Berita Berita Properti

Ini Konsep Rumah yang Banyak Dicari di Era New Normal | Bebas Risiko dan Siap Huni!

2 menit

Era new normal seperti saat ini membuat tren properti mengalami perubahan, konsep rumah siap huni menjadi pilihan yang banyak dicari. Selain itu, konsumen juga memilih properti yang terbebas dari risiko.

Pasca pandemi Covid-19, terjadi tren pergeseran minat konsumen dalam mencari hunian.

Saat era new normal ini, konsumen yang mencari hunian akan mempertimbangkan properti bebas risiko atau risk free product.

Hal tersebut diutarakan CEO AKR Land Development Thomas Go, yang dikutip dari laman properti.kompas.com.

“Kalau kami perhatikan sekarang, pelanggan akan mempertimbangkan produk yang bebas risiko atau sudah jadi dan siap huni,” ujar Thomas dalam konferensi virtual, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga:

Dukung WFH, Tipe Rumah Berkonsep New Normal Mulai Dipasarkan | Intip Fasilitasnya, yuk!

Konsep Rumah yang Dicari di Era New Normal

  1. Konsep Rumah Siap Huni

rumah siap huni

Menurut Thomas, produk properti berisiko tinggi yang tidak akan dipilih konsumen adalah apartemen dan kondotel (kondominium-hotel).

Terutama jika properti tersebut baru rilis atau diperkenalkan kepada publik.

Alasannya, konsumen akan mempertanyakan kepastian jadwal selesainya pembangunan dan serah terima kedua jenis hunian tersebut.

Pada akhirnya konsumen akan lebih memilih hunian yang sudah rampung dan siap huni atau ready stock.

  1. Apartemen dengan Aksesibilitas Baik

Meski apartemen baru rilis jarang dilirik konsumen, tetapi apartemen yang memiliki aksesibilitas bagus banyak dicari.

Konsumen akan mengejar apartemen siap huni yang berada di pusat kota atau berlokasi strategis.

Sebab, hal ini dapat membuat perjalanan menuju kantor atau tempat aktivitas sehari-hari akan lebih cepat dan efektif.

“Apalagi kalau propertinya dekat akses transportasi publik, pasti dicari konsumen karena bisa menghemat ongkos transportasi,” tambah Thomas.

  1. Harga Jual dan Kemampuan Finansial

era new normal

Selain itu, konsumen juga akan mempertimbangkan harga jual lebih selektif dan dan menyesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

Segmen konsumen rumah pertama (end-user) kelas menengah akan mencari hunian dengan harga Rp10 juta hingga 20 juta per meter persegi.

Sementara pasar kelas menengah bawah akan memilih hunian dengan harga maksimal Rp7 juta per meter persegi.

Sementara para konsumen yang berniat menyewakan propertinya tentu akan mempertimbangkan capital gain setidaknya 7 persen.

Baca Juga:

Dear Millenial, Beli Rumah Saat Pandemi Dinilai Bagus Untukmu! Ini Penjelasannya

  1. Konsep Rumah yang Higienis & Sehat

Kriteria selanjutnya adalah properti yang dikelola secara higienis.

Baru-baru ini sudah mulai banyak pengembang yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sehingga konsumen merasa aman, nyaman, dan tidak khawatir akan risiko tertular virus.

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa membaca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin miliki perumahan masa depan di Bali, Jakarta, Surabaya atau kota lainnya?

Kunjungi situs prooperti 99.co/id dan temukan hunian impianmu!

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts