan maksimal yang boleh didirikan.

Perhitungan Koefisien Dasar Bangunan

Sahabat 99, standar Koefisien Dasar Bangunan di suatu kawasan berbeda pada masing-masing wilayah.

Untuk itu, pastikan peraturan yang ada di tiap-tiap daerah tersebut jika kamu ingin memastikannya lebih lanjut, ya.

Misalnya saja di sebuah kawasan dengan Koefisien Dasar Bangunan sebesar 60%, maka luas bangunan tidak boleh lebih dari 60% dari luas lahan.

Contoh kasus:

Jika luas lahan 1.000 m2, maka properti yang dapat dibangun 600 m2, sedangkan sisa luas lahan 400m2 tersebut harus dijadikan RTH.

Contoh lainnya, misalnya saja suatu bangunan dengan luas lahan yang dibangun sebesar 300 m² dan berada pada kaveling seluas 1.000 m², maka perhitungan Koefisien Dasar Bangunan, yakni:

300 m² : 1.000 m² x 100% = 30%

Ketentuan Koefisien Dasar Bangunan

kdb bangunan

sumber: pengadaan.web.id

Sahabat 99, aturan Koefisien Dasar Bangunan dapat berubah-ubah disesuaikan dengan perkembangan kawasan tersebut.

Jika suatu kawasan semakin berkembang maka kepadatan ruang harus disesuaikan.

Penghitungan KDB juga harus memperhatikan ketentuan.

Berikut ketentuan Koefisen Dasar Bangunan:

  • Perhitungan luas lantai bangunan adalah jumlah luas lantai yang diperhitungkan sampai batas dinding terluar;
  • Luas lantai ruangan beratap yang sisi-sisinya dibatasi oleh dinding yang tingginya lebih dari 1,20 m di atas lantai ruangan tersebut dihitung penuh 100%;
  • Luas lantai ruangan beratap yang bersifat terbuka atau yang sisisisinya dibatasi oleh dinding tidak lebih dari 1,20 m di atas lantai ruangan dihitung 50%, selama tidak melebihi 10% dari luas denah yang diperhitungkan sesuai dengan KDB yang ditetapkan;
  • Teras tidak beratap yang mempunyai tinggi dinding tidak lebih dari 1,20 m di atas lantai teras tidak diperhitungkan sebagai luas lantai;
  • Dalam perhitungan KDB luas tapak yang diperhitungkan adalah yang dibelakang GSJ;
  • Untuk pembangunan yang berskala kawasan (superblock), perhitungan KDB adalah dihitung terhadap total seluruh lantai dasar bangunan dalam kawasan tersebut terhadap total keseluruhan luas kawasan.

***

Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus artikel lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Lagi cari rumah murah di Depok? Cek saja dengan mudah di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts