Berita Properti

Pada Tahun 2052, 72% Masyarakat Akan Penuhi Kota di Indonesia

25 Juni 2018
Kota di Indonesia
1 menit

Kota di Indonesia selalu jadi incaran masyarakat sebagai tempat mengais rezeki. Kota besar, khususnya Jakarta menjadi salah satunya. Kepadatan penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota ini menjadi salah satu tandanya. Nyatanya di tahun 2052, berbagai kota akan dijejali oleh 72% masyarakat Indonesia.

Faktanya, sejak tahun 2015 setengah dari total penduduk Indonesia telah bermukim di kawasan perkotaan.

Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Ahli Perencana DKI Jakarta Dhani Muttaqin seperti yang dilansir UrbanIndo dari properti.bisnis.com.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dhani, berpindahnya pemukiman masyarkat ke kota di Indonesia ini bukan hanya disebabkan oleh urbanisasi yang kerap terjadi.

Fenomena ini juga terjadi berkat terdapatnya desa yang berubah status menjadi kota.

Ke depannya jumlah desa yang berubah wujud jadi kota ini pun akan semakin banyak.

Perubahan Desa Menjadi Kota di Indonesia, Tak Hanya Terjadi di Jawa

Daerah-daerah di Pulau Jawa kerap mendapatkan “sentuhan” pemerintah lebih dahulu dibandingkan pulau lainnya.

Uniknya menurut Dhani, perubahan desa menjadi kota ini tidak terjadi hanya di Pulau Jawa melainkan di pulau-pulau lainnya.

Ia menyebutkan, bahkan perkembangan dari kota-kota menengah tersebut lebih berkembang dibandingkan dengan kota yang ada di Jawa.

Beberapa wilayah yang disebut-sebut memiliki kota dengan perkembangan baik ialah…

…Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan beberapa wilayah di bagian Timur Indonesia.

______________________________________________________________

Baca Juga: Ternyata Kota Ini Lho yang Paling Layak Huni! Setuju?

_______________________________________________________________

Hal ini dapat dilihat dari Gross Domestic Product (GDP) wilayah tersebut yang mengalami pertumbuhan sekitar 7%.

Sementara itu kota-kota besar di Jawa hanya mengalami pertumbuhan sekitar 5%.

Desa Berkembang Jadi Kota, Harus Berkualitas

Seiring dengan perubahan desa menjadi kota, Dhani menilai bahwa para perencana kota harus memahami tren ini dengan seksama.

Hal ini harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sebuah perencanaa kota yang punya kualitas baik serta sesuai.

Bila perencanaan yang baik tidak diindahkan maka akan terjadi kemerosotan di mana-mana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Virgo Eresta Jaya dilansir dari properti.bisnis.com.

Bagaimana menurut Anda mengenai tren ini, Urbanites?

Mari bagikan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda!

You Might Also Like