Berita Berita Properti

Memahami Konsep Rumah Minimalis yang Asli, Ditinjau oleh Arsitektur

3 menit

Konsep rumah minimalis kerap dipertanyakan oleh masyarakat. Ia sering diidentikkan dengan hunian berukuran kecil. Apakah itu benar?

Zaman sekarang, banyak sekali aliran arsitektur yang berkembang dan mengemuka di dunia.

Tak terkecuali dengan rumah minimalis.

Umumnya, rumah minimalis diidentikan dengan sebuah rumah yang memiliki ukuran cenderung kecil.

Lalu, apakah hal tersebut benar?

Agar dapat mengetahui konsep rumah minimalis sesungguhnya, 99.co Indonesia berkesempatan mewawancarai salah satu arsitek yang kini bekerja sebagai Konsultan Arsitektur Design & Build di Lima.studio, bernama Rizky Ahnaf Fauzi Rachman.

Ketika ditanya mengenai konsep rumah minimalis, Rizky Ahnaf menjelaskan bahwa konsep itu lahir dari beberapa aliran arsitektur modern.

“Konsep ini muncul dengan adanya beberapa terapan dari aliran-aliran arsitektur modern, setelah adanya revolusi industri pada abad 18,” ungkap Rizky Ahnaf ketika dihubungi melalui WhatsApp.

Menurut Rizky Ahnaf, masyarakat menilai sebuah rumah minimalis dilihat dari luarnya saja.

Padahal, konsep minimalis tak bisa dilihat dari satu aspek.

Namun harus dinilai dan dilihat dari beberapa aspek.

Pengertian Konsep Rumah Minimalis Secara Umum

Menurut Rizky Ahnaf, jika dipadatkan dari beberapa teori arsitektur,  rumah minimalis adalah bangunan yang terbentuk sesuai dengan fungsinya.

“Maksudnya adalah tidak berlebihan dan tidak memunculkan suatu bentuk yang non-fungsional hanya karena idealis suatu desain,” ungkap Rizky Ahnaf.

Ia menyebut salah satu teori konsep rumah minimalis yang berbunyi: “Less is More”.

”Dalam penjelasan singkatnya, teori ini adalah menghilangkan suatu yang berlebihan, contoh pada fasad bangunan (sisi luar bangunan) adalah menghilangkan suatu ornamen yang bersifat dekoratif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahnaf bahkan menyebut jika aspek biaya termasuk ke dalam konsep rumah minimalis dan menjadi bagian yang sangat penting.

“Konsep rumah minimalis seharusnya mengutamakan aspek ini (biaya).”

“Aspek biaya dapat diterapkan dengan cara pemilihan bahan dan material, bahkan sampai proses pembuatan suatu bahan bangunan yang dibuat secara custom sesuai dengan kebutuhan dari bangunan tersebut,” lanjut Rizky Ahnaf.

Rumah Kecil adalah Rumah Minimalis?

gambar rumah minimalis

sumber: amazingarchitecture.net

Ia lalu menjelaskan, rumah minimalis bisa diaplilkasikan pada bangunan rumah yang kecil dan besar.

Rizky Ahnaf memberikan contoh menarik, jika ada rumah berukuran kecil menghabiskan biaya besar untuk berbagai ornamen yang berlebihan, ia mengatakan, rumah itu tak bisa dikatakan sebagai rumah minimalis.

“Jika rumah yang berukuran kecil tersebut mengahabiskan cost yang berlebih pada proses pembangunannya, dan pada visualisasinya rumah tersebut didominasi dengan ornamen yang berlebihan, mungkin rumah tersebut kurang layak untuk dikategorikan sebagai rumah minimalis.”

Lalu ia menambahkan, konsep ini tak melihat ukuran sebuah rumah, tetapi mengedepankan efisiensi dan prioritas dari fungsi sebuah bangunan.

“Selama bangunan itu memperhatikan aspek dari konsep minimalis, menurut saya bisa saja (rumah dengan ukuran besar) dapat dikategorikan bahwa rumah tersebut berkonsep minimalis,” tutur sang arsitektur.

Agar lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan perihal ciri-ciri dari konsep rumah minimalis.

Simak poin di bawah ini, ya, Sahabat 99!

Ciri Konsep Rumah Minimalis

ciri rumah minimalis

sumber: ulrichome.com

1. Efisiensi dan Bangun Sesuai Fungsi

Ciri pertama dari rumah minimalis adalah efisiensi dan mengedepankan prioritas.

Maksudnya, sebuah rumah perlu menghilangkan beberapa unsur dekorasi yang tak perlu.

Namun, menurut Rizky Ahnaf, sulit untuk menilai sebuah rumah berkonsep rumah minimalis atau tidak.

“Ciri-ciri yang paling dapat cepat ditanggapi adalah bentuk bangunan yang benar-benar terbentuk dari fungsi, akan tetapi konsep dan ciri-ciri rumah minimalis yang benar sulit dikategorikan hanya dengan cara melihat visual dari bangunan tersebut,” ucapnya.

2. Tak Terlalu Memerlukan Unsur Detail dan Ornamen

Ciri selanjutnya adalah tak memerlukan unsur detail dari ornamen.

Sudah dijelaskan di awal bahwa rumah minimalis dibangun sesuai dengan fungsi.

Serta dibangun dengan menghilangkan dekorasi yang tak perlu.

interior rumah minimalis

sumber: archdaily.com

3. Dari Segi Interior

Dilihat dari segi interior, rumah minimalis tak membutuhkan pernak-pernik yang tak perlu.

Bahkan ia dibangun dengan membuang banyak detail.

”Tidak terlalu banyak berlebihan unsur dekorasi (menghilangkan unsur yang tidak perlu) contohnya tidak terlalu banyak detail dan ornamen,” ujar Rizky Ahnaf.

4. Dari Segi Eksterior

Beralih ke segi eksterior, konsep rumah minimalis akan memilih komponen-komponen yang efisien dan fungsional untuk rumahnya.

“Contoh jika hanya memerlukan jendela dengan bukaan, tidak perlu ada ornamen kaca mati/kaca patri pada bagian tersebut.”

“Jika pada suatu bagian pintu yang berfungsi sebagai akses masuk dan keluar, tidak membutuhkan adanya ornamen lain seperti kaca mati dan lain-lain,” jelas Rizky Ahnaf.

***

Nah, semoga dapat memberikan khazanah baru dan bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang berburu apartemen nyaman dengan fasilitas mewah? Vasaka Nines jadi pilihan tepat!

Langsung cek hanya di www.99.co/id.

Insan Fazrul

Junior Content Writer di 99.co Indonesia.
Follow Me:

Related Posts