Berita

Livi Zheng, Benarkah Ia Sutradara Kelas Hollywood?

8 September 2019
livi zheng
2 menit

Sosok Livi Zheng yang belakangan ini memancing banyak kontroversi karena mengklaim dirinya sebagai sutradara kelas Hollywood. Bukti apa yang mendukung?

Sutradara muda asal Indonesia bernama lengkap Livia Notoharjono sedang menjadi bulan-bulanan warganet Indonesia di berbagai macam media sosial.

Pasalnya, wanita kelahiran 3 April 1989 ini mengaku film arahannya yang berjudul Bali: Beats of Paradise…

…sebagai salah satu film yang masuk ke dalam seleksi ajang bergengsi asal Amerika Serikat, The Academy Awards, atau yang lebih dikenal sebagai Oscar.

Netizen Indonesia, termasuk beberapa sutradara senior seperti Joko Anwar dan John DeRantau, merasa keberatan atas klaim Livi yang dinilai menyesatkan masyarakat.

Kontroversi Livi tidak berhenti disitu, Sahabat 99.

Berikut adalah berita lengkapnya!

Film Livi Zheng “Diundang” Oleh Oscar

livi zheng

Academy Awards merupakan ajang penghargaan perfilman bergengsi.

Menurut keterangan Livi Zheng pada acara Q&A Metro TV, ia menyatakan bahwa filmnya yang berjudul Brush with Danger diundang oleh pihak Oscar.

Livi juga berkata bahwa ia menerima undangan tersebut via email.

Dirinya mengaku merasa terkejut ketika naskah filmnya diminta langsung pihak Oscar untuk disimpan di Margaret Herrick Library…

…sebuah perpustakaan yang menyimpan semua arsip-arsip perfilman legendaris yang pernah masuk ke dalam nominasi dan persetujuan juri-juri Oscar.

Baca Juga:

Bukti Bumi Langit Universe Tak Menjiplak DCEU Sama Sekali

Menanggapi berita tersebut rakyat Indonesia kembali mempertanyakan kredibilitas pertanyaan Livi.

Mereka menilai film Livi belum lolos ke dalam syarat-syarat Oscar seperti jam tayang rendah, tidak diiklankan secara memadai di Los Angeles…

…serta kualitas filmnya yang dianggap tidak mencukupi.

Kualitas Dokumenter yang Dipertanyakan

Selain kontroversi Oscar, permasalahan lainnya muncul sekitar film terbarunya, Bali: Beats of Paradise.

Film yang mengangkat kecintaan warga negara asing terhadap kesenian daerah Indonesia tersebut dinilai sebagai dokumenter narsistik.

Film yang berdurasi selama 56 menit tersebut hanya mengangkat topik seni gamelan pada 20 menit awal, sebelum dilanjutkan dengan pembeberan profil Livi sebagai seorang sutradara.

Para kritikus film profesional dan warganet kembali mencibir Livi yang seakan melupakan tujuan yang sejak awal ia sombongkan, yaitu kebanggaannya terhadap negeri Indonesia…

…dan lebih memilih untuk mengedepankan, juga melebih-lebihkan prestasi dirinya sebagai salah satu anak bangsa yang berhasil berkarya di Hollywood.

Foto: balipost.com

Pada acara Q&A Metro TV, para sutradara senior Indonesia pun menilai Livi terlalu mengagungkan karya asing.

Joko Anwar berpendapat bahwa membanding-bandingkan film Indonesia dengan karya Hollywood merupakan sifat inferioritas yang dimiliki banyak orang Indonesia.

“Hollywood itu bukan standar kualitas film.” imbuh sutradara Pengabdi Setan itu.

Ia melanjutkan dengan pendapat sarkasnya tentang banyaknya film-film karya Hollywood yang jatuh dalam kelas B Movies….

…atau film-film butut yang kebanyakan memiliki tema dan topik yang terlalu standar.

Baca Juga:

7 Rumah Angker di Indonesia yang Pernah Dijadikan Film Layar Lebar

Sahabat 99, saatnya lengkapi rumahmu dengan deretan televisi di atas.

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id.

You Might Also Like