Eksterior Rumah Anda

Penjelasan Kolam Ikan Depan Rumah Menurut Islam, Benarkah Dilarang?

2 menit

Kolam ikan depan rumah menurut Islam menjadi salah satu pembahasan yang menarik mengingat tak sedikit yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan. Apakah benar demikian?

Sahabat 99, adanya kolam ikan di setiap rumah merupakan pemandangan yang paling umum.

Kolam ikan adalah sebuah dekorasi cantik yang bisa membuat suasana hunian makin asri dan menyegarkan.

Maka tak heran pemilik rumah menempatkan kolam ikan di suatu area yang bisa menambah kesan indah pada hunian.

Salah satu posisi favorit penempatan kolam ikan di rumah adalah bagian depan.

Umumnya, kolam ikan depan rumah terletak dekat dengan taman.

Kolam tersebut dirancang dengan cantik yang diisi ikan hias seperti koi dan tanaman hijau sebagai dekorasi tambahan.

Namun, bagaimana pandangan Islam terkait hal tersebut?

Bolehkah membangun kolam ikan di depan rumah menurut Islam?

Mitos Kolam Ikan Depan Rumah

mitos kolam ikan depan rumah

bukalapak.com

Tak sedikit mitos kolam ikan depan rumah yang berkembang di masyarakat.

Bahkan, mitos kolam ikan depan rumah tersebut hampir ada di setiap daerah di tanah air, lo.

Pasti kamu pernah mendengar adanya kolam ikan di rumah bisa mengundang makhluk halus, kan?

Nah, hal tersebut membuat ragu sebagian orang untuk membuat kolam ikan di rumah.

Hanya saja, mitos tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Selain itu, kolam ikan di depan rumah menurut fengsui juga dapat memunculkan energi yang negatif.

Kolam Ikan Depan Rumah Menurut Islam

Lantas, bagaimana pandangan kolam ikan depan rumah menurut Islam?

Apakah boleh membuat kolam ikan di depan rumah?

Kolam ikan depan rumah menurut Islam tidak secara tersirat dijelaskan dalam suatu hadis atau riwayat tertentu.

Hanya saja, Islam menganjurkan keindahan dalm setiap aspek kehidupan.

Gemericik air, ikan hias yang menarik, dan hijaunya tanaman air di kolam mampu menghadirkan keindahan tersebut.

Apalagi, jika kolam ikan depan rumah tersebut menyatu dengan taman yang penuh dengan ragam bunga dan tanaman berdaun hijau.

Hijau adalah warna Islam yang disebut dalam Al-Qur’an.

Sementara bunga-bunga beraneka warna identik dengan seni budaya Islam.

Beberapa bunga yang bisa membawa keindahan seperti dalam taman-taman islam adalah bunga mawar dan lily.

Jadi, air mengalir, pohon atau tanaman, dan warna hijau adalah tiga unsur yang kerap disinggung dalam Al-Qur’an.

Intinya, Islam memberikan kebebasan dalam membuat taman-taman dengan kolam ikan sesuai dengan lokasi dan kebutuhan penggunanya.

Hanya saja, hal tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Salah satu dekorasi kolam yang harus dihindari adalah patung dan elemen dari emas atau perak.

Agama Islam mengharamkan adanya patung terlebih yang menyerupai manusia sehingga malaikat enggan masuk ke dalam rumah.

Dengan demikian, kolam ikan depan rumah menurut Islam diperbolehkan selama tidak berkaitan dengan hal-hal yang diharamkan.

Hukum Memelihara Ikan di Kolam

Hukum Memelihara Ikan di Kolam

itsafishthing.com

Memelihara atau merawat ikan di kolam adalah salah satu cara untuk mengurangi stres.

Suara gemericik air, memberi makan ikan, dan melihat jernihnya air pada kolam ikan bisa membuat suasana hati menjadi tenang.

Namun demikian, bagaimana hukum memelihara ikan dalam Islam?

Melansir umma.id, Islam tidak melarang siapa pun memelihara binatang peliharaan seperti ikan selama kamu memenuhi kebutuhannya.

Artinya, kamu harus menyediakan ukuran kolam yang sesuai dengan jumlah ikan, memberi makan, membersihkannya, serta tidak menyakitinya.

Perawi hadis Sahl ibn Sa’ad al-Anshari al-Sa’idi al-Madini bahkan mengisahkan kesukaan Nabi Muhammad saw. memelihara hewan.

Jadi, pastikan bahwa kamu sudah memenuhi segala kebutuhannya sebelum membuat kolam ikan di rumah, ya!

***

Semoga penjelasan di atas bermanfaat, Sahabat 99.

Jangan lupa, simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id bagi kamu yang sedang mencari rumah.

Cek dari sekarang dan temukan hunian favoritmu!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts