Berita Berita Properti

Mengenal Kolom Praktis pada Sebuah Bangunan | Fungsi, Jarak, dan Perbedaan dengan Kolom Utama

3 menit

Dalam merancang suatu bangunan kehadiran struktur kolom utama dan kolom praktis sangatlah diperlukan. Ini berlaku bagi semua jenis pembangunan properti. Fungsi dari kolom sendiri adalah untuk mempertahankan kestabilan pada bangunan. Alhasil, daya tahan bangunan tersebut kuat dan tidak mudah ambruk.

Sahabat 99, artikel ini akan menggali lebih jauh soal kolom praktis dan perbedaannya dengan kolom utama.

Ini perlu diperhatikan utamanya bagi pekerja kontruksi.

Hal tersebut lantaran tidak sembarang dalam merancang kolom.

Ada suatu ukuran dan jarak tertentu yang perlu diperhatikan.

Jadi, kolom ini termasuk vital dalam merancang bangunan.

Nah, berikut penjelasan soal kolom praktis.

Apa Itu Kolom Praktis?

stek kolom praktis

Sumber: intanmetalindo.com

Dikutip arsitur, kolom praktis adalah tiang struktur yang dibuat untuk memperkuat dinding bangunan.

Cara peletakan kolom tergantung dari material yang digunakan.

Struktur kolom yang biasanya dari beton umumnya terpasang dalam jarak 3-4 meter atau setara 9 m2.

Jika dianalogikan, kolom ini ibarat tulang pada manusia.

Fungsi Kolom 

Masih dilansir situs yang sama, fungsi kolom praktis pada bangunan adalah untuk memperkuat dinding agar tetap tegak.

Ini berbeda dengan kolom struktur utama yang berfungsi untuk menopang balok dan lantai bangunan.

Dinding yang terbuat dari susunan batako atau bata biasanya tidak memiliki kekuatan apabila didorong oleh gaya melintang.

Nah, kolom inilah yang membantu memperkuat dinding dari gaya melintang sehingga tidak mudah roboh apabila didorong atau saat terjadi gempa.

Ini pada dinding bangunan yang berfungsi untuk perkuatan dinding agar lebih kokoh, stabil, tidak mengalami keretakan.

Tanpa kolom tersebut, risiko keruntuhan atau keseluruhan bangunan akan lebih besar.

Rangka struktur dari kolom praktis biasanya berada dalam posisi vertikal untuk menopang beban balok.

Peletakan Kolom Praktis

Peletakan kolom juga diaplikasikan untuk pojok ruangan.

Hal tersebut dikarenakan pojok ruangan merupakan titik sambungan yang sangat rawan.

Oleh karena itu diperlukan kolom ini sehingga ruangan tetap kokoh.

Jarak dan Ukuran Kolom

Denah letak letak kolom struktur & kolom praktis

Sumber: arsitur.com

Ukuran kolom bervariasi tergantung jarak peletakan maupun material yang digunakan.

Untuk tembok batako pada umumnya berukuran 10 x 10 cm atau 12 x 12 cm.

Dalam standar bangunan perumahan, jarak kolom berkisar antara 3 hingga 4 meter.

Rangka struktur dari kolom ini biasanya berada dalam posisi vertikal untuk menopang beban balok.

Jarak kolom juga harus diperhatikan karena untuk membantu kolom utama.

Jarak kolom maksimum adalah 3,5 meter atau pada sudut-sudut pertemuan pasangan bata.

Untuk material dinding kayu atau papan kayu maka kolom bisa menggunakan kayu batangan berukuran minimal 8 x 8 cm.

Sementara jika menggunakan kalsiboard rangka holo peletakan kolom biasanya memerlukan perhitungan khusus sesuai dengan dimensi rangka dan jarak perletakannya.

Perbedaan Kolom Praktis dan Kolom Utama

perbedaan kolom praktis dan kolom utama

Sumber: arsitur.com

Sahabat 99, penting juga untuk mengetahui perbedaan dua kolom ini.

Berikut perbedaan mendasar keduanya.

  • Kolom utama memiliki peranan dalam menopang keseluruhan bangunan secara vertikal. Sementara praktis berfungsi untuk menahan dinding dari gaya melintang agar tidak roboh.
  • Kolom utama menopang balok dan plat lantai pada bangunan. Sementara praktis tidak diperhitungkan untuk menopang balok ataupun lantai meskipun dalam kenyataannya peletakan kolom praktis dapat membantu kolom struktur menopang balok.
  • Kolom struktur biasanya berukuran besar atau pipih panjang dengan pondasi yang dalam. Sementara praktis biasanya tersembunyi dalam dinding, tidak kelihatan dari luar dan menggunakan pondasi menerus seperti dinding.

Cara Membuat Kolm Praktis

Dikutip asdar.id, ada dua cara untuk membuat kolom praktis ini, yaitu:

  1. Menggunakan bekisting 4 sisi, kolom dicor terlebih dahulu dan pada badan kolom ditanam angkur perjarak 1 meter dari tulangan diameter 8 mm. Setelah beton mengeras, baru kemudian dipasang dinding.
  2. Dinding dipasang terlebih dahulu, baru kemudian dipasang bekisting pada 2 sisi menempel ke dinding dan di cor. Cara yang kedua ini adalah yang paling sering dilakukan di lapangan karena sangat praktis.

Baca Juga:

Mengenal Struktur Kantilever, Si Penyangga yang Bikin Rumah Modern Terlihat Melayang

Demikianlah penjelasan soal kolom praktis untuk sebuah bangunan.

Semoga artikel ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak tulisan lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari rumah dengan satu klik di www.99.co/id.

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts